Tampilkan postingan dengan label Update. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Update. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 April 2018

Pengertian tentang Kutil

Kutil - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Kutil - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Apa itu Kutil: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati, Penyakit Kutil

Penjelasan tentang Kutil - Kutil adalah salah satu masalah kesehatan kulit yang pada umumnya ditandai dengan adanya benjolan kecil bertekstur kasar yang muncul diatas permukaan kulit. Kutil sendiri disebabkan oleh 'human papilloma virus atau disingkat HPV'. Jenis virus yang menyerang lapisan kulit ini membuat produksi keratin atau juga protein keras menjadi meningkat pesat, sehingga melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Kelebihan keratin ini kemudian akan menumpuk dibagian atas kulit dan membentuk testur baru yang disebut dengan kutil.

Virus penyebab kutil bisa menular dengan sangat mudah. Penularan kondisi ini bisa terjadi jika seseorang bersentuhan secara langsung dengan kulit penderita atau juga benda yang terkontaminasi virus HPV. Meski demikian, tidak semuanya orang yang bersentuhan dengan virus HPV ini akan menyebabkan gejala kutil. Hal ini sangat dipengaruhi imunitas tubuh masing-masing. Oleh sebab itu, penderita yang imunitas tubuhnya bermasalah seperti HIH/AIDS atau yang baru saja melakukan transplantasi organ, akan rentan untuk terkena penyakit ini.

Selain orang-orang yang dengan sistem kekebalan tubuhnya rendah, anak-anak serta remaja pun juga lebih rantan untuk terkena kutil.

Gejala kutil

Pada umumnya, bentuk kutil itu menonjol ke atas seperti bulatan yang mempunyai permukaan kasar. Selain menyerupai bulatan yang kasar, ada juga yang bentuknya tampak memanjang dan tipis. Kutil juga bisa berkembang ditelapak kaki yang berlubang ditengah yang disekitarnya dikelilingi kulit yang mengeras.

Diameter kutil itu bisa berkisar antara 0,1 sampai 1 sentimeter. Kutil bisa muncul ditangan atau dibawah permukaan kaki. Meskipun demikian, kutil bisa muncul dipermukaan kulit mana saja.

Kutil merupakan suatu kondisi yang tidak bersifat kanker. Tampilannya mungkin akan lebih susah dibedakan dengan beberapa kondisi kulit lainnya. Oleh karena itulah, kunjungi dokter supaya bisa dilihat dan ditangani.

Pengobatan kutil

Meskipun sebagian besar kasus kutil itu bisa membaik dengan sendirinya, tetapi langkah-langkah pengobatan tetap perlu dilakukan, yang terutama jika kutil tersebut sudah menyebar ke bagian tubuh yang lainnya. mulai menimbulkan rasa sakit dan bahkan menyebabkan pendarahan.

Sebagian besar kutil bisa hilang dengan sendirinya tanpa harus adanya pengobatan (diobati), tetapi ini bisa memakan waktu sampai beberapa minggu atau bahkan juga beberapa bulan.

Ada baiknya kita mencoba menangani kutil dirumah dengan cara mengoleskan salep atau plester yang mengandung asam salisilat yang bisa dibeli tanpa memerlukan resep dokter untuk mempercepat proses penyembuhan. Sedangkan metode penghilangan kutil dengan cara menempelkan pita perekat pada kutil sampai sekarang belum terbukti keberhasilannya.

Apabila kutil tidak kunjung sembuh setelah diobati, disarankan anda untuk menemui dokter segera guna mendapatkan pengobatan yang terbaik. Metode pengobatan kutil yang biasanya dilakukan oleh dokter itu bisa bermacam-macam, dimulai dari pemberian krim kulit dengan kandungan zat yang lebih kuat, cryotherapy atau pembekuan area kulit yang sakit dengan nitrogen, sampai menggunakan terapi laser.

Nah, mungkin itu saja informasi mengenai Penjelasan tentang Kutil tersebut. Mudah-mudahan pengunjung dan anda bisa mendapatkan manfaat dari menyimak artikel yang kami buatkan khusus anda disini. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang HPV

HPV - Gejala, penyebab dan mengobati, Apa Itu HPV dan Kenapa Kita Harus Waspada?, Penyakit Human Papillomavirus (HPV): Obat, Gejala, Human papillomavirus (HPV), Pengertian, Penyebab, Pencegahan

Penjelasan tentang HPV - Human papillomavirus atau HPV adalah jenis virus yang bisa menyebabkan tumbuhnya kutil diberbagai bagian tubuh. Virus ini hidup pada sel-sel kutil dan mempunyai lebih dari 100 jenis. Ada sekitar 60 jenis HPV penyebab kutil yang biasanya menginfeksi bagian-bagian tubuh seperti tangan dan kaki, sementara 40 lainnya memicu munculnya kutil kelamin.

Tidak semuanya HPV bisa menyebabkan kanker. Tetapi ada beberapa jenis HPV yang sangat berbahaya, seperti HPV 16 dan HPV 18 yang berpotensi besar memicu terjadinya kanker serviks. WHO telah memperkirakan sekitar 70% kanker serviks disebabkan oleh kedua jenis HPV tersebut.

Saat ini terdapat dua jenis vaksin HPV yang sudah terdistribusi diseluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Vaksin jenis bivalen dan juga kuadrivalen ini terbukti sangat efektif untuk mencegah infeksi HPV, termasuk juga mencegah kejadian kanker serviks. Maka dari itulah, vaksinasi HPV ini sangat disarankan sekali untuk kelompok wanita usia remaja, yang terutama usia 9-14 tahun.

Cara Penularan HPV

Sebagian besar penularan HPV ini terjadi akibat adanya sentuhan langsung kulit ke kulit dengan pengidapnya. Demikian pula dengan benda-benda yang terkontaminasi virus HPV.

Hubungan intim (seks) juga termasuk salah satu sarana penularan virus HPV pada kelamin. Misalnya saja melalui kontak langsung dengan kulit kelamin, pertukaran cairan  tubuh, membran mukosa, dan seks oral atau anal.

Gejala dan Jenis Kutil Akibat HPV

HPV ini cenderung tidak menimbulkan tanda atau gejala, sehingga jarang sekali disadari oleh pengidapnya. Sistem kekebalan tubuh kita sendiri juga biasanya akan memberantas infeksi HPV sebelum virus tersebut menyebabkan gejala, sehingga tidak membutuhkan penanganan.

Tetapi jika tubuh kita tidak berhasil memberantasnya, maka infeksi HPV dengan jenis tertentu sangat berpotensi menyebabkan kanker serviks. Karena itulah, para wanita dianjurkan untuk selalu memeriksakan kesehatan mereka dan menjalani vaksin pencegahan HPV.

Jika infeksi HPV sampai pada tahap yang menimbulkan gejala, indikasi utama adalah tumbuhnya kutil. Jenis kutil sendiri terbagi ke dalam 5 kategori, yaitu:

  1. Kutil biasa yang umumnya berupa benjolan bulat dan kasar.
  2. Kutil plantar atau mata ikan. Kutil jenis ini berbentuk rata dan dengan lubang ditengahnya yang terkadang disertai adanya titik warna hitam.
  3. Kutil datar (flat wart), bentuknya seperti bekas cakaran di kulit. Warnanya beragam, bisa cokelat kekuning-kuningan atau juga merah muda.
  4. Kutil filiform, biasanya berupa bintil daging tumbuh dan dengan warna yang sama seperti kulit.
  5. Kutil periungual. Jenis kutil ini biasa tumbuh di kaki dan juga tangan, bentuknya pecah-pecah seperti kembang kol dan menebal di lempeng kuku.


Sementara kutil kelamin sendiri umumnya bisa berupa lesi datar dan bentol dengan permukaan pecah-pecah yang mirip sekali dengan kembang kol. Kutil ini akan menyebabkan rasa gatal-gatal, tetapi jarang terasa sakit.

Faktor Resiko dalam Infeksi HPV

Infeksi HPV ini sangat mudah menular dan bisa terjadi kepada siapapun. Terdapat sejumlah faktor-faktor yang berpotensi meningkatkan resiko seseorang untuk terkena virus ini. Faktor-faktor resiko tersebut meliputi:

  • Sering berganti pasangan. Berhubungan intim (seks) dengan lebih dari satu pasangan akan meninggikan resiko anda.
  • Berbagi pemakaian barang pribadi. Misalnya seperti saputangan, handuk atau kaos kaki.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Misalnya mengidap HIV/AIDS atau menjalani kemoterapi.
  • Kulit rusak. Contohnya luka bakar.
  • Umur. Kutil biasa umum diderita oleh anak-anak, sementara kutil plantar dan kelamin lebih sering terjadi kepada remaja dan juga kalangan dewasa muda.
  • Tidak menjaga kebersihan. Misalnya ke kamar mandi umum tanpa mengenakan alas kaki.


Proses Diagnosis Infeksi HPV

Diagnosis infeksi HPV yang paling utama adalah melalui pemeriksaan pada kutil. Jika tidak ada kutil yang muncul, maka dokter pun akan menganjurkan beberapa tes untuk membantu proses diagnosis. Jenis-jenis pemeriksaan yang mungkin akan dijalani pasien bisa berupa:

  • Tes larutan asam asetat. Kutil dibagian genital yang terinfeksi oleh virus HPV akan berubah menjadi putih setelah diolesi dengan larutan asam asetat, sehingga akan mudah terdeteksi.
  • Pap smear dan tes DNA. Dalam tes ini, dokter pun akan mengambil sampel sel-sel dari serviks dan juga vagina untuk diperiksa di laboratorium. Tes Pap smear ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi keabnormalan sel serviks yang bisa berubah menjadi kanker.


Metode Pengobatan Infeksi HPV

Setelah diagnosis positif, maka terdapat 2 metode medis yang bisa anda pilih, yakni penanganan dengan menggunakan obat atau dengan melakukan prosedur operasi.

Penanganan yang melalui obat umumnya menggunakan jenis obat oles dan itu membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menghilangkan kutil. Beberapa contoh jenis obat oles untuk mengatasi kutil, antara lain:

  • Asam salisilat yang fungsinya mengikis lapisan kutil secara bertahap.
  • Asam trikloroasetat yang akan membakar protein dalam sel-sel kutil.
  • Imiquimod yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap HPV.
  • Podofilox yang bekerja dengan mengancurkan jaringan-jaringan pada kutil kelamin.


Selain obat oles, kutil tersebut juga bisa diatasi dengan cara metode operasi yang meliputi cryotherapy bedah listrik, operasi pengangkatan serta bedah laser.

