Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2018

Mengetahui Komplikasi Diabetes Insipidus

Artikel cendekiawan bagi komplikasi diabetes insipidus, Komplikasi Diabetes Insipidus - Alodokter, Diabetes insipidus - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, DIABETES INSIPIDUS ; PENYEBAB, GEJALA, KOMPLIKASI DAN

Komplikasi Diabetes Insipidus - Jika diabetes insipidus ini tidak terdeteksi sejak awal atau juga tidak segera ditangani dengan baik, maka kondisi ini akan bisa menyebabkan beberapa komplikasi seperti dibawah ini:

Ketidakseimbangan Elektrolit

Elektrolit adalah mineral seperti sodium, kalsium, potasium, khlor, magnesium dan juga bikarbonat. Kandungan mineral ini fungsinya untuk menjaga keseimbangan air didalam tubuh dan juga berperan penting dalam fungsi-fungsi sel pada tubuh. Gejala-gejala diabetes insipidus yang mungkin akan terjadi, diantaranya:

  • Mudah marah.
  • Kelelahan atau kehabisan energi.
  • Sakit pada bagian otot.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Kehilangan selera makan.


Dehidrasi

Dehidrasi merupakan dampak yang paling umum terjadi ketika tubuh seseorang tidak bisa mempertahankan cukup cairan didalam tubuhnya akibat gangguan diabetes insipidus. Gejala-gejala yang akan muncul akibat dehidrasi diantaranya:

  • Mulut dan bibir kering.
  • Tekanan darah rendah.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Kebingungan dan mudah marah.
  • Demam.
  • Penurunan berat badan.
  • Denyut jantung lebih cepat.


Untuk kondisi dehidrasi ringan, anda bisa menanganinya dengan oralit. Sedangkan untuk kondisi dehidrasi yang cukup parah, mungkin perlu dirawat dirumah sakit guna mendapatkan cairan melalui infus. Diabetes Insipidus, sangat berbahaya apabila penderitanya tidak segera menangani seperti tanda atau gejala-gejala yang muncul pada dirinya.

Dengan demikian, semoga artikel tentang Komplikasi Diabetes Insipidus ini memberikan manfaat pelajaran penting bagi para pengunjung atau pembaca setia blog kami ini. Terima kasih banyak dan bolah juga baca artikel terkait lainnya di blog ini...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus - Alodokter, Pengertian Tentang Diabetes Insipidus Penjelasan Tentang Diabetes, Diabetes insipidus - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Faktor Penyebab Diabetes Insipidus (Diabetes) Penyebab Diabetes

Gejala-gejala Diabetes Insipidus - Gejala yang utama dari diabetes insipidus ini adalah selalu merasa haus dan juga sering buang air kecil dalam jumlah yang cukup banyak. Anda akan selalu dihantui oleh perasaan haus meskipun sudah meminum banyak sekali air.

Jumlah urine yang dikeluarkan oleh penderita diabetes insipidus setiap harinya adalah sekitar 3-20 liter, mulai dari kasus diabetes insipidus yang ringan sampai kasus yang paling parah. Kencing yang dialami oleh penderita kondisi seperti ini bisa sebanyak 3-4 kali per jam.

Gejala-gejala yang muncul di atas dapat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun juga pola tidur penderitanya. Akibatnya akan muncul rasa lelah, mudah marah, dan bahkan sulit untuk berkonsentrasi dalam melakukan suatu kegiatan sehari-hari.

Diabetes insipidus pada seorang anak-anak mungkin lebih sulit untuk dikenali, apalagi jika anak tersebut belum bisa berkomunikasi dengan baik. Gejala-gejala pada anak yang menderita gangguan diabetes insipidus adalah:

  • Menangis secara berlebihan.
  • Mengompol pada waktu tidur.
  • Suhu tubuh tinggi atau hipertermia.
  • Mudah terusik atau marah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Penurunan berat badan tanpa  sebab yang jelas.
  • Merasa kelelahan dan keletihan.
  • Pertumbuhan lebih lambat.


Pastikan anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami dua gejala utama dari gangguan diabetes insipidus, yakni selalu merasa haus dan juga sering buang air kecil dalam jumlah yang cukup banyak.

