Jumat, 06 April 2018

Pengertian Tentang Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal - Gejala, penyebab dan mengobati, Infeksi Ginjal: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Ciri, Gejala Dan Tanda Penyakit Infeksi Ginjal, Apakah Infeksi Ginjal Bisa Sembuh Atau Tidak?

Infeksi Ginjal - Infeksi ginjal (pielonefritis) adalah jenis penyakit yang sangat menyakitkan dan tentu saja tidak menyenangkan. Hal ini terjadi akibat adanya infeksi oleh bakteri terhadap salah satu atau kedua ginjal.

Jika penyakit ini segera diobati, maka infeksi ginjal tidak akan menimbulkan bahaya-bahaya yang serius meskipun tetap teraa tidak nyaman. Jika infeksi ginjal tidak segera diobati, maka kondisinya bisa lebih buruk lagi dan bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal secara permanen. Infeksi ginjal lebih serius daripada infeksi saluran kemih atau saluran kemih.

Apa Gejala Infeksi Ginjal?

Gejala pielonefritis ini adalah sakit atau nyeri bagian panggul tepatnya di area flank (bagian belakang antara tulang rusuk dengan pinggul) disertai dengan demam, dan masalah saat berkemi: Sering merasa ingin kencing yang mendesak atau nyeri saat buang air kecil.

Gejala infeksi ginjal lainnya yaitu berupa mual dan muntah. Bahkan pada kasus yang cukup berat bisa menyebabkan kehilangan kesadaran karena sepsis dan shock. Ini merupakan suatu kondisi yang sangat serius dan bisa mengancam nyawa seseorang.

Karena bisa mengancam nyawa seseorang, maka penting sekali bagi kita untuk mencari perawatan medis sesegera mungkin jika memiliki gejala-gejala yang menunjukkan infeksi ginjal. Perlu diperhatikan juga bahwa banyak sekali masalah lain di panggul dan perut yang bisa menyebabkan gejala yang sangat mirip sekali dengan gejala pielonefritis seperti di atas tersebut, misalnya saja batu ginjal atau apendistis (usus buntu). Hal ini perlu langkah pemeriksaan oleh dokter.

Apa Penyebab Infeksi Ginjal

Pielonefritis ini biasanya terjadi karena bakteri yang berasal dari luar memasuki saluran kemih atau kencing, bakteri tersebut berjalan ke kandung kemih dan menyebabkan infeksi kandung kemih jika tidak segera diobati dari sini bakteri akan naik ke atas yaitu sampailah ke ginjal hingga menimbulkan infeksi ginjal.

Sistitis sangat umum terjadi pada seorang wanita, yakni sekitar 1-3% wanita dewasa per tahun. Memang tak semuanya kasus infeksi kandung kemih itu menjalar ke ginjal dan menyebabkan pielonefritis. Infeksi ginjal terjadi sekitar 1 dalam setiap 30 kasus infeksi saluran kemih.

Resiko terkena infeksi ginjal akan meningkat selama masa kehamilan berlangsung, sumbatan pada saluran kemih, kelainan pada sistem urin, diabetes dan juga orang dengan sistem kekebalan tubuhnya yang lemah.

Bagaimana Pengobatan Infeksi Ginjal Dilakukan?

Pielonefritis yang tidak segera diobati bisa merusak ginjal dan juga menyebabkan penurunan fungsi ginjal, bahkan gagal ginjal. Hal ini bisa terjadi baik karena kerusakan infeksi terkait langsung pada ginjal atau juga karena kerusakan sekunder dari aliran darah yang tidak memadai ke ginjal ketika sepsis terjadi. Untuk itulah sangat penting sekali melakukan pengobatan segera.

Gejala akibat infeksi ginjal akan mulai mengalami perbaikan dalam satu hingga beberapa hari setelah menjalani terapi antibiotik yang efektif. Jika ternyata ada obstruksi atau juga sumbatan pada saluran kemih, maka prosedur urologi untuk mengusir obstruksi akan diperlukan untuk pengobatan.

Obat infeksi ginjal lain yang diperlukan termasuk analgesik atau obat anti nyeri yang berguna untuk meringankan rasa sakit dan juga demam yang muncul. Dokter akan memilihkan obat anti nyeri yang aman untuk ginjal.

Meskipun gejala infeksi ginjal sudah menghilang dalam beberapa hari, tetapi pemakaian antibiotik harus tetap diteruskan sampai tuntas, biasanya memerlukan waktu sebanyak dua minggu atau lebih. Hal ini sangat penting untuk benar-benar bisa mengusir bakteri dari ginjal dan juga mencegah kekambuhannya.

Pengobatan yang tidak tuntas bisa menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Pada kondisi seperti ini bakteri menjadi kebal terhadap obat-obatan yang pernah diberikan sebelumnya. Jika hal tersebut terjadi, maka diperlukan antibiotik lain yang lebih ampuh atau masih sensitif terhadap bakteri. Untuk itulah diperlukan kultur urin dan darah untuk bisa dilakukan tes sensitivitas bakteri terhadap antibiotik.

Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Ginjal?
Anda bisa mengurangi kemungkinan terkena infeksi ginjal dengan cara menjaga kandung kemih dan juga uretra supaya selalu bersih dan terbebas dari bakteri-bakteri berbahaya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut ini:

  • Minum banyak cairan
  • Tidak boleh menahan kencing
  • Pada wanita: setelah buang air besar bersihkan dengan cara mengusap dari depan ke belakang (jangan terbalik ya), karena hal ini akan membantu mencegah masuknya bakteri-bakteri yang menyebabkan sistitis dan pielonefritis ke uretra
  • Selalu buang air kecil setelah melakukan hubungan intim, hal ini bisa membantu mengusir setiap bakteri-bakteri yang mungkin terdapat pada uretra
  • Hindari juga jenis alat kontrasepsi diafragma dan busa spermisida


Semoga dengan adanya informasi tentang  pembahasan Infeksi Ginjal di atas ini bisa memberikan sedikit ilmu tentang kesehatan tubuh dan bagaimana cara mengatasi serta gejala apa saja yang bisa menyebabkan kesehatan tubuh memburuk. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Rabu, 04 April 2018

12 Gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK)

12 Gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK), Infeksi Saluran Kemih - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan, Infeksi saluran kemih - Gejala, penyebab dan mengobati, Gejala Infeksi Saluran Kemih

Gejala Infeksi Saluran Kemih - Jangan abaikan setiap gejala-gejala yang menunjukkan adanya infeksi saluran kemih, meski terkadang gejalanya cukup ringan sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya. Pengetahuan yang cukup tentang gejala-gejala ISK akan membuat kita lebih waspada dan cepat bertindak agar jangan sampai penyakit yang ringan ini berubah menjadi berat seperti infeksi ginjal.