Beberapa jenis HPV sendiri bahkan bisa memicu perubahan abnormal pada sel-sel serviks. Perubahan yang tidak segera terdeteksi dan juga ditangani, ini bisa berkembang menjadi penyakit kanker serviks. Meskipun sangat jarang, perubahan abnormal pada sel-sel penis dan anus ini juga termasuk komplikasi yang bisa ditimbulkan infeksi HPV. (Baca juga : Faktor Penyebab munculnya Kanker Serviks)

Langkah Pencegahan Infeksi HPV
Kutil memang bisa hilang tanpa penanganan yang khusus, tetapi bukan berarti virus HPV tersebut juga ikut lenyap. Virus ini akan tetap sembunyi dalam tubuh pengidap dan bisa menularkannya kepada orang lain.

Langkah utama pencegahan infeksi HPV ialah vaksinasi. Cervarix, Gardasil dan Gardasil 9 merupakan jenis-jenis vaksin HPV yang bisa membantu mencegah kutil kelamin dan juga kanker serviks.

Vaksin ini umumnya dianjurkan bagi para remaja perempuan dan bisa diberikan sejak usia masih 10 tahun sampai usia 26 tahun.

Di samping vaksinasi, terdapat sejumlah langkah-langkah pencegahan yang mungkin saja berguna. Langkah-langkah sederhana tersebut ini meliputi:

  • Hindari menyentuh kutil secara langsung. Segeralah mencuci tangan dengan menggunakan sabun apabila tidak sengaja anda menyentuh kutil.
  • Jangan berganti-ganti pasangan, dan setialah kepada pasangan anda.
  • Gunakan kondom setiap kali berhubungan intim (seks). Meskipun tidak sepenuhnya efektif, namun langkah ini bisa mengurangi resiko penularan.
  • Menjaga kebersihan, misalnya saja mengenakan alas kaki di tempat umum yang lembap seperti tepi kolam renang dan memakai kaos kaki yang bersih.
  • Hindari berbagi pemakaian barang pribadi, seperti gunting kuku atau pisau cukur.


Demikianlah informasi mengenai Penjelasan tentang HPV tersebut. Semoga dengan menyimak ulasan dalam artikel ini bisa memberikan pelajaran penting terkait pentingnya menjaga kesehatan tubuh seutuhnya. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Selasa, 10 April 2018

Pengertian Kanker Serviks

Kanker Serviks - Gejala, penyebab dan mengobati, 11 Gejala Kanker Serviks yang Paling Mudah Dikenali Gejala Kanker, Kanker Serviks - Gejala, Penyebab, Pengobatan, Definisi dan Pengertian Kanker Serviks

Kanker Serviks - Kanker serviks adalah jenis kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim wanita sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari miss V (vagina). Semua wanita dari berbagai usia beresiko menderita kanker serviks. Tetapi, penyakit ini lebih cenderung mempengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Di tahap awal, penyakit ini biasanya tidak memiliki tanda atau gejala apapun. Gejala kanker serviks yang paling sangat umum terjadi yaitu pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, diluar masa menstruasi atau juga setelah menopause. Meskipun terjadi pendarahan, belum berarti anda menderita penyakit kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi anda, segeralah tanyakan pada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Penderita Kanker Serviks di Indonesia

Di tahun 2014, WHO menyatakan terdapat lebih dari 92 ribu lebih kasus kematian pada penduduk wanita akibat penyakit kanker. Sebesar 10,3% merupakan jumlah kematian akibat penyakit kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks berjumlah hampir sebanyak 21 ribu.

Sejak tahun 2000 sampai tahun 2012, semakin muda usia seorang wanita yang terserang penyakit kanker serviks, yakni kisaran usia 21-22 tahun ditahun 2000 dan mencapai usia dibawah 20 tahun pada tahun 2012. Penelitian WHO menyingkapkan kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di Indonesia. Khususnya untuk skrining kanker serviks yakni sitologi serviks dan ulasan asam asetat, secara umum belum tersedia di pusat kesehatan primer pada tahun 2014.

Hal ini ikut berpengaruh pada jumlah kematian kanker serviks di Indonesia yang tergolong sangat tinggi karena sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Biasanya, kanker sudah menyebar luas ke organ lain didalam tubuh saat seseorang memeriksakan kondisinya. Inilah penyebab pengobatan yang dilakukan menjadi semakin sulit.

Human Papillomavirus sebagai Penyebab Utama Kanker Serviks

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis-jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan juga alat kelamin. Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tetapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan bisa menjadi penyebab munculnya kanker serviks.

Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yakni HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus tersebut ini yang menyebabkan 70% kasus kanker serviks. Banyak kaum wanita tidak menyadari telah terinfeksi, karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. Penting sekali untuk menyadari bahwa infeksi ini sering terjadi, meski banyak kaum wanita yang terinfeksi tidak mengalami kanker.

Kondom bisa melindungi Anda dari HPV ketika berhubungan seks, tetapi tidak selalu sempurna dalam mencegah terjadinya infeksi. Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh seorang wanita mencegah virus untuk melukai rahim, namun pada sebagian wanita, virus HPV ini bisa bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.

Vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang beresiko menyebabkan kanker sudah tersedia. Vaksinasi HPV yang saat ini ada ialah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18; vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18; atau juga vaksin nonavalen untuk 9 jenis HPV yakni 4 jenis ditambah 31,33, 45, 52, dan 58.

Pentingnya Langkah Screening untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Selama bertahun-tahun, sel-sel pada permukaan leher rahim mengalami banyak sekali perubahan. Sel-sel ini bisa secara perlahan-lahan berubah menjadi kanker, tetapi sebenarnya perubahan sel di leher rahim bisa dideteksi sejak dini. Pengobatan saat sel-sel masih dalam tahap pra-kanker bisa dilakukan supaya resiko terkena kanker serviks bisa berkurang.

Screening untuk kanker serviks juga dikenal dengan sebutan pap smear atau tes smear. Pap smear sendiri berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Ketika melakukan pap smear, sampel sel diambil dari leher rahim dan diperiksa dibawah mikroskop.

Screening serviks bukanlah sebuah tes untuk mendiagnosis kanker serviks. Tes ini sangat berguna untuk memeriksakan kesehatan sel-sel di leher rahim dan juga mendeteksi jika ada sel-sel yang abnormal. Dengan deteksi dan pengangkatan sel-sel abnormal, kanker serviks bisa dicegah secara maksimal. Pada kebanyakan wanita, tes akan menunjukkan hasil yang normal. Tetapi sekitar 5% tes menunjukkan adanya perubahan abnormal pada sel leher rahim.

Perubahan ini kebanyakan tidak berujung pada kanker, dan sel-sel abnormal mungkin masih bisa kembali normal dengan sendirinya. Tetapi, pada beberapa kasus tertentu, sel-sel yang bersifat abnormal perlu diangkat karena sangat berpotensi berubah menjadi kanker.

Hasil tes smear yang abnormal tidak berarti seseorang menderita penyakit kanker serviks. Kebanyakan hasil abnormal disebabkan oleh infeksi atau juga adanya sel beresiko kanker yang bisa ditangani dengan mudah. Disarankan pada kaum wanita yang telah aktif secara seksual dan berusia 25-49 tahun diperiksa setiap tiga tahun sekali. Sedangkan wanita yang berusia 50-64 tahun bisa diperiksa setiap lima tahun sekali. Hubungi dokter untuk mencari tahu lebih banyak mengenai pemeriksaan ini.

Tingkat Stadium Menentukan Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan kanker serviks sendiri tergantung pada beberapa faktor. Penyakit kanker serviks bisa diobati dengan menjalani operasi jika diagnosis dilakukan pada tingkat awal. Pada beberapa kasus, hanya serviks saja yang diangkat dan rahim bisa dibiarkan saja. Pada kondisi yang jauh lebih serius, rahim perlu diangkat seluruhnya. Proses operasi untuk pengangkatan rahim itu disebut sebagai histerektomi.

Sedangkan prosedur radioterapi merupakan langkah alternatif untuk kanker serviks stadium awal. Pada kasus yang tertentu, radioterapi juga bisa dijalankan secara berdampingan dengan operasi. Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut, biasanya dirawat dengan metode kombinasi radioterapi dan kemoterapi. Beberapa penanganan bisa memiliki efek samping yang cukup berat dan jangka panjang, termasuk diantaranya adalah menopause dini dan juga kemandulan.

Komplikasi Akibat Kanker Serviks
Komplikasi sering terjadi kepada kaum wanita yang menderita penyakit kanker serviks. Komplikasi itu bisa muncul sebagai akibat langsung dari kanker atau juga efek samping dari pengobatan yang dilakukan. Misalnya saja karena radioterapi, kemoterapi atau operasi. Komplikasi dari kanker serviks ialah:

  • Komplikasi ringan; pendarahan kecil pada miss V (vagina) atau juga sering kencing.
  • Komplikasi berat; pendarahan yang parah dan bahkan gagal ginjal.


Harapan Hidup Bagi Penderita Kanker Serviks
Masa depan bagi pengidap kanker serviks ditentukan oleh diagnosis stadium kanker serviks yang diterima. Stadium kanker serviks sendiri bertahap dari satu sampai stadium empat, dimana stadium ini menggambarkan mengenai tingkat perkembangan dan juga penyebaran kanker. Angka harapn bertahan untuk hidup setidaknya lima tahun setelah penderita didiagnosis penyakit kanker serviks, dikelompokkan kedalam stadium:


  • Stadium 1 =  80% - 99%
  • Stadium 2 = 60% - 90%
  • Stadium 3 = 30% - 50%
  • Stadium 4 = 20%


Tak ada satu cara khusus apapun untuk melakukan pencegahan terhadap kanker serviks. Akan tetapi, masih ada beberapa cara efektif untuk mengurangi resiko terkena kanker ini.

Terima kasih anda sudah menyimak artikel tentang penjelasan penyakit Kanker Serviks ini, mudah-mudahan saja dengan mengetahui pembahasan dalam artikel ini bisa memberikan manfaat yang baik khususnya bagi para kaum perempuan...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Jumat, 06 April 2018

Pengertian Tentang Sepsis

Sepsis - Gejala, penyebab dan mengobati, Sepsis : Sepsis adalah - Gejala - Penyebab, Sepsis : Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan, Apa itu Sepsis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Penjelasan Tentang Sepsis - Sepsis adalah kondisi sakit parah yang diakibatkan peradangan seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi, hal ini terjadi ketika aliran darah dipenuhi oleh zat kimia yang dilepaskan oleh tubuh dengan tujuan untuk melawan infeksi tersebut, tetapi upaya sistem imun ini justru bisa memicu respon inflamasi seluruh tubuh dan juga memicu kerusakan beberapa sistem organ, menyebabkan organ-organ penting gagal bekerja.