Nah, itu saja info sekilas tentang Gejala-gejala Diabetes Insipidus tersebut. Semoga anda bisa mengingat dari gejala-gejala gangguan diabetes insipidus diatas tersebut dan jika anda ingin lebih mengetahui lagi Faktor Penyebab Diabetes Insipidus, silahkan tekan saja judul yang sudah kami tuliskan di atas tersebut. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Selasa, 27 Maret 2018

Pengertian Tentang Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Faktor Penyebab Diabetes Insipidus (Diabetes) Penyebab Diabetes, Penyebab Diabetes Insipidus - Alodokter, Gejala Diabetes Insipidus - Alodokter

Penjelasan Tentang Diabetes Insipidus - Diabetes insipidus adalah suatu kondisi yang cukup langka, dengan gejala-gejala yang selalu merasa haus dan pada saat bersamaan seringkali membuang air kecil dalam jumlah yang cukup banyak. Jika sangat parah, bagi penderitanya bisa mengeluarkan air kencing tersebut sebanyak 20 liter dalam sehari. (Baca juga : Gejala Diabetes Insipidus)

Diabetes insipidus sendiri sangat berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah jenis penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula dalam darah di atas normal. Diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah tersebut.

Penyebab Diabetes Insipidus

Terjadinya gangguan diabetes insipidus ini dikarenakan gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan didalam tubuh. Hormon jenis ini dihasilkan hipotalamus, yakni jaringan khusus di otak. Hormon tersebut ini disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar pituitari sendiri akan mengeluarkan hormon antidiuretik tersebut ketika kadar air didalam tubuh terlalu rendah. ‘Antidiuretik’ berarti yang sifatnya berlawanan dengan ‘diuresis’. ‘Diuresis’ ini berarti produksi urine. Hormon antidiuretik ini bisa membantu mempertahankan air didalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Yang menyebabkan terjadinya masalah diabetes insipidus ialah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau juga ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal tersebut mengeluarkan terlalu banyak cairan dan sehingga tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi seperti ini akan selalu merasa haus dan juga minum lebih banyak dikarenakan berusaha mengimbangi banyaknya sebuah cairan yang hilang.

Diabetes insipidus terbagi menjadi dua jenis utama, yakni:

  • Diabetes insipidus kranial. Diabetes insipidus ini yang paling sangat umum terjadi. Disebabkan tubuh tidak mempunyai cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus. Kondisi seperti ini bisa disebabkan oleh kerusakan pada hipotalamus ataupun pada kelenjar pituitari. Kerusakan yang terjadi ini bisa diakibatkan oleh terjadinya infeksi, operasi, cedera otak, atau juga tumor otak.
  • Diabetes insipidus nefrogenik. Diabetes insipidus jenis yang satu ini muncul ketika tubuh mempunyai hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, tetapi organ ginjal tidak merespons terhadapnya. Kondisi semacam ini mungkin disebabkan oleh kerusakan fungsi organ ginjal atau juga sebagai kondisi keturunan. Beberapa jenis obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, misalnya seperti lithium, juga bisa menyebabkan masalah diabetes insipidus jenis ini.


Jika Anda mengalami gejala-gejala diabetes insipidus, misalnya seperti selalu merasa haus dan sering buang air kecil melebihi dari biasanya, maka sebaiknya anda segera temui dokter. Mungkin yang Anda alami saat ini bukan diabetes insipidus, tetapi akan lebih baik lagi untuk mengetahui penyebabnya.

Orang dewasa umumnya buang air kecil sebanyak 4-7 kali dalam sehari, dan sedangkan anak kecil melakukannya sampai 10 kali dalam sehari. Hal ini dikarenakan kandung kemih dari anak-anak berukuran lebih kecil. Dokter akan melakukan beberapa tes guna mengetahui faktor penyebab pastinya dan diagnosis terhadap kondisi yang dialami.

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pada diabetes insipidus kranial ini, pengobatan mungkin tidak perlu untuk dilakukan pada kasus yang ringan. Cara untuk mengimbangi jumlah cairan yang terbuang, Anda perlu mengkonsumsi air lebih banyak. Terdapat jenis obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik yakni bernama desmopressin. Jika memang diperlukan, maka Anda bisa mengkonsumsi obat tersebut.

Sedangkan untuk diabetes insipidus nefrogenik sendiri, obat yang digunakan untuk mengatasinya ialah thiazide diuretik. Obat jenis ini berfungsi menurunkan jumlah urine yang dihasilkan oleh organ ginjal.