Infeksi saluran kemih ini adalah jenis infeksi yang terjadi dibagian manapun dari saluran kemih yang terdiri dari ginjal, kandung kemih, ureter dan uretra. Kejadian tersering ialah infeksi yang melibatkan saluran kemih bagian bawah; kandung kemih dan uretra.

Memang semua orang bisa terkena ISK, tapi kaum wanita memiliki resiko yang jauh lebih besar untuk terkena ISK ketimbang kaum pria. Infeksi yang terbatas pada kandung kemih bisa terasa menyakitkan di daerah bawah pusar dan rasa panas ataupun nyeri ketika bekemih. Bahayanya ialah jika hal tersebut dibiarkan begitu saja, maka ada potensi untuk menimbulkan masalah serius yakni penyebaran infeksi ke ginjal.

Gejala Infeksi Saluran Kemih
Gejala-gejala infeksi pada saluran kemih bagian atas (ginjal & ureter) akan berbeda dengan gejala-gejala infeksi saluran kemih bagian bawah (kandung kemih & uretra). Seseorang bisa saja mengalami gejala keduanya yang berarti menandakan bahwa infeksi ISK sudah menyebar luas ke saluran kemih bagian atas dan bawah sudah terkena infeksi.

Gejala Infeksi Saluran Kemih Bagian Atas
- Sindrom uretra:

  • Sering buang air kecil atau dorongan ingin selalu membuang air kecil.
  • Rasa nyeri tumpul yang konstan pada daerah kemaluan.
  • Nyeri ketika buang air kecil (disuria).

- Air seni berawan atau bahkan ada darah pada urin (hematuria).
- Air seni berbau tak sedap.
- Sakit punggung.
- Secara umum merasa tidak sehat.

Gejala Infeksi Saluran Kemih Bagian Bawah

  • Demam dengan suhu yang tinggi lebih dari 38ยบ C.
  • Menggigil tidak terkendali.
  • Rasa mual ingin muntah.
  • Bahkan sampai muntah.
  • Buang air besar berbentuk encer (diare).


Pada infeksi saluran kemih bagian atas seseorang juga bisa merasakan sakit dibagian punggung yang menjalar hingga ke perut dan pangkal paha. Rasa sakit bisa berkisar dari sedang hingga berat, dan sering lebih buruknya ketika buang air kecil.

Ingatlah bahwa gejala infeksi saluran kemih yang sudah kami sebutkan di atas tersebut bisa mirip dengan gejala-gejala penyakit lainnya dan itu artinya bahwa ketika seseorang telah mengalami beberapa gejala-gejala seperti di atas, maka belum tentu mereka terkena infeksi saluran kemih. Tapi mereka harus waspada dikarenakan saat itu kondisinya masih diduga, sehingga harus dicari kebenarannya dengan melalui pemeriksaan oleh dokter.

Kapan Harus ke Dokter?
Meski pada banyak kasus tentang infeksi saluran kemih bagian bawah terasa ringan dan akan membaik dalam beberapa hari, tapi tetaplah berkonsultasi dengan dokter apabila gejala infeksi saluran kemih menyebabkan banyak rasa sakit serta ketidaknyamanan atau jika tak kunjung sembuh lebih dari lima hari.

Berbeda halnya ketika anda mengalami gejala infeksi saluran kemih bagian atas, maka tanpa kompromi lagi harus segera berobat ke dokter.

Bagaimana dokter memastikan diagnosis ISK?
Dokter akan melakukan sebuah pemeriksaan yang digunakan untuk mendiagnosis infeksi saluran kemih melalui cara sebagai berikut ini:

  • Analisis sampel urin. Urin akan ditampung dan akan dianalisis di laboratorium untuk mencari sel darah putih, sel darah merah atau juga bakteri.
  • Kultur bakteri. Analisis laboratorium urin ini terkadang diikuti dengan kultur urin. Tes ini memberitahu sang dokter mengenai bakteri apa yang menyebabkan infeksi dan obat jenis mana yang paling efektif.
  • Tes pencitraan. Jika anda sering mengalami infeksi, dokter akan berpikir mungkin itu disebabkan oleh kelainan di saluran kemih, sehingga anda pun dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan Ultrasound (USG), computerized tomography (CT) scan atau juga magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat gambaran saluran kemih.


Apabila diagnosis sudah tegak, maka dokter pun biasanya akan mengobati infeksi saluran kemih dengan antibiotik. Minumlah antibiotik secara lengkap dan sesuai yang dianjurkan oleh dokter karena hal ini sangat penting sekali supaya infeksi tersebut cepat sembuh dan mencegah komplikasi.

Apa Komplikasi Infeksi Saluran Kemih?
Ketika segera diobati dengan benar, ISK atau infeksi saluran kemih bagian bawah jarang menyebabkan komplikasi. Namun jika tidak segera diobati, maka infeksi saluran kemih bisa memiliki konsekuensi yang cukup serius, meliputi:

  • Sering kambuh-kambuhan (infeksi berulang-ulang).
  • Terjadi infeksi ginjal akut (kronis - pielonefritis) yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal permanen.
  • Pada wanita hamil, akan meningkatkan resiko bayi dengan berat badan lahir rendah atau lahir prematur.
  • Penyempitan uretra (striktur) pada kaum pria.
  • Sepsis, komplikasi yang berpotensi mengancam nyawa penderita ketika infeksi menyebar luas ke seluruh aliran darah.


Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih
Anda bisa mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi resiko infeksi saluran kemih dengan cara:

  • Banyak minum cairan, yang terutama minum air putih. Minum air putih bisa membantu mengencerkan urin dan juga memastikan bahwa anda akan buang air kecil lebih sering, sehingga bakteri yang berbahaya pun akan diusir dari saluran kemih.
  • Saat cebok, usap dari arah depan ke belakang. Melakukannya setelah buang air kecil dan setelah buang air besar bisa membantu mencegah bakteri berbahaya dari anus menyebar ke vagina dan uretra.
  • Buang air kecil setelah melakukan hubungan intim.
  • Hindari juga produk feminin seperti douche dan bubuk, di area genital yang bisa mengiritasi uretra.
  • Jangan suka menahan kencing.


Dengan mengetahui Gejala Infeksi Saluran Kemih, semoga saja anda beserta pengunjung lainnya menjadi lebih waspada dan cepat mengambil tindakan yang tepat ketika mengalami gejala tersebut.

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Cara sederhana Mengobati Infeksi Saluran Kemih di Rumah Tanpa Obat

Infeksi saluran kemih - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Cara Efektif Mengobati Infeksi Saluran Kemih Cara Mengobati Infeksi, 8 Cara Alami Mengobati Infeksi Saluran Kemih, Obat Yang Tepat Untuk Isk (Infeksi Saluran Kemih) - Tanya Alodokter

Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih di Rumah Tanpa Obat - Mengobati penyakit infeksi saluran kemih itu biasanya dilakukan dengan cara pemberian antibiotik, akan tetapi tahukah anda bahwa kini ada beberapa cara pengobatan sederhana yang bisa anda lakukan dirumah. Tapi, sebelum kita lebih lanjut lagi membahas tentang cara mengobati infeksi saluran kencing, sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ISK atau infeksi saluran kemih tersebut.

Apa itu infeksi saluran kemih?
Infeksi saluran kemih atau ISK adalah sebuah infeksi yang mempengaruhi seluruh bagian dalam saluran kemih, termasuk juga ginjal, ureter dan bahkan kantung kemih (uretra). Infeksi itu biasanya disebabkan oleh adanya bakteri-bakteri dari usus, yakni bakteri jenis Escherichia coli dan Staphylococcus saprophyticus. Tapi, beberapa kasus infeksi tersebut disebabkan oleh adanya virus dan juga jamur.

Gejala umum infeksi saluran kemih, yang meliputi:

  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Urin berwarna keruh atau juga gelap.
  • Sering buang air kecil.
  • Urine berbau sangat menyengat.
  • Nyeri panggul.
  • Rasa tidak nyaman pada kandung kemih.


Infeksi saluran kemih atau ISK bisa mempengaruhi semua orang dari segala usia, tetapi wanita jauh lebih rentan terinfeksi. Hal tersebut ini dikarenakan uretra pada kaum wanita lebih pendek ketimbang uretra kaum pria, sehingga akan memudahkan bakteri-bakteri bahaya masuk dan menginfeksi kandung kemih.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ISK atau infeksi saluran kemih ini menempati peringkat kedua sebagai jenis infeksi yang paling seringkali dialami oleh tubuh, setelah infeksi saluran pernapasan. Di negara Indonesia sendiri sebanyak 222 juta jiwa menderita infeksi saluran kemih.

Seperti sudah disinggung sebelumnya, bahwa antibiotik digunakan untuk mengobati masalah infeksi tersebut, tetapi ada juga beberapa cara sederhana untuk membantu mencegah serta mengobati infeksi saluran kemih dirumah. Yuk! kita lanjut baca artikel ini sampai selesai.

Bagaimana cara mengobati infeksi saluran kemih dirumah?
Untuk mengobati infeksi saluran kencing, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan dirumah. Perhatikan cara-caranya dibawah ini!

1. Minum air putih
Kecukupan cairan didalam tubuh bisa membantu mengobati infeksi saluran kemih. Tubuh yang memiliki banyak cairan akan menyebabkan buang air kecil secara teratur. Dengan demikian, bakteri didalam saluran kemih akan ikut terbuang bersamaan dengan prosesnya ekskresi tersebut.

Sebuah penelitian pada tahun 2003, meneliti sebanyak 141 anak perempuan yang mempunyai sedikit asupan cairan dalam tubuhnya dan jarang buang air kecil menyebabkan mereka menderita masalah infeksi saluran kemih dan berulang.

Supaya kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi, maka sebaiknya perbanyaklah minum air putih setiap hari. Minumlah sebanyak 8 gelas atau sebanyak 2 liter sehari.

2. Perbanyak asupan vitamin C
Banyak mengkonsumsi vitamin C juga bisa mengobati masalah infeksi saluran kencing. Hal ini dikarenakan vitamin C bisa mampu meningkatkan keasaman urin, sehingga bisa membunuh bakteri penyebab infeksi.

Berdasarkan penelitian pada tahun 2007, menunjukkan bahwa mengkonsumsi 100 mg vitamin C tiap hari bisa mampu mengurangi resiko infeksi saluran kemih. Untuk meningkatkan asupan vitamin C didalam tubuh, anda bisa mengkonsumsi buah dan juga sayuran yang kaya akan vitamin C seperti lemon, jeruk, pepaya, kiwi dan lain sebagainya.

Minum jus cranberry
Minum jus cranberry tanpa pemanis merupakan salah satu cara alami untuk mengobati infeksi saluran kemih. Hal ini disebabkan kandungan nutrisi di dalam cranberry mampu mencegah bakteri yang menempel pada saluran kemih, sehingga mencegah terjadinya infeksi.

Dalam sebuah penelitian, seorang wanita dengan riwayat infeksi saluran kemih diminta untuk meminum jus cranberry sebanyak 8 ons (240 ml) setiap harinya selama 24 minggu. Hasilnya, si penderita infeksi saluran kemih yang meminum jus cranberry tersebut lebih cepat sembuh daripada yang tidak meminum jus tersebut. Penelitian lain pun juga menunjukkan bahwa mengkonsumsi cranberry bisa mengurangi infeksi saluran kemih dalam setahun, terutama bagi kaum wanita yang sering mengalami infeksi berulang.

Penelitian pada tahun 2015 telah menunjukkan bahwa kapsul cranberry setara dengan dua gelas jus cranberry ( 480 ml) yang bisa membantu mengurangi resiko infeksi saluran kemih.