Banyak sekali yang mengira bahwa sepsis ini sama dengan septikemia atau infeksi darah, pemahaman yang seperti ini sangat kurang tepat dikarenakan pada sepsis infeksi tidak hanya terjadi pada darah saja, namun juga organ-organ diseluruh tubuh. Adapun septikemia ialah suatu kondisi yang terjadi akibat masuknya bakteri-bakteri ke aliran darah yang bisa memicu sepsis.

Waspadalah, siapa saja bisa mengalami sepsis, tetapi umumnya dialami oleh orang-orang yang usia lanjut atau orang dengan sistem kekebalan tubuhnya yang lemah. Jika pengobatan dini segera dilakukan, biasanya dengan antibioktik dan juga sejumlah besar cairan infus, maka kesempatan untuk bertahan hidup bisa jauh lebih baik lagi.

Sepsis
Seseorang telah dikatakan mengalami masalah sepsis, jika mereka menunjukkan setidaknya dua dari kriteris sepsis seperti berikut ini, dan ditambah adanya infeksi pada tubuh:

  • Suhu tubuh diatas 101 F (38,3 C) atau dibawah 96,8 F (36 C)
  • Denyut jantung lebih cepat dari 90/menit
  • Laju pernapasan lebih cepat dari 20 kali dalam per menit


Sepsis berat
Seseorang telah dikatakan masuk kedalam sepsis berat, jika kriteria diatas telah terpenuhi dan disertai dengan minimal salah satu gejala-gejala seperti berikut ini:

  • Cairan urin yang keluar hanya sedikit, atau penurunan output urine
  • Status mental, mental mendadak berubah, misalnya saja kesadaran menurun
  • Penurunan jumlah trombosit
  • Sulit untuk bernapas
  • Ketidaknormalan fungsi jantung dalam memompa darah
  • Sakit perut


Syok septik
Seseorang bisa didiagnosis syok sepsis jika mengalami sepsis yang berat dan ditambah dengan tekanan darah yang sangat rendah yang tidak bisa diatasi dengan pemberian cairan (infus) sederhana.

Kasus sepsis yang paling sering dialami oleh orang-orang yang dirawat dirumah sakit. Orang-orang di unit perawatan intensif (ICU) sangat rentan terhadap infeksi yang kemudian bisa menyebabkan sepsis.

Meskipun sepsis ini adalah penyakit yang berpotensi mengancam nyawa seseorang, tetapi kondisi ini berkisar dari ringan sampai berat. Pada kasus sepsis yang ringan kemungkinan selamat lebih tinggi. Sedangkan pada kasus sepsis yang berat seperti syok septik ini memiliki tingkat kematian 50%.

Syok septik atau sepsis berat juga bisa menyebabkan komplikasi. Gumpalan darah bisa membentuk diseluruh tubuh. Gumpalan darah ini akan menghambat aliran darah dan oksigen ke organ-organ vital serta bagian tubuh lainnya. Hal ini bisa meningkatkan resiko kegagalan organ serta kematian jaringan.

Berbagai Penyebab Sepsis

Semua jenis infeksi baik itu bakteri, virus maupun juga jamur bisa menyebabkan sepsis, tetapi kondisi infeksi yang paling seringkali menyebabkan sepsis yaitu sebagai berikut ini:

  • Pneumonia atau paru-paru basah
  • Infeksi ginjal
  • Infeksi perut
  • Infeksi darah (bakteremia)


Faktor pendukungnya antara lain ialah:

  • Lansia dan anak-anak. Lansia diatas usia 65 tahun merupakan kelompok usia yang lebih rentan untuk mengalami sepsis. Anak kecil juga rentan sekali mengalami sepsis dikarenakan sistem imun mereka yang belum berkembang sepenuhnya.
  • Bakteri Resisten. Banyak sekali jenis bakteri yang sudah kebal dan bisa melawan efek dari antibiotik yang sudah pernah digunakan untuk membunuh bakteri kerabatnya. Bakteri yang resisten terhadap antibiotik seringkali menjadi akar penyebab infeksi yang mana akhirnya bisa memicu sepsis.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuhnya lemah, misalnya bagi penderita HIV, menjalani pengobatan kanker atau juga obat-obatan transplantasi.
  • Memiliki luka atau cidera seperti luka bakar.
  • Sudah sangat sakit, sering di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit.
  • Memakai perangkat invasif, seperti kateter intravena.


Diagnosis

Apabila anda memiliki gejala sepsis, maka dokter akan merekomendasikan tes untuk memastikan dan menentukan tingkat keparahan infeksi yang anda alami. Salah satu tes yang pertama dilakukan ialah tes darah. Darah akan diperiksa untuk mengetahui kondisi terkait sebagai berikut ini:

  • Infeksi
  • Masalah pembekuan
  • Masalah fungsi hati dan fungsi ginjal
  • Penurunan jumlah oksigen
  • Ketidakseimbangan mineral yang disebut 'elektrolit' yang mempengaruhi jumlah air didalam tubuh serta keasaman (pH) darah


Tergantung pada gejala yang dialami anda dan berdasarkan hasil tes pemeriksaan darah, lebih lanjut lagi dokter bisa menganjurkan pemeriksaan jika diperlukan, termasuk:

  1. Tes urine (memeriksa bakteri didalam urin)
  2. Tes sekresi luka (memeriksa luka yang terbuka untuk infeksi)
  3. Tes sekresi lendir (mengidentifikasi kuman yang menyebabkan infeksi)


Apabila dokter tidak bisa menentukan sumber infeksi dengan menggunakan tes-tes seperti di atas, maka dokter pun akan menganjurkan pemeriksaan yang bertujuan untuk melihat atau memantau organ-organ didalam tubuh, beberapa pilihan tes pemeriksaan antara lain seperti:

  • Sinar-X atau Rongsen untuk melihat kondisi organ paru-paru dan tulang
  • Computed tomography (CT) scan untuk melihat kemungkinan infeksi di usus buntu, pankreas atau daerah usus
  • Ultrasound (USG) untuk melihat infeksi dikandung empedu atau ovarium
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang bisa mengidentifikasi infeksi jaringan lunak


Pengobatan Sepsis

Sepsis bisa dengan cepat berkembang menjadi syok septik dan bahkan kematian jika tidak segera diobati. Dokter akan menggunakan sejumlah obat-obatan untuk mengobati sepsis, termasuk:

  • Antibiotik melalui IV atau langsung disuntikkan ke pembuluh darah untuk melawan infeksi. Pengobatan dengan antibiotik sendiri harus dimulai segera, dalam waktu enam jam pertama. Awalnya akan diberikan antibiotik spektrum luas, yang efektif terhadap berbagai jenis bakteri. Setelah mempelajari hasil tes darah, maka dokter mungkin akan beralih ke antibiotik yang berbeda yang lebih tepat terhadap bakteri penyebab infeksi.
  • Obat vasoaktif ini untuk meningkatkan tekanan darah. Disebut juga sebagai agen vasopresor. Jika tekanan darah seseorang tetap begitu rendah dan bahkan setelah menerima cairan infus, maka mungkin akan diberikan obat-obatan vasopressor ini yang bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah serta membantu meningkatkan tekanan darah.
  • Insulin untuk menstabilkan gula darah
  • Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
  • Obat penghilang rasa sakit


Sepsis berat sendiri mungkin juga memerlukan sejumlah besar cairan IV (infus) dan respirator untuk bernafas. Dialisis atau cuci darah mungkin diperlukan apabila ginjal juga ikut terkena. Kita tahu bahwa ginjal itu berperan untuk penyaring limbah yang berbahaya dalam darah serta mengatur keseimbangan garam atau elektrolit dan juga cairan. Cuci darah dimaksudkan untuk menggantikan fungsi ginjal tersebut, karena ginjal sedang terganggu fungsinya.

Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan guna menghilangkan sumber infeksi, termasuk juga menguras abses nanah atau menghapus jaringan yang terinfeksi.

Sangat penting sekali untuk diingat bahwa sepsis ini adalah keadaan darurat medis yang setiap menit dan jam-nya bisa menyebar dengan begitu cepat. Oleh sebab itulah, apabila ada yang mengalami gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, maka segeralah memeriksakan diri anda ke dokter atau rumah sakit.

Terima kasih sudah mau menyimak artikel Penjelasan Tentang Sepsis ini, dan semoga para penyimak mendapatkan manfaat serta pengetahuan tambahan terkait kesehatan. Sekali lagi terima kasih banyak atas kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal - Gejala, penyebab dan mengobati, Infeksi Ginjal: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Ciri, Gejala Dan Tanda Penyakit Infeksi Ginjal, Apakah Infeksi Ginjal Bisa Sembuh Atau Tidak?

Infeksi Ginjal - Infeksi ginjal (pielonefritis) adalah jenis penyakit yang sangat menyakitkan dan tentu saja tidak menyenangkan. Hal ini terjadi akibat adanya infeksi oleh bakteri terhadap salah satu atau kedua ginjal.

Jika penyakit ini segera diobati, maka infeksi ginjal tidak akan menimbulkan bahaya-bahaya yang serius meskipun tetap teraa tidak nyaman. Jika infeksi ginjal tidak segera diobati, maka kondisinya bisa lebih buruk lagi dan bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal secara permanen. Infeksi ginjal lebih serius daripada infeksi saluran kemih atau saluran kemih.

Apa Gejala Infeksi Ginjal?

Gejala pielonefritis ini adalah sakit atau nyeri bagian panggul tepatnya di area flank (bagian belakang antara tulang rusuk dengan pinggul) disertai dengan demam, dan masalah saat berkemi: Sering merasa ingin kencing yang mendesak atau nyeri saat buang air kecil.

Gejala infeksi ginjal lainnya yaitu berupa mual dan muntah. Bahkan pada kasus yang cukup berat bisa menyebabkan kehilangan kesadaran karena sepsis dan shock. Ini merupakan suatu kondisi yang sangat serius dan bisa mengancam nyawa seseorang.

Karena bisa mengancam nyawa seseorang, maka penting sekali bagi kita untuk mencari perawatan medis sesegera mungkin jika memiliki gejala-gejala yang menunjukkan infeksi ginjal. Perlu diperhatikan juga bahwa banyak sekali masalah lain di panggul dan perut yang bisa menyebabkan gejala yang sangat mirip sekali dengan gejala pielonefritis seperti di atas tersebut, misalnya saja batu ginjal atau apendistis (usus buntu). Hal ini perlu langkah pemeriksaan oleh dokter.

Apa Penyebab Infeksi Ginjal

Pielonefritis ini biasanya terjadi karena bakteri yang berasal dari luar memasuki saluran kemih atau kencing, bakteri tersebut berjalan ke kandung kemih dan menyebabkan infeksi kandung kemih jika tidak segera diobati dari sini bakteri akan naik ke atas yaitu sampailah ke ginjal hingga menimbulkan infeksi ginjal.