Komplikasi Diabetes Insipidus

Rendahnya jumlah air ataupun cairan dalam tubuh dinamakan dehidrasi. Ini adalah salah satu komplikasi yang disebabkan oleh gangguan diabetes insipidus. Jika dehidrasi yang terjadi cukup ringan, maka Anda bisa minum oralit cara untuk mengatasinya. Tetapi penanganan di rumah sakit akan diperlukan apabila dehidrasi yang dialami cukup parah.

Nah, itu saja info Penjelasan Tentang Diabetes Insipidus ini. Bagi anda yang merasa memiliki gejala-gejala seperti diatas, tidak ada salahnya anda segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan anda. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Faktor Penyebab Diabetes Insipidus (Diabetes)

Diabetes insipidus - Gejala, penyebab dan mengobati, Penyebab Diabetes Insipidus - Alodokter, Diabetes Insipidus - Pengertian, Gejala, Penyebab, Pengobatan

Penyebab Diabetes Insipidus - Hipotalamus, atau jaringan di otak yang mengendalikan suasana hati dan juga nafsu makan, merupakan organ yang menghasilkan hormon antidiuretik. Hormon jenis ini akan disimpan didalam kelenjar pituitari sampai dibutuhkan. Kelenjar pituitari ini berada dibawah otak, dan berada dibelakang batang hidung. Kelenjar ini akan melepaskan jenis hormon antidiuretik ketika kadar air tubuh menurun untuk menghentikan produksi urine di ginjal.

Diabetes insipidus ini terjadi ketika hormon antidiuretik seseorang terganggu dalam mengatur kadar air tubuh. Akibatnya, tubuh pun memproduksi banyak urine dan membuang air dalam jumlah yang lumayan banyak.


Berikut dibawah ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai kedua jenis diabetes insipidus.

Diabetes Insipidus Kranial

Ini adalah sebuah kondisi ketika tubuh seseorang tidak menghasilkan cukup banyak hormon antidiuretik dan mengakibatkan banyaknya air yang terbuang dalam urine. Di bawah ini adalah beberapa faktor penyebab paling umum dari diabetes insipidus jenis yang satu ini, yaitu:

  • Sekitar 16% kasus diabetes insipidus kranial ini disebabkan karena cedera kepala parah yang merusak hipotalamus atau juga kelenjar pituitari.
  • Sekitar 20% kasus diabetes insipidus kranial ini disebabkan karena komplikasi akibat operasi otak yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari.
  • Sekitar 25% kasus diabetes insipidus kranial ini disebabkan karena adanya tumor otak yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari.


Berikut dibawah ini beberapa faktor penyebab diabetes insipidus kranial yang lebih jarang terjadi:

  • Kanker otak.
  • Terjadinya infeksi yang merusak otak, misalnya saja ensefalitis dan juga meningitis.
  • Kekurangan oksigen pada otak, misalnya akibat penyakit stroke.
  • Sindrom Wolfarm merupakan kelainan genetik langka yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan pandangan.


Sekitar 1 dari 3 kasus gangguan diabetes insipidus kranial ini tidak diketahui faktor penyebabnya.

Diabetes Insipidus Nefrogenik

Ini adalah suatu kondisi ketika hormon antidiuretik yang dihasilkan sesuai dengan kadar yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun organ ginjal tidak sensitif atau juga tidak merespons terhadap hormon ini.

Hormon antidiuretik sendiri normalnya akan mengirim sinyal kepada jaringan nefron yang berada didalam ginjal. Nefron ini adalah struktur kecil yang mengendalikan berapa banyak air yang diserap oleh tubuh serta berapa banyak air yang dikeluarkan dalam bentuk urine. Bagi orang-orang yang menderita gangguan diabetes insipidus nefrogenik ini, proses pengiriman sinyal ini terganggu. Akibatnya, orang-orang yang mengalaminya akan selalu merasa haus sebab urine terbuang dalam jumlah yang cukup banyak. Diabetes insipidus nefrogenik sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni Congenital nephrogenic dan Acquired nephrogenic.