Ada banyak sekali jus cranberry kemasan yang terdapat di supermarket. Tapi, Anda harus ingat bahwa manfaat ini hanya berlaku untuk jus cranberry tanpa pemanis saja, bukan jus cranberry kemasan dengan pemanis buatan.

4. Konsumsi makanan mengandung probiotik
Probiotik adalah mikroorganisme menguntungkan yang dikonsumsi melalui makanan ataupun suplemen. Probiotik bisa meningkatkan keseimbangan bakteri didalam usus. Probiotik kini terdapat dalam bentuk suplemen maupun makanan fermentasi, seperti susu fermentasi dan yoghurt.

Probiotik bisa mengatasi semua masalah pada saluran pencernaan, dimulai dari perbaikan sampai peningkatan fungsi kekebalan tubuh. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa jenis probiotik yang tertentu bisa menurunkan resiko infeksi saluran kemih. Penelitian lain pun juga menemukan bahwa Lactobacillus (jenis probiotik) bisa membantu mencegah infeksi tersebut pada kaum wanita dewasa.

Mengkonsumsi probiotik dan juga antibiotik lebih efektif untuk mencegah infeksi saluran kemih ketimbang menggunakan antibiotik saja. Probiotik bisa memulihkan serta meningkatkan kadar bakteri baik pada usus dan juga mengurangi efek samping dari penggunaan antibiotik.

5. Menjaga kebersihan dan hindari kebiasaan buruk
Mencegah infeksi saluran kemih bisa dimulai dengan cara menjaga kebersihan dan menghindari kebiasaan buruk, contohnya seperti berikut ini:

  • Tidak menahan buang air kecil. Penting bagi anda untuk tidak menahan air kencing terlalu lama. Hal ini bisa menyebabkan penumpukan bakteri, sehingga terjadi infeksi pada saluran kemih / kencing.
  • Buang air kecil setelah berhubungan intim. Membuang air kecil setelah melakukan hubungan intim juga bisa mengurangi resiko infeksi saluran kemih. Hal ini dikarenakan kebiasaan tersebut mampu mencegah penyebaran bakteri.
  • Hindari pemakaian spermisida. Spermisida adalah sebuah gel atau krim yang berbahan kimia yang bisa mencegah kehamilan. Pemakaian spermisida bisa meningkatkan resiko infeksi saluran kencing.
  • Membersihkan dengan benar saat buang air. Ketika buang air kecil, pastikanlah anda untuk membersihkan atau menyeka organ anda dari depan sampai kebelakang. Menyeka dari belakang ke depan bisa menyebabkan bakteri menyebar ke saluran kemih serta bisa meningkatkan resiko infeksi saluran kemih.


6. Cobalah suplemen alami
Beberapa jeni suplemen alami bisa membantu mengobati infeksi saluran kemih, diantaranya ialah:

  • D-Mannose. Adalah kandungan gula yang terdapat didalam buah cranberry dan bahkan sudah terbukti efektif dalam mengobati infeksi saluran kemih serta mencegahnya datang kembali.
  • Ekstrak cranberry. Seperti halnya jus cranberry, ekstrak cranberry juga bisa mampu mencegah bakteri yang menempel pada saluran kemih.
  • Ekstrak bawang putih. Bawang putih sudah terbukti memiliki sifat antimikroba dan bisa menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga mampu mencegah serta mengobati infeksi saluran kencing.


So, jika anda terkena infeksi saluran kemih, maka jangan terburu-buru untuk menggunakan antibiotik. Lakukanlah cara-cara alami terlebih dulu supaya anda terhindar dari efek samping yang disebabkan oleh obat ISK yang bersifat kimiawi.

Nah, itulah ulasan singkat dari Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih di Rumah Tanpa Obat tersebut. Mudah-mudahan anda bisa memahami topik pembahasan yang ada pada artikel di atas ini. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Senin, 02 April 2018

8 Cara Alami Mengobati Infeksi Saluran Kemih

8 Cara Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing • Hello Sehat, 6 Cara alami mengobati infeksi saluran kemih, 11 Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih Secara Tradisional

Cara Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing - Infeksi saluran kencing atau juga yang biasa disebut "urinary tract infection" disebabkan oleh bakteri-bakteri yang berkembang didalam saluran kencing. Infeksi saluran kencing atau ISK bisa terjadi pada seorang laki-laki maupun juga perempuan, tapi perempuan lebih rentan untuk terkena infeksi jenis ini, dan sementara untuk lelaki lebih cenderung kebal. Berdasarkan 'National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK)', bakteri yang menyebabkan ISK adalah escherichia coli atau E. coli yang biasanya berada di usus besar. Klamidia dan juga mycoplasma bisa menyebabkan infeksi saluran kencing / kemih. Perbedaannya yaitu jika bakteri E. coli ini ditemukan di usus besar, klamidia disebabkan oleh penyakit menular seksual.

Apa saja faktor penyebab infeksi saluran kandung kemih?
Ada beberapa pemicu yang bisa menyebabkan infeksi saluran kencing, diantaranya ialah:

  • Adanya suatu penghalang atau yang menghalang-halangi saluran kencing, misalnya saja seperti batu ginjal.
  • Adanya kesulitan untuk mengeluarkan semua urine yang terdapat pada kandung kemih.
  • Pemakaian alat kontrasepsi seperti kondom dan diafragma.
  • Sistem daya tahan tubuh yang lemah disebabkan penyakit atau kemoterapi.
  • Pada laki-laki, bisa juga dipicu oleh pembesar kelenjar prostat.


Apa saja gejala infeksi saluran kencing?
Seperti pada penyakit lainnya, infeksi saluran kemih juga memiliki beberapa gejala. Berikut dibawah ini adalah gejala-gejala infeksi saluran kemih yang perlu diperhatikan:

  • urine yang berwarna keruh atau bahkan berdarah.
  • Keluarnya bau yang tidak enak dari urine tersebut.
  • Keinginan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya.
  • Adanya kram dibagian perut bawah.
  • Demam hingga 38 derajat Celcius.
  • Adanya perasaan gelisah atau kebingungan.