Sistitis sangat umum terjadi pada seorang wanita, yakni sekitar 1-3% wanita dewasa per tahun. Memang tak semuanya kasus infeksi kandung kemih itu menjalar ke ginjal dan menyebabkan pielonefritis. Infeksi ginjal terjadi sekitar 1 dalam setiap 30 kasus infeksi saluran kemih.

Resiko terkena infeksi ginjal akan meningkat selama masa kehamilan berlangsung, sumbatan pada saluran kemih, kelainan pada sistem urin, diabetes dan juga orang dengan sistem kekebalan tubuhnya yang lemah.

Bagaimana Pengobatan Infeksi Ginjal Dilakukan?

Pielonefritis yang tidak segera diobati bisa merusak ginjal dan juga menyebabkan penurunan fungsi ginjal, bahkan gagal ginjal. Hal ini bisa terjadi baik karena kerusakan infeksi terkait langsung pada ginjal atau juga karena kerusakan sekunder dari aliran darah yang tidak memadai ke ginjal ketika sepsis terjadi. Untuk itulah sangat penting sekali melakukan pengobatan segera.

Gejala akibat infeksi ginjal akan mulai mengalami perbaikan dalam satu hingga beberapa hari setelah menjalani terapi antibiotik yang efektif. Jika ternyata ada obstruksi atau juga sumbatan pada saluran kemih, maka prosedur urologi untuk mengusir obstruksi akan diperlukan untuk pengobatan.

Obat infeksi ginjal lain yang diperlukan termasuk analgesik atau obat anti nyeri yang berguna untuk meringankan rasa sakit dan juga demam yang muncul. Dokter akan memilihkan obat anti nyeri yang aman untuk ginjal.

Meskipun gejala infeksi ginjal sudah menghilang dalam beberapa hari, tetapi pemakaian antibiotik harus tetap diteruskan sampai tuntas, biasanya memerlukan waktu sebanyak dua minggu atau lebih. Hal ini sangat penting untuk benar-benar bisa mengusir bakteri dari ginjal dan juga mencegah kekambuhannya.

Pengobatan yang tidak tuntas bisa menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Pada kondisi seperti ini bakteri menjadi kebal terhadap obat-obatan yang pernah diberikan sebelumnya. Jika hal tersebut terjadi, maka diperlukan antibiotik lain yang lebih ampuh atau masih sensitif terhadap bakteri. Untuk itulah diperlukan kultur urin dan darah untuk bisa dilakukan tes sensitivitas bakteri terhadap antibiotik.

Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Ginjal?
Anda bisa mengurangi kemungkinan terkena infeksi ginjal dengan cara menjaga kandung kemih dan juga uretra supaya selalu bersih dan terbebas dari bakteri-bakteri berbahaya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut ini:

  • Minum banyak cairan
  • Tidak boleh menahan kencing
  • Pada wanita: setelah buang air besar bersihkan dengan cara mengusap dari depan ke belakang (jangan terbalik ya), karena hal ini akan membantu mencegah masuknya bakteri-bakteri yang menyebabkan sistitis dan pielonefritis ke uretra
  • Selalu buang air kecil setelah melakukan hubungan intim, hal ini bisa membantu mengusir setiap bakteri-bakteri yang mungkin terdapat pada uretra
  • Hindari juga jenis alat kontrasepsi diafragma dan busa spermisida


Semoga dengan adanya informasi tentang  pembahasan Infeksi Ginjal di atas ini bisa memberikan sedikit ilmu tentang kesehatan tubuh dan bagaimana cara mengatasi serta gejala apa saja yang bisa menyebabkan kesehatan tubuh memburuk. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Senin, 02 April 2018

Pengertian Tentang E. Coli

Escherichia coli - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, E. Coli - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, PENGERTIAN ESCHERICHIA COLI - ARTI DEFINISI PENGERTIAN, E. Coli | Kamus Kesehatan

Penjelasan Tentang E-Coli - Escherichia coli atau yang disebut juga dengan E. coli adalah jenis bakteri yang umum ditemukan di bagian dalam usus manusia. Bakteri jenis ini terdiri dari beberapa jenis dan juga sebagian besar diantaranya tidak berbahaya. Itu artinya bahwa hanya segelintir jenis dari bakteri E. coli yang bisa merugikan kesehatan manusia.

Salah satu bakteri jenis E. coli yang berbahaya ialah E. coli 0157.H7. Bakteri jenis ini bisa menyebabkan keracunan makanan dan bahkan infeksi yang cukup serius. E. coli 0157.H7 ini bisa menghasilkan racun yang bisa mampu merusak dinding pada usus kecil dan bahkan bisa mengakibatkan kram perut, diare yang bercampurkan dengan darah, hingga muntah-muntah.

Penyebab Terjadinya Infeksi E. coli

Bakteri E. coli yang sangat berbahaya bisa masuk kedalam tubuh manusia dengan melalui:

  • Makanan yang terkontaminasi. Cara yang paling umum bagi salah seorang bisa terinfeksi bakteri jenis E. coli yaitu melalui makanan-makanan yang telah terkontaminasi bakteri ini. Misalnya saja akibat mengkonsumsi daging giling yang telah tercemar bakteri E. coli dari usus hewan ternak tersebut, mengkonsumsi atau meminum susu yang tidak dipasteurisasi atau juga memakan sayur-sayuran atau yang tidak diproses dengan benar. Kontaminasi silang juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami infeksi, khususnya jika peralatan makanan atau talenan tidak dicuci dengan benar sebelum di gunakan.
  • Air yang terkontaminasi. Kotoran manusia dan juga kotoran hewan bisa mencemari air tanah dan air dipermukaan. Rumah dengan sumur pribadi akan sangat beresiko sekali tercemar bakteri E. coli dikarenakan biasanya tidak mempunyai sistem pembasmi bakteri, termasuk juga kolam renang ataupun danau.
  • Kontak langsung dari orang ke orang. Orang dewasa ataupun anak-anak yang lupa mencuci tangannya setelah buang air besar bisa menularkan bakteri jenis ini ketika orang tersebut menyentuh orang lain ataupun makanan.
  • Kontak dengan binatang. Orang-orang yang bekerja dengan hewan atau binatang, misalnya di kebun binatang atau juga yang sering melakukan kontak langsung dengan hewan peliharaannya, lebih beresiko untuk terkena infeksi bakteri E. coli. Untuk itulah, kebersihan harus selalu dijaga dengan cara sering mencuci tangan setelah melakukan kontak langsung dengan binatang tersebut.


Berikut dibawah ini beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terjangkit infeksi bakteri E. coli, diantaranya:

  • Usia. Anak-anak, ibu hamil dan juga orang yang sudah lanjut usia sangat rentan menderita penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri E. coli dan komplikasi yang lebih serius akibat bakteri ini.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penderita AIDS atau juga orang-orang yang sedang menjalani kemoterapi akan lebih beresiko untuk terkena infeksi E. coli.
  • Penurunan kadar asam dalam perut. Asam yang diproduksi lambung bisa memberikan sebuah perlindungan terhadap bakteri E. coli. Beberapa jenis obat-obatan pereda asam lambung misalnya seperti esomeprazole, lansoprazole, pantoprazole dan juga omeprazole berpotensi bisa meningkatkan resiko infeksi E. coli.


Gejala Infeksi E. coli

Gejala infeksi E. coli sendiri biasanya mulai dirasakan tiga sampai empat hari setelah tubuh terpapar oleh bakteri E. coli. Tetapi gejala bisa juga muncul dalam sehari atau bahkan seminggu kemudian. Berikut dibawah ini adalah gejala-gejala yang umumnya muncul akibat infeksi bakteri E. coli:

  • Nyeri perut
  • Diare dengan tingkat keparahan yang ringan sampai parah, dan bahkan hingga berdarah
  • Kehilangan selera nafsu makan
  • Mual dan muntah-muntah
  • Demam
  • Kelelahan


Pada umumnya infeksi E. coli ini bisa diobati dirumah dan bisa pulih dalam hitungan hari atau juga satu minggu. Tetapi, dianjurkan untuk segera menemui ahli kesehatan yakni Dokter jika seseorang mengalami gejala-gejala berat sebagai berikut ini:

  • Diare yang tidak menunjukkan tanda-tandanya membaik setelah lima hari pada orang dewasa atau selama dua hari pada seorang bayi dan anak-anak.
  • Demam disertai dengan diare.
  • Muntan-muntah selama lebih dari 12 jam. Apabila terjadi pada seorang bayi dibawah usia tiga bulan, maka segeralah temui dokter anak.
  • Munculnya gejala dehidrasi seperti jumlah urine yang menurun, merasa sangat haus sekali atau kesadaran menurun.
  • Tidak bisa mempertahankan cairan didalam tubuh.
  • Mengalami infeksi usus setelah berpegian ke luar negeri.
  • Sakit perut tidak hilang setelah buang air kecil.
  • Tinja yang bercampur dengan nanah atau juga darah.


Diagnosis dan Pengobatan Infeksi E. coli

Untuk mendiagnosa adanya infeksi bakteri ini dan racun terkait dalam tubuh pasien, dokter akan melakukan suatu tes laboratorium melalui sampel tinja. Pengobatan akan disarankan sesuai dengan kondisi yang dialami penderita.

Bagi yang mengalami infeksi ringan, maka pengobatan bisa dilakukan dirumah dengan mengkonsumsi air putih, jus buah atau juga minuman soda bening secara cukup untuk mencegah dehidrasi. Hindarilah jus apel, pir, kopi dan juga minuman beralkohol selama proses pemulihan.

Selain itu juga, konsumsilah makanan-makanan yang berkuah atau ringan ketika gejala masih terasa, dilanjutkan dengan makanan-makanan yang rendah serat seperti nasi, telur atau roti ketika kondisi mulai membaik. Hindarilah makanan yang mengandung susu, berserat tinggi, lemak atau makanan yang berbumbu supaya gejala tidak memburuk.

Infeksi E. coli, baik itu pada kandung kemih (cystitis) maupun juga saluran cerna, biasanya tidak perlu diberikan antibiotik. Penderita hanya perlu mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang banyak untuk menggantikan cairan-cairan yang hilang akibat diare dan muntah-muntah, serta istirahat secukupnya.

Untuk mengatasi masalah dehidrasi pada seorang anak yang mengalami diare, oralit bisa membantu memulihkan cairan didalam tubuh mereka. Selain itu juga, oralit ini berfungsi menggantikan natrium, kalium dan glukosa yang hilang dari dalam tubuh. Jangan memberikan obat-obatan antidiare yang bisa melambatkan sistem pencernaan dikarenakan obat tersebut akan mencegah terbuangnya racun keluar dari dalam tubuh.