1. Congenital nephrogenic diabetes insipidus, atau dikenal dengan naman diabetes insipidus nefrogenik kongenital. Penderita jenis diabetes nefrogenik kongenital terlahir dengan kondisi demikian. Terdapat dua jenis mutasi atau juga perubahan genetika yang menyebabkan jenis diabetes insipidus nefrogenik kongenital, yakni AVPR2 dan juga AQP2. Mutasi genetika AVPR2 sendiri hanya bisa ditularkan dari si ibu kepada putranya. Mutasi jenis yang satu ini terjadi pada 9 dari 10 penderita. Sedangkan untuk mutasi genetika AQP2 terjadi pada 1 dari 10 kasus diabetes insipidus nefrogenik kongenital dan bisa mampu mempengaruhi seseorang baik itu laki-laki maupun perempuan.

2. Acquired nephrogenic diabetes insipidus. Untuk penderita diabetes insipidus jenis yang satu ini tidak terlahir dengan kondisi seperti ini. Faktor penyebab dari acquired nephrogenic diabetes insipidus yang paling umum terjadi adalah efek samping lithium. Lithium ini adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar. Jika obat ini dikonsumsi dalam jangka yang panjang, sel-sel organ ginjal dalam tubuh bisa rusak dan tidak lagi bisa merespons hormon antidiuretik. Hampir 50% orang akan mengalami gangguan diabetes insipidus nefrogenik jika mengkonsumsi obat jenis ini dalam jangka yang panjang. Pastikan untuk melakukan sebuah pemeriksaan organ ginjal setiap tiga bulan sekali selama Anda mengkonsumsi lithium. Penyebab lain dari kondisi ini selain lithium yaitu:

  • Pielonefritis atau infeksi ginjal. Organ ginjal dalam tubuh mengalami kerusakan karena infeksi.
  • Obstruksi saluran kemih. Terhambatnya satu atau kedua saluran kemih yang menghubungkan organ ginjal ke kandung kemih, seperti batu ginjal.
  • Hiperkalemia. Jumlah kalsium berlebih didalam darah yang bisa merusak ginjal.
  • Hipokalemia. Jumlah potasium didalam darah sedikit, padahal semua sel-sel dalam tubuh membutuhkan potasium untuk berfungsi dengan benar.


Nah, semoga artikel yang membahas tentang Penyebab Diabetes Insipidus ini berguna dan bermanfaat bagi masyarakat umum yang sekiranya ingin mengetahui faktor apa saja penyebab gangguan depresi tersebut. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Sabtu, 24 Maret 2018

Pengertian Tentang Diabetes

Pengertian, Penyebab, Gejala Dan Cara Pencegahan Diabetes Melitus, Pengertian Diabetes - Peduli Diabetes Sejak Dini, Diabetes - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter

Penjelasan Tentang Diabetes - Diabetes melitus (diabetes) adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula (glukosa) yang jauh diatas normal. Glukosa tersebut sangat penting sekali bagi kesehatan seseorang karena glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak maupun juga sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh seseorang.

Penyakit ini mempunyai dua jenis utama, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Indonesia sendiri termasuk dalam sepuluh negara terbesar penderita diabetes. Pada tahun 2013 lalu, penderita diabetes di Indonesia sendiri diperkirakan mencapai kisaran 8,5 juta orang dengan rentang usia antara 20-79 tahun (dikutip dari Federasi diabetes Internasional). Tapi kurang dari 50% dari mereka-mereka yang menyadarinya.

Apa saja gejala diabetes?
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui tanda atau gejala awal diabetes. Baik bagi yang beresiko tinggi maupun juga bagi yang merasa sehat dan tidak mempunyai riwayat atau potensi mengidap penyakit diabetes.

Diabetes tipe 1 bisa berkembang dengan sangat cepat dalam beberapa minggu, bahkan juga beberapa hari saja. Sedangkan banyak sekali penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka tersebut mengidap diabetes selama bertahun-tahun, sebab gejalanya cenderung tidak spesifik.

Beberapa gejala-gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

  • Sering merasa haus.
  • Rasa lapar yang ekstrem.
  • Sering buang air kecil, yang terutama pada malam hari.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang pasti atau jelas.
  • Kelelahan.
  • Luka yang lama sembuh.
  • Pandangan yang kabur.
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada kulit, gusi, vagina atau saluran kemih.
  • Terdapat keton dalam air seni. keton ini adalah produk sampingan dari metabolisme otot dan lemak yang terjadi saat produksi insulin tidak cukup.