Pengobatan alami apa saja yang bisa dilakukan untuk infeksi saluran kencing?
Selain pengobatan secara medis, ada beberapa cara alami yang bisa dicoba untuk menyembuhkan infeksi saluran kencing, seperti:

1. Minum air putih
Minum air putih secara teratur setiap hari bisa menjadi sebuah langkah awal untuk mengobati infeksi saluran kencing. Atau Anda bisa juga berkonsultasi ke dokter tentang berapa gelas air putih yang harus dikonsumsi setiap harinya. Faktanya, delapan sampai sepuluh gelas per hari bisa membantu menghilangkan bakteri melalui urin yang dikeluarkan. Jika Anda memiliki penyakit seperti batu ginjal, sebaiknya didiskusikan dengan dokter Anda tentang berapa gelas air putih yang bisa dikonsumsi setiap hari.

Jika Anda telah terkena infeksi saluran kencing, sebaiknya Anda mengurangi minum-minuman yang berwarna dan yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan juga soda. Kafein bisa memperparah infeksi saluran kencing. Selain kafein, Anda juga harus menghindari minum-minuman beralkohol, minuman manis, jus jeruk, jus lemon, jeruk nipis, dan juga anggur.

2. Jangan menahan buang air kecil
Usahakan anda untuk memantau kapan harus buang air kecil. Jangan pernah  menahan-nahan ketika ingin buang air kecil, karena menahan buang air kecil bisa menyebabkan bakteri semakin berkembang didalam kandung kemih. Selain itu juga, yang perlu diperhatikan yaitu Anda harus buang air kecil setelah berhubungan seks dengan pasangan Anda, hal ini dilakukan guna mengurangi resiko bakteri yang masuk lebih dalam ke saluran kencing.

3. Meminum jus cranberry
Jus cranberry bisa menjadi cara pengobatan yang alami untuk infeksi saluran kencing. Jus cranberry ini diketahui mengandung fruktosa dan juga monosaccharide yang baik untuk kesehatan. Bisa juga dengan cara meminum ataupun memakan yang mengandung D-Mannose. D-Mannose sendiri adalah sejenis gula atau glukosa. D-Mannose bisa diperoleh dari buah apel, berry, dan persik. Pengobatan dengan jus cranberry ini sudah ditemukan pada tahun 1920-an, untuk mengobati masalah yang berhubungan dengan kandung kemih. Berdasarkan Cochrane meta-analysis oleh Jepson dan Craig pada jurnal Cranberry-Containing Products for Prevention of Urinary Tract Infections in Susceptible Populations tahun 2012, ditemukan bahwa zat senyawa pada cranberry mampu mengurangi beberapa gejala infeksi saluran kencing.

4. Mengkonsumsi vitamin C
Anda memang diminta untuk tidak meminum-minuman seperti jeruk, tapi Anda bisa menemukan vitamin C pada buah-buahan yang berwarna hijau atau juga Anda bisa mengkonsumsi tomat, buah yang paling sangat mudah ditemukan. Ketika Anda mengkonsumsi vitamin C, ini akan membuat urin Anda asam dan hal ini sangat baik untuk mengurangi bakteri-bakteri  yang menyebabkan infeksi saluran kencing.

5. Gunakan kompres panas
Bantal kompres panas bisa ditemukan di toko-toko yang menjual alat-alat kesehatan. Menurut Dr. Rivers yang dikutip dari Everyday Health, menggunakan bantal panas bisa meringankan rasa perih ataupun sakit pada area kandung kemih. Cara menggunakannya yaitu dengan tidak mengaplikasikannya langsung ke kulit, gunakanlah kain sebagai pemisah. Gunakan hanya untuk waktu 15 menit saja untuk menghindari rasa terbakar.

6. Gunakan pakaian yang nyaman
Gunakanlah pakaian dengan bahan yang bisa membuat kulit bernapas, misalnya seperti celana dalam katun, celana longgar bukan celana jeans, baju yang longgar, hal semacam ini diperlukan supaya tidak terasa lembap sehingga bakteri yang ‘hinggap’ pun berkurang.

7. Perhatikan kebersihan area kandung kemih
Selalu memperhatikan kebersihan sanitasi yang dipakai. Tidak menggunakan spray ataupun sabun pembersih kewanitaan, bilas area genital dengan cara dari depan sampainke belakang, lalu keringkan. Hal ini untuk menghindari kuman-kuman yang berpindah tempat ke saluran kencing. Ketika mandi, alangkah baiknya menggunakan shower daripada berendam di bathtub. Gunakanlah sabun yang fragrance-free

8. Gaya hidup sehat
Ganti gaya hidup Anda misalnya seperti makanan yang dikonsumsi sehari-hari, sebaiknya lebih sering mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Lebih sering mengkonsumsi air putih dibandingkan minuman berasa selain jus, ataupun minuman kemasan. Tidak suka merokok. Selalu menjaga kebersihan pakaian yang akan digunakan sangat penting.

Demikian informasi terkait dengan Cara Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing ini, mudah-mudahan bermanfaat dan semoga para pembaca suka dengan pembahasan dalam artikel ini. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Cara Efektif Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Cara Efektif Mengobati Infeksi Saluran Kemih - Mediskus, 6 Cara alami mengobati infeksi saluran kemih | merdeka.com, 8 Cara Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing • Hello Sehat, Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih - Sekilas tentang infeksi saluran kemih itu memang termasuk jenis penyakit yang ringan, tapi jangan sekali-kali anda menyepelekannya, karena jika ISK dibiarkan begitu saja infeksi bisa menyebar luas sampai ke ginjal, sehingga akan sangat membayakan sekali. Untuk itu berikut dibawah ini kami susun cara ampuh mengobati infeksi saluran kemih yang mudah diterapkan dirumah.

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah jenis infeksi yang cukup umum terjadi. Laki-laki ataupun juga perempuan bisa terkena ISK dan bahkan ISK tidak memandang usia. Pada ISK sendiri terjadi peradangan di salah satu dibagian atau juga semua saluran kemih yang terdiri dari kandung kemih, uretra dan ureter akibat terinfeksi oleh bakteri.