Jika infeksi E. coli yang terjadi sangat serius dan menyebabkan sindrom hemolitik uremik, penderitanya biasanya perlu mendapatkan sebuah perawatan intensif di rumah sakit.

Komplikasi Infeksi E. coli

Meskipun jarang, penderita infeksi E. coli sangat berpotensi mengalami komplikasi yang dinamakan sindrom uremik hemolitik (HUS). Sindrom ini bisa memicu terjadinya gagal ginjal serta membahayakan nyawa penderitanya jika tidak segera diobati.

Selain itu juga, anak-anak umumnya lebih rentan untuk mengalami komplikasi infeksi E. coli dikarenakan ketidakmampuan mereka dalam bertahan ketika kekurangan cairan dan darah yang keluar melalui muntah maupun diare.

Pencegahan Infeksi E. coli

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah infeksi bakteri E. coli ini, diantaranya:

  • Mencuci tangan setelah menyentuh hewan atau bekerja dilingkungan dengan banyak hewan atau binatang.
  • Mencuci tangan sampai bersih sebelum memasak, menyajikan atau mengkonsumsi makanan.
  • Mencuci buah dan sayur sampai bersih sebelum dikonsumsi.
  • Hindari kontaminasi silang dengan cara memisahkan peralatan masak dengan makan yang bersih dengan yang kotor.
  • Jauhkan daging mentah dari makanan-makanan matang dan benda-benda bersih lainnya.
  • Memasukkan makanan-makanan sisa ke lemari pendingin supaya tidak terjangkit bakteri.
  • Hindarilah mengkonsumsi susu mentah atau susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Jangan menyiapkan atau juga memasak makanan jika anda sedang mengalami diare.
  • Sering mencuci tangan, yang terutama setelah keluar dari toilet.
  • Tidak meminum air dari kolam renang.


Demikian info Penjelasan Tentang E-Coli ini. Nah, kini setelah dibahasnya ulasan tentang pengertian atau penjelasan E. coli ini, tentunya anda beerta pengunjung lainnya bisa lebih mengerti tentang apa itu E. coli. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Selasa, 27 Maret 2018

Pengertian Tentang Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Faktor Penyebab Diabetes Insipidus (Diabetes) Penyebab Diabetes, Penyebab Diabetes Insipidus - Alodokter, Gejala Diabetes Insipidus - Alodokter

Penjelasan Tentang Diabetes Insipidus - Diabetes insipidus adalah suatu kondisi yang cukup langka, dengan gejala-gejala yang selalu merasa haus dan pada saat bersamaan seringkali membuang air kecil dalam jumlah yang cukup banyak. Jika sangat parah, bagi penderitanya bisa mengeluarkan air kencing tersebut sebanyak 20 liter dalam sehari. (Baca juga : Gejala Diabetes Insipidus)

Diabetes insipidus sendiri sangat berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah jenis penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula dalam darah di atas normal. Diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah tersebut.

Penyebab Diabetes Insipidus

Terjadinya gangguan diabetes insipidus ini dikarenakan gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan didalam tubuh. Hormon jenis ini dihasilkan hipotalamus, yakni jaringan khusus di otak. Hormon tersebut ini disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar pituitari sendiri akan mengeluarkan hormon antidiuretik tersebut ketika kadar air didalam tubuh terlalu rendah. ‘Antidiuretik’ berarti yang sifatnya berlawanan dengan ‘diuresis’. ‘Diuresis’ ini berarti produksi urine. Hormon antidiuretik ini bisa membantu mempertahankan air didalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Yang menyebabkan terjadinya masalah diabetes insipidus ialah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau juga ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal tersebut mengeluarkan terlalu banyak cairan dan sehingga tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi seperti ini akan selalu merasa haus dan juga minum lebih banyak dikarenakan berusaha mengimbangi banyaknya sebuah cairan yang hilang.

Diabetes insipidus terbagi menjadi dua jenis utama, yakni:

  • Diabetes insipidus kranial. Diabetes insipidus ini yang paling sangat umum terjadi. Disebabkan tubuh tidak mempunyai cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus. Kondisi seperti ini bisa disebabkan oleh kerusakan pada hipotalamus ataupun pada kelenjar pituitari. Kerusakan yang terjadi ini bisa diakibatkan oleh terjadinya infeksi, operasi, cedera otak, atau juga tumor otak.
  • Diabetes insipidus nefrogenik. Diabetes insipidus jenis yang satu ini muncul ketika tubuh mempunyai hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, tetapi organ ginjal tidak merespons terhadapnya. Kondisi semacam ini mungkin disebabkan oleh kerusakan fungsi organ ginjal atau juga sebagai kondisi keturunan. Beberapa jenis obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, misalnya seperti lithium, juga bisa menyebabkan masalah diabetes insipidus jenis ini.


Jika Anda mengalami gejala-gejala diabetes insipidus, misalnya seperti selalu merasa haus dan sering buang air kecil melebihi dari biasanya, maka sebaiknya anda segera temui dokter. Mungkin yang Anda alami saat ini bukan diabetes insipidus, tetapi akan lebih baik lagi untuk mengetahui penyebabnya.

Orang dewasa umumnya buang air kecil sebanyak 4-7 kali dalam sehari, dan sedangkan anak kecil melakukannya sampai 10 kali dalam sehari. Hal ini dikarenakan kandung kemih dari anak-anak berukuran lebih kecil. Dokter akan melakukan beberapa tes guna mengetahui faktor penyebab pastinya dan diagnosis terhadap kondisi yang dialami.

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pada diabetes insipidus kranial ini, pengobatan mungkin tidak perlu untuk dilakukan pada kasus yang ringan. Cara untuk mengimbangi jumlah cairan yang terbuang, Anda perlu mengkonsumsi air lebih banyak. Terdapat jenis obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik yakni bernama desmopressin. Jika memang diperlukan, maka Anda bisa mengkonsumsi obat tersebut.

Sedangkan untuk diabetes insipidus nefrogenik sendiri, obat yang digunakan untuk mengatasinya ialah thiazide diuretik. Obat jenis ini berfungsi menurunkan jumlah urine yang dihasilkan oleh organ ginjal.

Komplikasi Diabetes Insipidus

Rendahnya jumlah air ataupun cairan dalam tubuh dinamakan dehidrasi. Ini adalah salah satu komplikasi yang disebabkan oleh gangguan diabetes insipidus. Jika dehidrasi yang terjadi cukup ringan, maka Anda bisa minum oralit cara untuk mengatasinya. Tetapi penanganan di rumah sakit akan diperlukan apabila dehidrasi yang dialami cukup parah.

Nah, itu saja info Penjelasan Tentang Diabetes Insipidus ini. Bagi anda yang merasa memiliki gejala-gejala seperti diatas, tidak ada salahnya anda segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan anda. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Senin, 26 Maret 2018

Pengertian Tentang Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih - Gejala, penyebab dan mengobati, Infeksi saluran kemih - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Makalah Infeksi Saluran Kemih (ISK) | ID Medis - Website Kesehatan

Penjelasan Tentang Infeksi Saluran Kemih - Infeksi saluran kemih atau ISK adalah sebuah kondisi ketika organ yang termasuk kedalam sistem kemih yakni ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra mengalami infeksi. Infeksi saluran kemih bisa terjadi kepada siapa saja. Namun, karena tubuh kaum wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek, maka kaum wanita jauh lebih rentan untuk mengalami infeksi saluran kemih.

Berawal dari ginjal, kotoran didalam darah di saring dan di keluarkan dalam bentuk air urine. Lalu, urine dialirkan dari ginjal melalui ureter menuju ke tempat penampungan yang mana disebut dengan kandung kemih. Setelah ditampung, urine kemudian dibuang dari tubuh melalui saluran pelepasan yang mana disebut dengan uretra.

Berdasarkan gejalanya, gejala infeksi saluran kemih bisa dibagi menjadi dua yakni ISK bagian bawah dan ISK bagian atas. ISK bagian bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih (sistitis). Gejala dari kondisi seperti ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih ketika buang air kecil, warna urine keruh, dan bau urine tidak sedap. Sedangkan untuk ISK bagian atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan juga ginjal. Gejala dari kondisi seperti ini meliputi nyeri dibagian selangkangan, mual dan juga demam.

Penyebab infeksi saluran kemih

Sebagian besar kasus dari ISK disebabkan oleh bakteri yang bernama Escherichia coli atau E.Coli yang umumnya hidup didalam saluran cerna. Diperkirakan bakteri jenis ini masuk kedalam saluran uretra seseorang pada saat kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar turut menyentuh organ kelaminnya, maka bakteri pun bisa masuk ke saluran kemih. Dalam kasus semacam ini kaum wanita lebih rentan untuk terkena ISK, sebab jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat dan juga pintu uretra yang dekat dengan kandung kemih.

ISK bisa juga disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan intim dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi yang tertentu, misalnya pada sumbatan saluran kemih akibat batu ginjal.

Diagnosis infeksi saluran kemih

Selain memeriksakan riwayat kesehatan si pasien dan menanyakan gejala yang dirasakan, upaya mendiagnosis ISK juga bisa dilakukan dengan melalui beberapa tes untuk melihat adanya bakteri atau juga gangguan didalam organ-organ saluran kemih. Beberapa jenis tes tersebut itu diantaranya ialah tes urine dan darah, pemeriksaan dengan menggunakan CT scan, USG dan sistoskopi.

Pengobatan infeksi saluran kemih

Penyembuhan ISK bisa dilakukan dengan cara menggunakan obat-obatan antibiotik yang diresepkan oleh sang dokter. Selain antibiotik, obat pereda nyeri misalnya seperti parasetamol juga mungkin dibutuhkan untuk meredakan demam atau juga rasa sakit yang ada.

ISK yang tergolong ringan biasanya akan sembuh setelah beberapa hari dilakukan pengobatan. Akan tetapi jika tergolong cukup parah, maka penderita akan membutuhkan rawat inap beberapa hari di rumah sakit.

Komplikasi infeksi saluran kemih
Tanganilah secepatnya apabila anda mulai merasakan gejala-gejala infeksi saluran kemih. Jika ISK dibiarkan sampai berlarut-larut tanpa diobati, terutama jika anda sering mengalaminya, maka bukan tidak mungkin ISK bisa menimbulkan komplikasi yang tergolong serius, misalnya saja gangguan pada ginjal dan sepsis.