Jika anda mengalami gejala-gejala seperti diatas tersebut, maka segera periksakan diri kesehatan anda ke dokter. Pendeteksian sedini mungkin akan memungkinkan kita untuk mencegah bertambah parahnya kondisi diabetes pada kita.

Pengaruh Hormon Insulin dan Diabetes

Seluruh sel didalam tubuh seorang manusia membutuhkan glukosa supaya bisa bekerja dengan normal. Kadar gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas yakni organ yang letaknya dibelakang lambung.

Namun organ pankreas milik penderita penyakit diabetes tak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa adanya insulin, sel-sel tubuh tak bisa menyerap dan mengolah kadar glukosa menjadi energi.

Sekilas Tentang Diabetes Tipe 1

Penderita diabetes dengan tipe 1 sangat bergantung pada insulin dikarenakan sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan juga menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal tersebut memicu peningkatan kadar glukosa dalam tubuh sehingga terjadilah kerusakan pada organ-organ tubuh. Sampai saat ini, faktor penyebab dibalik diabetes tipe 1 masih belum diketahui dengan secara pasti.

Penderita jenis diabetes tipe 1 umumnya berusia dibawah 40 tahun, dan biasanya muncul pada masa-masa remaja atau masa anak-anak. Sebab itulah diabetes tipe 1 disebut juga sebagai diabetes anak-anak.

Diabetes tipe 1 lebih jarang terjadi dibandingkan dengan diabetes tipe 2. Diantara 10 orang penderita diabetes, diperkirakan hanya satu orang yang mengidap diabetes tipe 1. Selain harus meneriima suntikan insulin tiap hari, penderita penyakit diabetes dengan tipe 1 juga disarankan untuk bisa menjaga kadar glukosa dalam darah supaya tetap seimbang. Misalnya saja dengan menerapkan pola makan sehat dan juga menjalani tes darah secara rutin.

Sekilas Tentang Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah jenis penyakit diabetes yang lebih umum terjadi. Sekitar 90% penderita diabetes didunia mengidap diabetes tipe 2 ini. Diabetes tipe 2 ini disebabkan oleh kurangnya produksi insulin didalam tubuh atau sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kekurangpekaan sel-sel tubuh tersebut dikenal dengan istilah resistensi terhadap insulin.

Gejala pada penderita diabetes tipe 2 ini biasanya bisa dikendalikan dengan pola makan yang sehat dan memantau kadar glukosa didalam darah. Namun, tetaplah waspada sebab penyakit jenis ini akan terus berkembang didalam tubuh dan bahkan lambat laun anda pun akan membutuhkan langkah-langkah pengobatan yang pasti.

Diabetes tipe 2 ini seringkali dihubung-hubungkan dengan obesitas. Memang tak semua orang yang mengidap obesitas itu akan otomatis menderita diabetes tipe 2. Namun, semakin tinggi indeks massa tubuh seseorang, maka resiko diabetes tipe 2 ini juga meningkat. Diabetes akibat obesitas umumnya akan menyerang para manula.

Resiko Diabetes Kehamilan
Diabetes juga kerapkali menyerang pada wanita hamil. Terdapat sebagian wanita yang mempunyai kadar glukosa dalam darahnya cukup tinggi selama massa kehamilan mereka, sehingga tubuh mereka pun tidak bisa memproduksi cukup insulin untuk menyerapnya. Diabetes yang dikenal sebagai diabetes kehamilan ini bisa terjadi pada sekitar 15 sampai 18 orang diantara 100 wanita yang hamil.

Penderita diabetes tipe 1 yang hamil pun juga akan mempunyai resiko tinggi, sebab bisa berdampak pada ibu dan janinnya. Sangat penting sekali bagi penderita diabetes yang sedang hamil untuk terus menjaga keseimbangan kadar gula darahnya.

Wanita yang sedang hamil sebaiknya lebih cermat lagi dalam memantau kadar gula darah pada trimester kedua (minggu 14-26). Pada massa itulah diabetes kehamilan umumnya berkembang dan menghilang setelah melahirkan. Meskipun demikian, resiko diabetes dengan tipe 2 pada wanita yyang pernah mengalami diabetes kehamilan adalah sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan popilasi pada umumnya.

Mudah-mudahan info Penjelasan Tentang Diabetes ini bisa memberikan manfaat dan berguna bagi para wanita-wanita remaja yang masih belum memahami akan datangnya masalah kesehatan pada mereka seperti diabetes ini. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com