Meskipun siapa saja bisa terserang penyakit ISK, tetapi hal ini lebih sering terjadi kepada kaum wanita, terlebih lagi ketika wanita tersebut memasuki massa menopause, kehamilan, pengantin baru (aktif secara seksual) atau juga orang-orang dengan masalah diabetes melitus.

Supaya tips mengobati ISK ini tepat digunakan, maka kita sebaiknya mengenal lebih dulu gejala-gejala infeksi saluran kemih yang dirasakan seseorang ketika mereka mengalami ISK. Beberapa gejala-gejala yang berhubungan dengan infeksi jenis ini termasuk sering merasa ingin buang air kecil, air seni yang keluar cuma sedikit, rasa panas seperti terbakar ketika buang air kecil, perubahan warna pada urin, demam, mual, sakit perut dan muntah-muntah.

Cara Sederhana Mengobati Infeksi Saluran Kemih


Mungkin dokter sudah memberikan anda obat ISK, tetapi tips yang ada disini bersifat tambahan saja yang bisa diterapkan oleh anda dirumah tanpa bertentangan dengan obat-obatan yang diberikan oleh dokter.

Minum yang banyak
Sangat dianjurkan seseorang untuk minum air putih setidaknya sebanyak 250ml setiap jam di siang hari. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah urin yang diproduksi dalam tubuh. Tentunya akan mempercepat penyembuhan penyakit ISK karena setiap kali Anda buang air kecil, maka kandung kemih dan juga  saluran kencing lainnya akan dibersihkan. Minum banyak air tiap hari juga akan sangat membantu mengusir bakteri yang berbahaya.

Tapi perlu diingat, ketika Anda sudah merasa ingin membuang air kecil, maka segeralah dikeluarkan dan jangan ditahan. Apabila air seni ditahan, maka akan sia-sia saja usaha kita, karena bakteri didalam tubuh akan berkembiang biak dengan leluasa dan bahkan lebih giat lagi.

Hindari bahan iritan
Ketika kita berupaya dalam mengobati Infeksi saluran kemih, hal terpenting yang perlu kita lakukan ialah mengurangi asupan alkohol, kafein, panas rempah-rempah dan juga jeruk. Zat-zat ini diketahui bisa mengiritasi kandung kemih. Alkohol dan juga kafein secara khusus dilarang karena akan bisa menyebabkan dehidrasi.

Bahkan juga ketika kita tidak sedang terinfeksi bakteri infeksi saluran kemih, kita bisa mencegah infeksi dengan cara meminimalkan asupan alkohol dan juga kafein. Jadi selain mengobati, juga bisa mencegah.

Konsumsi nanas dan blueberry
Nanas mempunyai sifat anti-inflamasi dan sementara blueberry sendiri mempunyai sifat menghambat bakteri . Sifat-sifat baik seperti ini akan mempercepat proses penyembuhan. Anda bisa menyertakan buah ini kedalam makanan sehari-hari Anda.

Jus apel atau cuka apel
Minuman ini banyak mengandung zat kalium dan enzim serta mineral lainnya, yang bisa mencegah pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih. Ini juga bisa digunakan sebagai obat antibiotik alami untuk pengobatan infeksi saluran kemih.

Terapkan kompres hangat
Sediakan botol air panas bersama dengan air panas di dalamnya dan kemudian letakkan di perut bagian bawah. Cara seperti ini akan meminimalkan tekanan pada kandung kemih serta mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih. Selain itu juga bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan juga mencegah penyebaran infeksi bakteri lebih lanjut.

Menggunakan baking soda
Minum campuran baking soda dan dengan air setidaknya sebanyak dua kali setiap hari. Larutan ini bersifat basa sehingga akan bisa menyeimbangkan keasaman urin dan juga bertindak sebagai pereda nyeri. Selain untuk mengobati infeksi saluran kemih, baking soda juga bisa mengusir batu ginjal yang disebabkan oleh asam urat.

Minum suplemen
Anda bisa melawan bakteri pada tahap awal dengan meningkatkan asupan suplemen kesehatan. Beberapa suplemen kesehatan termasuk goldenseal, vitamin C, cranberry, echinacea, dan juga jelatang.

Vitamin C akan mengasamkan urin, sehingga akan membuat bakteri tidak betah berada didalam saluran kemih. Vitamin ini juga akan bisa memperkuat kekebalan tubuh untuk melawan setiap infeksi.

Anda juga bisa mengkonsumsi 250ml teh goldenseal, teh jelatang dan juga teh achinacea beberapa kali setiap hari. Teh mempunyai manfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan peradangan, dan juga tentu saja berguna dalam pengobatan infeksi saluran kemih.

Perbaikan biasanya terjadi selama 36 jam setelah menggunakan suplemen ini. Tapi jika tidak ada perbaikan, maka sebaiknya Anda harus mencari bantuan profesional medis supaya infeksi tidak berlanjut menjadi lebih parah.

Menjaga kebersihan pribadi
Menjaga kebersihan akan mempercepat proses penyembuhan infeksi. Wanita harus selalu membersihkan (cebok) dengan cara mengusap dari depan ke belakang setiap kali setelah buang air. Selalu biasakan untuk membuang air kecil setelah “berhubungan”. Mandilah dengan air mengalir, tidak dianjurkan untuk berendam. Hindari menggunakan produk wangi-wangi di sekitar area kewanitaan.

Kenakan pakaian yang tepat
Gunakanlah jenis pakaian yang berbahan katun karena bisa menjaga daerah genital untuk tetap kering. Hindarilah jenis atau model pakaian super ketat karena akan menyebabkan keringat dan kelembaban yang menguntungkan untuk pertumbuhan bakteri didalam tubuh.

Obat Infeksi Saluran Kemih


Pergi ke dokter
Meskipun sudah menerapkan cara mengobati penyakit infeksi saluran kemih diatas, anda harus tetap untuk memeriksakan diri ke dokter, meski penyakit yang anda alami masih ringan. Ini merupakan sebuah langkah kehati-hatian supaya infeksi tidak terjadi semakin parah atau juga semakin menyebar luas sampai ke ginjal. Dokter akan memberikan obat-obatan antibiotik yang penting dalam melawan bakteri-bakteri berbahaya tersebut.