Demikian ulasan mengenai Penjelasan Tentang Infeksi Saluran Kemih tersebut. Nah, buat perempuan-perempuan yang sekiranya mendapati gejala-gejala yang disebutkan diatas, maka sebaiknya segera konsultasikan pada dokter agar bisa mengetahui apa yang terjadi dengan anda. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang Insomnia

Insomnia - Gejala, penyebab dan mencegah - Alodokter, Insomnia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Penyebab Penyakit Insomnia | Mengatasi Penyakit Insomnia

Penjelasan Tentang Insomnia - Insomnia adalah suatu kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau juga tidak bisa tidur cukup lama sesuai dengan waktu yang dibutuhkan oleh tubuh meskipun dia mempunyai kesempatan untuk melakukannya. Hal tersebut ini menyebabkan kondisi fisik si penderita insomnia menjadi tidak cukup fit untuk melakukan segala akitivitas keesokan harinya.

Tidur merupakan keadaan tidak sadar yang terjadi secara alami untuk memungkinkan tubuh seseorang untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh manusia akan melalui siklus yang bergantian antara tidur gerakan mata cepat (rapid eye movement / REM) dan tidur non-gerakan mata cepat (non rapid eye movement / non-REM). Anda mungkin akan melalui 4-5 siklus tidur dalam satu malam. Satu siklus tidur berlangsung kurang lebih selama 90 menit. Diawali dengan 4 tahap tidur non-REM, yang mana terdiri dari tidur ringan sampai tidur dalam. Kemudian dilanjutkan dengan tidur REM, dimana pada tahap inilah proses mimpi akan terjadi.

Sebuah penelitian telah menyimpulkan bahwa angka kasus insomnia di negara-negara yang berkembang termasuk di Indonesia mencapai kisaran 150 juta kasus pada tahun 2010 lalu. Penelitian yang sama juga menyatakan bahwa diantara delapan negara yang diteliti, negara Indonesia memiliki kasus masalah insomnia yang termasuk sedikit, yakni 3,9% untuk kaum pria, dan 4,6% untuk kaum wanita.

Gejala Insomnia

Sulit sekali untuk menentukan ukuran tidur yang normal dikarenakan kebutuhan tidur berbeda-beda bagi setiap orang. Hal ini dipengaruhi oleh usia, lingkungan, gaya hidup dan juga pola makan.

Gejala-gejala insomnia yang paling umum sekali diantaranya ialah:

  • Susah tidur.
  • Terbangun di malam hari atau juga dini hari dan tidak bisa tidur kembali.
  • Merasa kelelahan, merasa uring-uringan, sulit konsentrasi, dan tidak bisa melakukan aktivitas secara baik di siang harinya.
  • Tidak bisa tidur siang hari meski tubuh merasa lelah.


Penyebab Insomnia

Ada beberapa faktor-faktor penyebab insomnia yang pada akhirnya berujung pada kondisi sulit tidur dalam jangka waktu yang cukup lama. Mulai dari akibat gaya hidup serta masalah kenyamanan ruang kamar, hingga gangguan psikologis, masalah kesehatan fisik serta efek samping obat-obatan.

Diagnosis Insomnia

Ada beberapa hal-hal yang mungkin ditanyakan dokter sebagai upaya mendiagnosis insomnia seseorang, diantaranya:

  • Rutinitas tidur anda.
  • Gaya hidup yang buruk, contohnya kebiasaan mengkonsumsi kopi ataupun minuman keras secara berlebihan.
  • Porsi olahraga anda.
  • Riwayat kesehatan (penyakit yang mungkin diderita oleh anda).
  • Obat-obatan yang mungkin anda konsumsi.


Selain itu juga, dokter akan meminta anda untuk membuat buku harian tidur minimal selama dua minggu saja. Langkah seperti ini bisa membantu dokter memahami pola tidur serta mengukur tingkat keparahan insomnia anda.

Beberapa informasi yang harus anda cantumkan didalam buku harian tidur biasanya meliputi waktu yang dibutuhkan untuk bisa terlelap, pukul berapa kira-kira anda memulai tidur, berapa kali terbangun di malam hari, dan juga pukul berapa anda terbangun. Informasi yang lengkap ini akan membantu dokter untuk menangani insomnia anda secara cepat.

Pengobatan Insomania
Dalam mengobati insomnia, hal yang pertama dilakukan oleh dokter ialah mencari tahu apa yang menjadi faktor penyebabnya. Jika insomnia didasari oleh kebiasaan atau juga pola hidup tertentu yang tidak sehat, maka dokter pun akan menyarankan si pasien untuk memperbaikinya. Jika insomnia disebabkan oleh gangguan kesehatan, misalnya saja gangguan kecemasan, maka dokter pun akan terlebih dahulu mengatasi kondisi yang mendasari rasa cemas tersebut.

Dalam beberapa kasus insomnia, dokter akan menyarankan si pasien untuk menjalani terapi perilaku kognitif. Terapi tersebut itu bisa membantu si pasien untuk mengubah perilaku serta pola pikir yang mempengaruhi tidur mereka.

Jika dirasa perlu, maka dokter bisa meresepkan obat tidur untuk beberapa waktu saja. Obat tidur tersebut merupakan solusi yang sifatnya sementara saja. Menangani gejala-gejala insomnia tanpa mencari solusi untuk akar penyebabnya, jarang berhasil sepenuhnya.

Saat yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter
Sebaiknya anda periksakan diri ke dokter jika kesulitan untuk tidur atau sulit dalam mempertahankan tidur, terlebih lagi jika hal tersebut berdampak buruk pada kehidupan sehari-hari anda.

Kelelahan karena insomnia bisa mempengaruhi suasana hari seseorang dan bisa menciptakan masalah didalam hubungan seseorang dengan orang-orang terdekat dan juga rekan kerjanya.

Nah, itu saja info Penjelasan Tentang Insomnia tersebut. Semoga yang menyimak artikel diatas ini tidak mendapati masalah yang telah dibahas dalam artikel kali ini, namun jika anda merasa ada kaitannya maka segera hubungi dokter terdekat anda. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Minggu, 25 Maret 2018

Pengertian Tentang Depresi

Depresi - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Depresi ; Pengertian, Penyebab dan Gejalanya, Depresi (psikologi) - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penjelasan Tentang Depresi - Depresi merupakan salah satu masalah gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu atau juga lebih yang mempengaruhi pola pikir, suasana hati (mood), perasaan dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari. Ketika mengalami gangguan depresi kita akan merasa sedih yang berkepanjangan, putus harapan, kehilangan ketertarikan pada hla-hal yang dulunya menghibur, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, dan menyalahkan diri sendiri.

Ketika seseorang mengalami depresi, suasana hati yang sedih bisa berlangsung lama hingga berminggu-minggu atau bahkan bisa juga sampai berbulan-bulan.

Banyak sebagian orang yang menganggap gangguan depresi itu adalah sesuatu yang sepele dan bahkan bisa hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya masalah depresi merupakan bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekedar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan secara cepat atau langsung.

Akibat depresi kegiatan sehari-hari misalnya seperti bersekolah atau juga bekerja menjadi tidak menyenangkan. Dan bahkan untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain ataupun keluarga sendiri terasa begitu sangat berat. Depresi bisa membuat seseorang merasa hidup ini tak ada gunanya, atau bahkan bisa memicu penderita untuk melakukan bunuh diri.

Menurut catatan dari WHO, setidaknya ada sebanyak 350 juta jiwa diseluruh dunia mengalami gangguan depresi dan bahkan lebih dari 800 ribu jiwa meninggal bunuh diri akibat gangguan depresi. Masih banyak penderita gangguan depresi yang tidak mengakui kondisi mereka, sehingga mereka tidak pernah ditangani atau setidaknya dibicarakan. Depresi lebih sering terjadi kepada kaum wanita ketimbang kaum laki-laki.

Sedangkan di negara Indonesia sendiri, faktor penyebab kematian akibat depresi menduduki peringkat ke 8 dengan menyumbang 3% dari total angka kematian.

Depresi bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, misalnya seperti gangguan bipolar, gangguan depresi persisten, depresi mayor, depresi perintal, depresi psikotik dan gangguan afektif musiman. Penjelasan lebih lanjut bisa dilihat di laman Gejala Depresi.

Gejala yang Muncul pada Penderita Depresi

Gejala dan pengaruh depresi berbeda-beda pada setiap orang. Dan berikut ini adalah beberapa gejala-gejala psikologis yang muncul akibat depresi:

  • Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
  • Mudah merasa cemas.
  • Merasa sedih secara berkepanjangan.
  • Mudah menangis.
  • Merasa hidup tidak ada harapan.
  • Merasa sangat bersalah, tidak berdaya dan tidak berharga.
  • Tidak ada motivasi untuk melakukan apapun.
  • Tidak percaya diri.
  • Berpikir atau mencoba bunuh diri.
  • Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang disekitar.


Gejala fisik akibat depresi:

  • Badan selalu merasa lelah.
  • Merasakan berbagai rasa sakit.
  • Gangguan pada pola tidur.
  • Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual.
  • Merasa tidak bisa beristirahat atau kesulitan untuk duduk diam.
  • Bergerak atau berbicara lebih lambat.
  • Sakit kepala.
  • Berat badan berubah.
  • Gangguan sistem pencernaan tanpa sebab fisik yang jelas.
  • Mengalami kram.


Tanpa penanganan dan juga pengobatan yang tepat, depresi bisa menganggu hubungan dengan orang-orang disekitar anda. Untuk depresi yang berat ataupun parah, deperesi bisa berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup serta keinginan untuk bunuh diri.

Ketika seseorang merasakan beberapa gejala depresi yang dialami hampir seharian atau berlangsung setiap hari selama dua minggu, maka segeralah temui dokter supaya proses pemulihan bisa dimulai dan dilakukan sepenuhnya.

Penyebab dan Faktor Resiko Depresi

Tak ada satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi sendiri terpicu oleh kombinasi beberapa faktor yakni biologis, genetik, lingkungan dan juga faktor psikologis. Jika didalam riwayat kesehatan keluarga terdapat orang yang menderita gangguan depresi, maka terdapat kecenderungan bagi seseorang untuk mengalaminya juga.

Inilah beberapa faktor-faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:

  • Kejadian tragis atau signifikan misalnya seperti kehilangan seseorang atau pekerjaan.
  • Masalah keuangan.
  • Kehamilan atau melahirkan.
  • Terisolasi secara sosial.
  • Ketergantungan terhadap narkoba atau alkohol.
  • trauma masa kecil.


Selain hal-hal yang disebutkan diatas, beberapa kondisi medis yang berlangsung lama dan mengancam hidup juga dapat memicu gangguan depresi pada penderitanya, misalnya penyakit jantung koroner atau kanker. Kelenjar tiroid yang kurang begitu aktif atau cedera kepala minor yang merusak kelenjar kecil basal otak (pituitary gland) bisa menimbulkan beberapa gejala-gejala seperti sangat kelelahan, kehilangan libido dan keadaan seperti inilah yang kemudian bisa menimbulkan depresi.

Pengobatan pada Depresi

Teknik pengobatan serta perawatan depresi sangat tergantung pada jenis dan juga faktor penyab dari depresi yang dialami. Terdapat beberapa jenis obat antidepresan yang pemakaiannya diresepkan oleh dokter, dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.

Perubahan hidup seperti sering berolahraga serta mengurangi konsumsi minuman beralkohol bisa memberikan keuntungan bagi penderita depresi. Anda pun juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok terapi untuk berbagai cerita dan juga saling memberi dukungan.

Akibat dari gangguan depresi yang paling parah yaitu kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.Cobalah anda untuk selalu berbagi cerita pada orang-orang terdekat anda mengenai masalah yang sedang anda hadapi. Penderita juga sangat disarankan sekali untuk menemui dokter, yang terutama jika depresi sudah berlangsung lama atau parah. Semakin dini penanganan depresi, kemungkinan besar pemulihan secara menyeluruh pun bisa didapatkan.

Nah, itu saja sekilas informasi mengenai Penjelasan Tentang Depresi tersebut. Semoga anda tidak mengalami gangguan depresi berat maupun ringan ya setelah menyimak ulasan dalam artikel diatas ini. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang Progesteron

Pengertian dan Fungsi Hormon Progesteron - Anatomi Fisiologi, Pengertian dan Fungsi Hormon Progesteron Lengkap, Progesteron | Kamus Kesehatan

Penjelasan Tentang progesteron - Progesteron sangat penting sekali bagi fungsi sistem reproduksi kaum wanita karena progesteron merupakan hormon pada kelamin wanita yang terjadi secara alami. Saat menopause, jumlah progesteron yang dihasilkan kaum wanita akan berkurang. Bagi kaum wanita yang telah menopause, progesteron sangat berguna membantu dalam mencegah perubahan didalam rahim. Bagi wanita yang belum memasuki massa menopause, progesteron digunakan untuk mengatur siklus menstruasi serta mengatasi gangguan menstruasi yang berhenti secara tidak normal.

Progesteron diproduksi oleh ovarium dan juga oleh plasenta saat hamil. Tingkat progesteron pada seorang wanita hamil jauh lebih tinggi 10 kali lipat ketimbang wanita yang tidak sedang hamil. Progesteron hadir dalam beberapa formulasi untuk manfaat-manfaat ginekologi yang berbeda. Formulasi progesteron sendiri antara lain yaitu gel, obat suntik, pessary dan juga kapsul.

Peringatan:

  • Bagi kaum wanita hamil dan juga menyusui, tanyakan kepada dokter mengenai pemakaian obat.
  • Harap berhati-hatilah bagi penderita tekanan darah tinggi, epilepsi, asma, migrain, diabetes, penyakit jantung, kanker, ginjal, hati, jika mengalami penggumpalan darah, porfiria, pendarahan di vagina diluar massa menstruasi atau juga masalah saat hamil seperti gatl-gatal dan penyakit kuning.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segeralah temui dokter.


Mengkonsumsi Progesteron dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan juga baca informasi yang sudah tertera pada kemasan progesteron sebelum menggunakannya. Progesteron bisa mempengaruhi kadar gula dalam darah, bagi penderita penyakit diabetes disarankan untuk lebih sering memeriksakan kadar gula darahnya. Sebaiknya hindarilah merokok dan batasi juga mengkonsumsi alkohol ketika menggunakan progesteron.

Progesteron biasanya diberikan bersama hormon estrogen bagi wanita yang memakai obat kedua obat ini setelah menopause. Ikuti anjuran dokter mengenai penggunaan kedua obat tersebut. Bagi yang tidak sengaja melewatkan jadwal aturan minumanya, disarankan untuk segera meminum obat begitu teringat. Namun jangan mengganti dosis yang terlewatkan dengan menggandakan dosis progesteron yang diminum berikutnya.

Pastikan anda selalu memeriksakan diri ke dokter secara teratur selama anda mengkonsumsi obat progesteron supaya dokter bisa memonitor perkembangan kondisi anda. Dan lakukan pemeriksaan kanker payudara dan juga kanker serviks secara teratur.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Progesteron

Semua jenis obat progesteron berpotensi menyebabkan efek samping. Namun gejala akibat dari efek samping umumnya reda setelah tubuh menyesuaikan diri. Yang terpenting, berik tahu dokter apabila anda bermasalah dengan obat-obatan yang anda kondumsi. Efek samping yang umum terjadi akibat mengkonsumsi obat-obatan jenis progesteron yaitu:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Payudara terasa nyeri
  • Pusing atau mengantuk
  • Perubahan berat badan
  • Sulit tidur
  • Perubahan dalam pertumbuhan rambut
  • Menstruasi tidak teratur
  • Perubahan gairah seksual
  • Perubahan suasana hati


Jika anda mengalami efek samping yang cukup menganggu atau reaksi alergi, maka segeralah hubungi dokter. Nah, semoga bermanfaat artikel tentang pembahasan mengenai Penjelasan Tentang progesteron tersebut. Terima kasih banyak dan kunjungi terus website kesehatan ini....

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Sabtu, 24 Maret 2018

Pengertian Tentang Clonidine

clonidine, apa itu clonidine, obat clonidine, Clonidine - informasi obat - Alodokter, Clonidine Obat Apa? Dosis, Fungsi, dll. • Hello Sehat, Clonidine - detikHealth

Penjelasan Tentang Clonidine - Clonidine adalah jenis obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi atau hipertensi yang bisa membebani pembuluh nadi dan juga jantung. Selain itu juga, clonidine ini bisa digunakan untuk menangani sensasi panas atau hot flush yang dirasakan ketika menopause dan mencegah sakit kepala vaskular dan juga migrain.

Clonidine ini bisa mengurangi efek berbagai zat kimia yang terdapat pada pembuluh darah serta membuat aliran darah dalam tubuh lebih lancar dengan cara mengendurkan pembuluh darah dalam tubuh.


  • Tentang Clonidine
  • Golongan : Obat antihipertensi
  • Kategori : Obat resep
  • Manfaat : Mengendalikan tekanan darah tinggi (hipertensi), menangani sensasi panas (hot flush) saat menopause, mencegah sakit kepala vaskular dan migrain
  • Dikonsumsi oleh : Dewasa usia diatas 18 tahun
  • Bentuk : Tablet


Pemakaian clonidine memerlukan resep dokter. Pastikan untuk terus mengikuti resep dan petunjuk yang disarankan oleh sang dokter yang berdasarkan kondisi kesehatan anda.

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil dan wanita yang sedang berusaha memiliki anak, sebaiknya sesuaikan dengan anjuran dokter mengenai pemakaian clonidine.
  • Bagi ibu yang sedang menyusui tidak disarankan mengkonsumsi clonidine.
  • Harap berhati-hati bagi penderita jantung, gangguan ginjal, sindrom Raynaud, sirkulasi darah konstipasi, depresi, penyakit arteri perifer, gangguan pembuluh darah di otak dan gangguan saraf.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, maka segera temuai dokter.


Dosis Clonidine
Berikut dibawah ini adalah dosis umum dari clonidine harian yang disarankan:
Manfaat clonidine bisa mencegah tekanan darah tinggi atau hipertensi (dewasa) dengan dosis 0,2-0,6/hari, bisa menangani gejala sensasi panas akibat menopasue, mencegah sakit kepala vaskular dan migraine dengan dosis 0,05-0,075/hari.

Dosis akan disesuaikan oleh sang dokter dengan berdasarkan jenis, tingkat keparahan penyakit serta kondisi kesehatan si pasien secara menyeluruh.

Mengkonsumsi Clonidine dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada kemasan dari clonidine tersebut sebelum mulai menggunakannya. Clonidine bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Dan ingat! Jangan mengunyah atau menghancurkan clonidine, dan gunakanlah air putih untuk meminumnya. Bagi pasien yang mengkonsumsi clonidine untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi, hindari juga makanan yang terlalu mengandung banyak garam. Konsultasikan pada dokter sebelum mengubah program diet atau pola makan anda.

Bagi yang tidak sengaja melewatkan jadwal minum clonidine, disarankan mereka untuk segera meminumnya ketika teringat. Tapi jangan menggandakan dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis clonidine yang diminum berikutnya. Jangan mengkonsumsi minuman yang beralkohol saat dalam pengaruh clonidine, sebab bisa meningkatkan efek samping.

Jangan mengemudi dan juga mengoperasikan peralatan mesin dikarenakan clonidine bisa mengurangi kemampuan dan respons tubuh. Jangan menghentikan mengkonsumsi clonidine secara tiba-tiba. Jika diperlukan, dokter akan mengurangi dosisnya secara perlahan-lahan. Pastikan untuk memeriksakan diri sendiri ke dokter secara teratur selama mengkonsumsi clonidine supaya dokter bisa memonitor perkembangan kondisi anda.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Clonidine
Pemakaian clonidine berpotensi menyebabkan efek samping. Tetapi seiring dengan penyesuaian tubuh, efek samping tersebut biasanya akan mereda. Berikut dibawah ini beberapa efek samping yang umum terjadi:

  • Pusing
  • Lemas
  • Konstipasi
  • Mulut terasa kering
  • Saat berdiri atau bangun dari posisi duduk, tekanan darah menurun drastis


Itu saja info mengenai Penjelasan Tentang Clonidine ini. Jika anda sudah menyimak artikel diatas ini, mungkin bermanfaat bagi anda dan juga bagi masyarakat lainnya yang sekiranya memiliki gejala-gejala atau masalah penyakit yang terkait diatas. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang Sindrom Down

Sindrom Down - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Sindrom Down - Gejala, penyebab dan mengobati, Pengertian Down Syndrome, Penyebab, dan Pencegahannya

Penjelasan Tentang Sindrom Down - Sindrom down ialah suatu gangguan genetika paling umum yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar serta ciri-ciri fisik tertentu. Sindrom down tak bisa disembuhkan, tetapi dengan dukungan serta perhatian yang maksimal, anak-anak dengan sindrom down ini bisa tumbuh dengan bahagia.

Data WHO telah menyebutkan bahwa angka kejadian 'Sindrom Down' yakni 1 dari 1000 kelahiran hidup didunia. Setiap tahunnya diperkirakan ada sebanyak 3000-5000 bayi yang lahir dengan kelainan kromosom ini. Menurut jurnal pediatri, pada tahun 2016 lalu, tercatat ada sekitar 300 ribu kasus sindrom down di negara Indonesia.