Obat antibiotik untuk infeksi saluran kemih
Resep antibiotik akan bervariasi pada kaum pria dan juga wanita. Pria dianjurkan untuk minum antibiotik selama tujuh hingga empat belas hari dan sementara wanita dianjurkan minum obat antibiotik cukup selama 3 hingga 5 hari. Habiskanlah setiap obat antibiotik yang diberikan oleh dokter, atau sesuai petunjuk dokter supaya bakteri benar-benar musnah dan Anda pun bisa sembuh total tanpa kekambuhan.

Jika antibiotik oral tidak menunjukkan hasil yang memuaskan, maka jenis oat antibiotik (suntik) bisa diberikan. Pada kondisi seperti ini pasien perlu perawatan beberapa hari dirumah sakit.

Nah, itu saja informasi tentang Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih tersebut. Semoga dengan dibuatkannya informasi seputar infeksi saluran kemih, bisa memberikan tambahan pengetahuan terkait kesehatan semua orang khususnya kaum wanita. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang E. Coli

Escherichia coli - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, E. Coli - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, PENGERTIAN ESCHERICHIA COLI - ARTI DEFINISI PENGERTIAN, E. Coli | Kamus Kesehatan

Penjelasan Tentang E-Coli - Escherichia coli atau yang disebut juga dengan E. coli adalah jenis bakteri yang umum ditemukan di bagian dalam usus manusia. Bakteri jenis ini terdiri dari beberapa jenis dan juga sebagian besar diantaranya tidak berbahaya. Itu artinya bahwa hanya segelintir jenis dari bakteri E. coli yang bisa merugikan kesehatan manusia.

Salah satu bakteri jenis E. coli yang berbahaya ialah E. coli 0157.H7. Bakteri jenis ini bisa menyebabkan keracunan makanan dan bahkan infeksi yang cukup serius. E. coli 0157.H7 ini bisa menghasilkan racun yang bisa mampu merusak dinding pada usus kecil dan bahkan bisa mengakibatkan kram perut, diare yang bercampurkan dengan darah, hingga muntah-muntah.

Penyebab Terjadinya Infeksi E. coli

Bakteri E. coli yang sangat berbahaya bisa masuk kedalam tubuh manusia dengan melalui:

  • Makanan yang terkontaminasi. Cara yang paling umum bagi salah seorang bisa terinfeksi bakteri jenis E. coli yaitu melalui makanan-makanan yang telah terkontaminasi bakteri ini. Misalnya saja akibat mengkonsumsi daging giling yang telah tercemar bakteri E. coli dari usus hewan ternak tersebut, mengkonsumsi atau meminum susu yang tidak dipasteurisasi atau juga memakan sayur-sayuran atau yang tidak diproses dengan benar. Kontaminasi silang juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami infeksi, khususnya jika peralatan makanan atau talenan tidak dicuci dengan benar sebelum di gunakan.
  • Air yang terkontaminasi. Kotoran manusia dan juga kotoran hewan bisa mencemari air tanah dan air dipermukaan. Rumah dengan sumur pribadi akan sangat beresiko sekali tercemar bakteri E. coli dikarenakan biasanya tidak mempunyai sistem pembasmi bakteri, termasuk juga kolam renang ataupun danau.
  • Kontak langsung dari orang ke orang. Orang dewasa ataupun anak-anak yang lupa mencuci tangannya setelah buang air besar bisa menularkan bakteri jenis ini ketika orang tersebut menyentuh orang lain ataupun makanan.
  • Kontak dengan binatang. Orang-orang yang bekerja dengan hewan atau binatang, misalnya di kebun binatang atau juga yang sering melakukan kontak langsung dengan hewan peliharaannya, lebih beresiko untuk terkena infeksi bakteri E. coli. Untuk itulah, kebersihan harus selalu dijaga dengan cara sering mencuci tangan setelah melakukan kontak langsung dengan binatang tersebut.


Berikut dibawah ini beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terjangkit infeksi bakteri E. coli, diantaranya:

  • Usia. Anak-anak, ibu hamil dan juga orang yang sudah lanjut usia sangat rentan menderita penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri E. coli dan komplikasi yang lebih serius akibat bakteri ini.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penderita AIDS atau juga orang-orang yang sedang menjalani kemoterapi akan lebih beresiko untuk terkena infeksi E. coli.
  • Penurunan kadar asam dalam perut. Asam yang diproduksi lambung bisa memberikan sebuah perlindungan terhadap bakteri E. coli. Beberapa jenis obat-obatan pereda asam lambung misalnya seperti esomeprazole, lansoprazole, pantoprazole dan juga omeprazole berpotensi bisa meningkatkan resiko infeksi E. coli.


Gejala Infeksi E. coli

Gejala infeksi E. coli sendiri biasanya mulai dirasakan tiga sampai empat hari setelah tubuh terpapar oleh bakteri E. coli. Tetapi gejala bisa juga muncul dalam sehari atau bahkan seminggu kemudian. Berikut dibawah ini adalah gejala-gejala yang umumnya muncul akibat infeksi bakteri E. coli:

  • Nyeri perut
  • Diare dengan tingkat keparahan yang ringan sampai parah, dan bahkan hingga berdarah
  • Kehilangan selera nafsu makan
  • Mual dan muntah-muntah
  • Demam
  • Kelelahan


Pada umumnya infeksi E. coli ini bisa diobati dirumah dan bisa pulih dalam hitungan hari atau juga satu minggu. Tetapi, dianjurkan untuk segera menemui ahli kesehatan yakni Dokter jika seseorang mengalami gejala-gejala berat sebagai berikut ini:

  • Diare yang tidak menunjukkan tanda-tandanya membaik setelah lima hari pada orang dewasa atau selama dua hari pada seorang bayi dan anak-anak.
  • Demam disertai dengan diare.
  • Muntan-muntah selama lebih dari 12 jam. Apabila terjadi pada seorang bayi dibawah usia tiga bulan, maka segeralah temui dokter anak.
  • Munculnya gejala dehidrasi seperti jumlah urine yang menurun, merasa sangat haus sekali atau kesadaran menurun.
  • Tidak bisa mempertahankan cairan didalam tubuh.
  • Mengalami infeksi usus setelah berpegian ke luar negeri.
  • Sakit perut tidak hilang setelah buang air kecil.
  • Tinja yang bercampur dengan nanah atau juga darah.