Gejala Sindrom Down

Gejala sindrom down pada anak-anak mempunyai beberapa ciri-ciri fisik yang mirip, tetapi mereka tak sama persis dikarenakan ada faktor keturunan dari orang tua dan juga keluarga masing-masing.

Anak-anak dengan sindrom down itu membutuhkan bimbingan seperti halnya anak normal lainnya atau bahkan lebih. Perkembangan mereka dalam berbagai aspek membutuhkan waktu, dan mereka juga akan menjalaninya secara bertahap, sesuai dengan kemampuan mereka.

Penyebab Sindrom Down

Normalnya terdapat 46 kromosom dalam sel seseorang yang diwariskan, yaitu masing-masing 23 kromosom dari ayah dan juga ibu, tetapi kebanyakan orang dengan sindrom down mempunyai 47 kromosom. Perkembangan tubuh serta kinerja otak akan berubah jika terdapat kromosom ekstra atau kromosom tidak normal, dan itulah yang menjadi faktor penyebab sindrom down.

Banyak sekali yang menganggap bahwa sindrom ini hanya terjadi karena faktor keturunan. Padahal sebenarnya kelainan dalam proses perkembangan telur, sperma serta embrio yang merupakan salah satu faktor penyebab utama terjadinya kondisi semacam ini.

Para ahli juga tidak tahu faktor penyebab kelainan genetika yang terjadi kepada penderita sindrom down tersebut, tetapi ada beberapa hal yang bisa meningkatkan resiko memiliki bayi dengan kondisi sindrom down, diantaranya ialah:

  • Jika anda telah mempunyai bayi lain dengan sindrom down.
  • Jika anda mempunyai adik atau juga kakak dengan sindrom down.
  • Jika wanita hamil du usia 35 tahun keatas.


Diagnosis dan Perawatan Sindrom Down

Ada pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mencari tahu resiko terkena sindrom down pada janin didalam kandungan, yakni dengan pemeriksaan antenatal melalui tes darah dan juga tes USG. Jika pemeriksaan antenatal menunjukkan adanya resiko yang cukup signifikan, ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnisis sindrom down sebelum janin lahir antara lain dengan melalui prosedur amniocentesis, cordocertesis atau penyampelan vilus korionik. Selain mendiagnosis sindrom down sebelum janin lahir, tes darah bisa dilakukan setelah persalinan guna mengkonfirmasi kondisi ini.

Sindrom down tak bisa disembuhkan, tetapi ada banyak hal yang bisa dilakukan guna membantu seseorang dengan sindrom down supaya mendapatkan kehidupan yang sehat, aktif dan juga mandiri.

Komplikasi Sindrom Down
Anak-anak dengan sindrom down bisa mengalami masalah pada kesehatannya yang berbeda-beda dan akan membutuhkan sebuah perawatan medis serta perhatian yang ekstra. Pria dan wanita dengan kondisi sindrom down lebih cenderung memiliki tingkat kesuburan yang berkurang. Meskipun sulit, tetapi bukan berarti mereka tak bisa memiliki anak.

Beberapa komplikasi kesehatan yang bisa terjadi diantaranya ialah masalah pencernaan, demensia, leukimia, penglihatan, gangguan jantung, kelenjar tiroid, rentan terhadap infeksi, obesitas, kejang, menopause dan lain sebagainya.

Nah, itulah sekilas info Penjelasan Tentang Sindrom Down tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat dan berguna bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait kesehatannya. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Penyakit Autoimun atau Tubuh yang Menyerang Diri Sendiri

Penyakit Autoimun Berarti Tubuh Menyerang Diri Sendiri, Penyakit Autoimun - Pengertian, Gejala, Pengobatan, 6 Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum

Penyakit Autoimun - Autoimun ini terjadi jika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel sehat didalam tubuhnya sendiri. Padahal, sistem kekebal tubuh manusia seharusnya menjadi benteng bagi tubuh dalam menghadapi berbagai macam penyakit.

Penyakit kelainan kekebalan tubuh ini akan bisa berdampak pada banyak bagian tubuh seseorang. Dan saking banyaknya, tercatat ada 80 jenis penyakit autoimun dengan sebagian tanda atau gejala yang sama. Hal ini tentu membuat seseorang sulit untuk mengetahui apakah mereka menderita gangguan ini atau tidak dan pada jenis yang mana. Meski mempunyai jenis yang sangat banyak, faktor penyebab dari penyakit autoimun ini masih belum bisa dipastikan.

Penyakit Autoimun yang Paling Sering Ditemui

Dari sekian banyaknya macam jenis penyakit autoimun, beberapa penyakit autoimun dibawah ini merupakan jenis yang sering ditemui.

1. Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis atau radang sendi adalah jenis penyakit auutoimun yang seringkali ditemui. Sistem kekebalan tubuh seseorang memproduksi antibodi yang menyerang pelapis sendi. Akibat dari serangan antibodi tersebut ini adalah peradangan, pembengkakan dan juga nyeri.

Jika tidak segera diobati, maka penyakit ini akan menyebabkan kerusakan permanen pada sendi-sendi tubuh. Untuk mencegah penyakit ini memburuk, penderita rheumatid arthritis biasanya akan diberikan obat oral atau suntik yang fungsinya untuk mengurangi agresiivitas sistem kekebalan tubuh.

2. Lupus
Penyakit autoimun lain yang seringkali kita dengar ialah systemic lupus erythematosus atau biasa yang kita sebut dengan LUPUS. Penyakit jenis ini menyebabkan seseorang mengembangkan antibodi yang justru akan menyerang hampir keseluruh jaringan tubuh.  Beberapa bagian tubuh yang paling seringkali diserang yaitu paru-paru, sendi, ginjal dan juga jaringan saraf. Untuk mengobati penyakit lupus, dokter biasanya akan memberikan obat steroid minum fungsinya untuk menurunkan fungsi imun.

3. Diabetes tipe 1
Jenis yang ini biasanya akan terdiagnosis sejak usia anak-anak atau dewasa awal. Penyakit diabetes tipe 1 ini disebabkan oleh serangan sistem kekebalan tubuh pada sel-sel di pankreas yang mempunyai tugas dalam memproduksi insulin.

Hal ini akan menyebabkan terganggunya produksi insulin, sehingga tubuh pun tidak mampu untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Jika hal seperti ini tidak segera dihentikan, maka akan beresiko timbul kerusakan pada tubuh, misalnya seperti kebutaan, gagal ginjal, penyakit jantung, stroke atau masalah terkait sirkulasi darah dalam tubuh. Cara untuk mengobatinya ialah pasien akan diberikan suntikan insulin. Selain itu juga, mereka wajib untuk melakukan pemantauan kadar gula darah, mengkonsumsi diet sehat serta olahraga teratur.

4. Multiple sclerosis (MS)
Ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel saraf tubuhnya sendiri, beberapa tanda atau gejala yang mengerikan beresiko muncul sebagai akibatnya. Penyakit ini biasanya disebut dengan multiple sclerosis atau MS.

Beberapa gejala-gejala yang timbul akibat penyakit ini diantaranya kebutaan, nyeri, gangguan koordinasi tubuh dan juga kejang otot. Gejala lain yang mungkin timbul yaitu mati rasa ekstrem, tremor, kelumpuhan, susah berbicara atau susah berjalan. Untuk mengobatinya yaitu dengan obat-obatan tertentu bisa digunakan guna menekan sisttem kekebalan tubuh. Terapi fisik atau okupasi bisa dilakukan guna membantu pasien MS untuk bisa melakukan kegiatan sehari-hari.

5. Graves disease
Jenis penyakit ini yang menyebabkan kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif. Mereka-mereka yang menderita penyakit semacam ini kemungkinan akan mengalami berbagai macam gejala yang bisa mengganggu kegiatan sehari-harinya. kesulitan tidur, berat badan turun tanpa sebab, mudah tersulut dan mata menonjol merupakan sebagian gejalanya. Gejala-gejala lain yang mungkin terjadi ialah terlalu peka pada hawa panas, tremor (tangan bergetar), otot lemah dan periode menstruasi yang singkat.

Pengobatannya, penderita kemungkinan akan diberikan sebuah pil radioaktif oidium. Jenis pil ini digunakan untuk membunuh sel-sel kelenjar tiroid yang over aktif. Pasien bisa juga diberikan obat anti tiroid. Meskipun jarang, bisa saja penderita penyakit ini membutuhkan prosedur pembedahan.

6. Psoriasis
Psoriasi adalah sebuah kondisi yang terlalu aktifnya sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga bisa menyebabkan kulit mengalami kondisi kronis. Kondisi seperti ini disebabkan oleh salah satu sel darah dalam sistem kekebalan tubuh yang over aktif, yakni Sel-T. Berkumpulnya Sel-T pada kulit menyebabkan rangsangan pada kulit untuk mereproduksi lebih cepat dari seharusnya. Selain itu juga, bisa menyebabkan kulit berwarna keperakan serta bersisik. Penanganannya bisa menggunakan krim steroid, terapi cahaya atau juga obat oral.

Beberapa Faktor Resiko terkena Penyakit Autoimun

Sejauh ini faktor penyebab autoimun masih belum diketahui. Meskipun demikian, ada beberapa faktor penyebab yang memicu seseorang beresiko menderita penyakit ini. Beberapa faktor tersebut bisa menjadikan seseorang beresiko terjangkit penyakit autoimun.

A. Lingkungan
Faktor lingkungan juga ditengarai merupakan hal yang penting kenapa seseorang bisa terkena jenis penyakit autoimun ini. Faktor lingkungan antara lain ialah paparan bahan tertentu, seperti merkuri.

B. Perubahan hormon
Beberapa penyakit autoimun sering menyerang kaum perempuan pasca melahirkan. Hal ini yang menyebabkan hadirnya sebuah asumsi bahwa jenis penyakit autoimun ini terkait dengan perubahan hormon, seperti melahirkan, hamil atau menopause.

C. Infeksi
Beberapa gangguan lain terkait penyakit autoimun yaitu terjadinya infeksi. Hal ini sangat wajar dikarenakan sebagian gejala diperburuk oleh infeksi tertentu.

D. Genetik atau keturunan
Resiko terbesar terkait dengan penyakit autoimun yang diprediksi oleh para ahli ialah faktor genetik. Meskipun demikian, faktor ini dianggap bukanlah satu-satunya yang bisa memicu reaksi sistem kekebalan tubuh.

Meskipun Penyakit Autoimun ini masih belum diketahui faktor penyebab pastinya, tetapi kita bisa mewaspadai diri sendiri dengan cara memperhatikan faktor resikonya. Segeralah periksakan diri anda ke dokter jika mengalami tanda atau gejala-gejala terkait penyakit-penyakit seperti diatas. Semakin cepat diketahui, maka akan semakin besar kemungkinan untuk bisa disembuhkan. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com