Diagnosis dan Pengobatan Infeksi E. coli

Untuk mendiagnosa adanya infeksi bakteri ini dan racun terkait dalam tubuh pasien, dokter akan melakukan suatu tes laboratorium melalui sampel tinja. Pengobatan akan disarankan sesuai dengan kondisi yang dialami penderita.

Bagi yang mengalami infeksi ringan, maka pengobatan bisa dilakukan dirumah dengan mengkonsumsi air putih, jus buah atau juga minuman soda bening secara cukup untuk mencegah dehidrasi. Hindarilah jus apel, pir, kopi dan juga minuman beralkohol selama proses pemulihan.

Selain itu juga, konsumsilah makanan-makanan yang berkuah atau ringan ketika gejala masih terasa, dilanjutkan dengan makanan-makanan yang rendah serat seperti nasi, telur atau roti ketika kondisi mulai membaik. Hindarilah makanan yang mengandung susu, berserat tinggi, lemak atau makanan yang berbumbu supaya gejala tidak memburuk.

Infeksi E. coli, baik itu pada kandung kemih (cystitis) maupun juga saluran cerna, biasanya tidak perlu diberikan antibiotik. Penderita hanya perlu mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang banyak untuk menggantikan cairan-cairan yang hilang akibat diare dan muntah-muntah, serta istirahat secukupnya.

Untuk mengatasi masalah dehidrasi pada seorang anak yang mengalami diare, oralit bisa membantu memulihkan cairan didalam tubuh mereka. Selain itu juga, oralit ini berfungsi menggantikan natrium, kalium dan glukosa yang hilang dari dalam tubuh. Jangan memberikan obat-obatan antidiare yang bisa melambatkan sistem pencernaan dikarenakan obat tersebut akan mencegah terbuangnya racun keluar dari dalam tubuh.

Jika infeksi E. coli yang terjadi sangat serius dan menyebabkan sindrom hemolitik uremik, penderitanya biasanya perlu mendapatkan sebuah perawatan intensif di rumah sakit.

Komplikasi Infeksi E. coli

Meskipun jarang, penderita infeksi E. coli sangat berpotensi mengalami komplikasi yang dinamakan sindrom uremik hemolitik (HUS). Sindrom ini bisa memicu terjadinya gagal ginjal serta membahayakan nyawa penderitanya jika tidak segera diobati.

Selain itu juga, anak-anak umumnya lebih rentan untuk mengalami komplikasi infeksi E. coli dikarenakan ketidakmampuan mereka dalam bertahan ketika kekurangan cairan dan darah yang keluar melalui muntah maupun diare.

Pencegahan Infeksi E. coli

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah infeksi bakteri E. coli ini, diantaranya:

  • Mencuci tangan setelah menyentuh hewan atau bekerja dilingkungan dengan banyak hewan atau binatang.
  • Mencuci tangan sampai bersih sebelum memasak, menyajikan atau mengkonsumsi makanan.
  • Mencuci buah dan sayur sampai bersih sebelum dikonsumsi.
  • Hindari kontaminasi silang dengan cara memisahkan peralatan masak dengan makan yang bersih dengan yang kotor.
  • Jauhkan daging mentah dari makanan-makanan matang dan benda-benda bersih lainnya.
  • Memasukkan makanan-makanan sisa ke lemari pendingin supaya tidak terjangkit bakteri.
  • Hindarilah mengkonsumsi susu mentah atau susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Jangan menyiapkan atau juga memasak makanan jika anda sedang mengalami diare.
  • Sering mencuci tangan, yang terutama setelah keluar dari toilet.
  • Tidak meminum air dari kolam renang.


Demikian info Penjelasan Tentang E-Coli ini. Nah, kini setelah dibahasnya ulasan tentang pengertian atau penjelasan E. coli ini, tentunya anda beerta pengunjung lainnya bisa lebih mengerti tentang apa itu E. coli. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Komplikasi Saluran Kemih

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih - Alodokter, Komplikasi Infeksi Saluran Kemih, Komplikasi Infeksi Saluran Kemih - Klinik Utama Gracia, Komplikasi Akibat Infeksi Saluran Kemih | Artikel Tentang Kesehatan

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih - Tanganilah secepatnya apabila anda mulai merasakan gejala-gejala infeksi saluran kemih (ISK). Jika infeksi saluran kemih dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya suatu pengobatan, yang terutama jika anda sering mengalami infeksi saluran kemih, bukan tidak mungkin infeksi saluran kemih ini bisa menimbulkan komplikasi seperti:


  • Gangguan pada ginjal. Ketika seseorang terkena masalah infeksi pada kandung kemihnya, bakteri bisa naik dan bahkan masuk ke organ tubuh lainnya seperti ginjal. Jika terjadi seperti ini, maka orang tersebut akan beresiko untuk terkena infeksi ginjal (pyelonephritis) dengan gejala-gejala yang berupa nyeri punggung, demam, menggigil hingga mual. Infeksi ginjal yang tidak segera ditangani akan bisa mengarah kepada kerusakan permanen pada organ ginjal tersebut.
  • Sepsis. Komplikasi ini terjadi saat infeksi menyebar luas ke aliran darah. Sepsis sendiri termasuk kondisi yang sangat mematikan.
  • Penyempitan uretra (pada pria)
  • Wanita hamil yang beresiko melahirkan prematur dan bayi yang terlahir dengan berat badan sangat rendah.


Komplikasi-komplikasi di atas ini jika tidak segera ditangani dengan serius, maka kemungkinan besar akan menyebabkan saluran kemih atau saluran kencing anda terinfeksi dengan cukup parah. Masalah komplikasi infeksi saluran kemih ini masyarakat masih belum memahami akan bahaya dari gangguan infeksi saluran kemih. Dan bahkan faktor penyebab infeksi saluran kemih sendiri sangat susah untuk dideteksi bagi masyarakat umum.

Demikian info kesehatan terkait dengan Komplikasi Infeksi Saluran Kemih ini. Semoga artikel di atas dapat memberikan manfaat positif bagi pengunjung disini. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com