Selasa, 17 April 2018

Pada Tahap ini Pasien Kanker Serviks Masih bisa Diselamatkan

Pada Tahap Ini Pasien Kanker Serviks Masih Bisa Diselamatkan, Pada Tahap Ini Pasien Kanker Serviks Masih Bisa Diselamatkan, Pasien Kanker Serviks, Pada Tahap Ini Masih Bisa Diselamatkan

Tahap Kanker Serviks yang Bisa Diselamatkan - Bulan Juli adalah bulan deteksi kanker serviks. Kaum wanita dianjurkan untuk rajin melakukan deteksi dini kanker serviks dengan cara melakukan pemeriksaan IVA.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) telah melakukan sebuah pemeriksaan IVA secara serentak terhadap 91.349 wanita di negara Indonesia, tepatnya pada tanggal 5 Juli 2017. Hasil pemeriksaan tersebut telah menunjukkan 2,3% wanita terindikasi penyakit kanker serviks.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia yakni Dr. Emi Nurjasmi, Mkes menghimbau agar melakukan deteksi dini supaya kanker serviks bisa disembuhkan sebelum kondisi si pengidapnya memasuki stadium akhir.

"Cara mendeteksi penyakit kanker serviks yaitu dengan melakukan screening lebih awal. Dengan melalui pemeriksaan IVA, jika ditemukan adanya indikasi kanker serviks lebih cepat ditangani akan lebih baik. Pada tahap awal indikasi kanker serviks itu masih bisa diselamatkan", ujar Dr. Emi Nurjasmi dalam sebuah acara puncak hari ulang tahun IBI (ikatan bidan indonesia) yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, pada hari Rabu 19 Juli 2017.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahayanya bagi kaum wanita yang tidak melakukan screening, "Tetapi jika tidak melakukan screening, tiba-tiba sudah stadium 4, ini yang akan sulit untuk ditangani, seperti kasus pada artis Julia Perez", ujar Dr. Emi.

Selain melakukan pemeriksaan IVA secara rutin, kanker serviks bisa juga dicegah dengan menjalani perilaku hidup yang bersih dan menghindari hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan.

Nah, itulah info tentang Tahap Kanker Serviks yang Bisa Diselamatkan. Mudah-mudahan informasi ini berguna untuk kaum perempuan yang ada didunia khususnya Indonesia. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Segera Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin

Segera Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin, SEGERA! Kanker Serviks Dapat Dicegah Pakai Cara Ini, Mencegah Kanker Serviks dengan Vaksinasi

Mencegah Kanker Serviks dengan Vaksin - Satu-satunya jenis penyakit kanker yang terang-benderang penyebabnya bisa dideteksi dari awal atau juga diantisipasi yaitu kanker serviks. Karena itulah, wanita dan remaja-remaja putri diharapkan untuk sedini mungkin melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan vaksin. Demikian yang disampaikan oleh Dr. Dinda Derdameisya Sp.OG saat berbicara di depan 50-an ibu umat Gereja Paroki Keluarga Kudus Pasar Minggu dalam seminar Kanker Serviks yang di selenggarakan oleh Kanal Health dan juga Tim Kalbe Health Care di ibu kota Jakarta, tepatnya pada hari Minggu 23/07/2017.

Selain vaksin, langkah yang bisa ditempuh untuk mengurangi resiko terkena kanker serviks antara lain ialah setiap kepada pasangan atau alias tidak bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan seksual, berhubungan seks (intim) dengan aman, dan skrining rutin leher rahim (papsmear). "80% hingga 90% kanker serviks terjadi akibat perilaku seks yang tidak aman dan berganti-ganti pasangan", ujar Dr. Dinda.

Vaksin sendiri pada dasarnya untuk mencegah dan tidak untuk mengobati. Jadi, jika seorang wanita sudah terdeteksi terkena kanker serviks yang ditularkan oleh virus yang bernama Human Papillomavirus (HPV), maka vaksin tidak bisa mengobati dan juga tidak mengatasi masalah.

"Mau enggak mau ya tindakannya seperti penanganan kasus kanker pada umumnya, seperti kemoterapi, radiologi dan operasi", ujar Dinda. Dr. Dinda juga menyarankan supaya para wanita yang sudah aktif berhubungan intim (seks) atau sudah pernah berhubungan intim untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin. Tindakan ini dilakukan untuk mendeteksi ada dan tidaknya virus HPV pada leher rahim. Atau juga untuk memeriksa kesehatan pada sel-sel rahim dan bukan tes untuk kanker. Jika tidak ditemukan virus, disarankan untuk melakukan sebuah tindakan vaksin.

Pap smear disarankan untuk dilakukan dengan kondisi antara lain apda saat seorang wanita sudah tidak menstruasi atau hari kesepuluh menstruasi dan tidak habis melakukan hubungan seks. "Itu metode konvensial". Jika metode pemeriksaan baru seperti HPV LBC Test tidak perlu mengikuti syarat-syarat itu. Kondisi apa pun masih bisa. Hanya saja memang harganya jauh lebih mahal dan tidak ditanggung BPJS. Jika yang konvensional ditanggung BPJS.

Menurut Dr. Dinda, vaksin HPV juga sangat disarankan sekali untuk dilakukan pada anak-anak perempuan. Dan bahkan sudah menjadi vaksin wajib bagi anak-anak perempuan. Vaksin ini akan sangat efektif diberikan kepada anak perempuan atau gadis sebelum aktif secara seksual. "Para ibu-ibu tidak perlu khawatir dengan rumor atau kabar yang beredar saat ini tentang vaksin HPV pada anak-anak perempuan yang menyebabkan menopause dini, itu tidak benar", tegas Dr. Dinda.

Itu saja informasi yang kami dapat sampaikan, semoga anda bisa ikut andil dalam Mencegah Kanker Serviks dengan Vaksin tersebut. Karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati dan bahkan resikonya pun tidak berat. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Senin, 16 April 2018

Sebanyak 1.500 Pekerja Wanita ikuti Pemeriksaan Dini Kanker Serviks

1.500 Pekerja Wanita Ikuti Pemeriksaan Dini Kanker Serviks, 1500 Pekerja Wanita Ini Ikuti Pemeriksaan Dini Kanker Serviks, 1.500 Tenaga Kerja Wanita Ikuti Test Kanker Serviks Gratis

Pencegahan Kanker Serviks - Sebanyak 1500 pekerja perempuan di pabrik garmen PT. Bina Busana Internusa Semarang, Jawa Tengah mengikuti tes 'IVA', atau yang disebut dengan pemeriksaan leher rahim (serviks) sebagai langkah deteksi dini ada dan tidaknya penyakit kanker serviks. Kegiatan gratis ini di gagas oleh Direktorat Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kementerian Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era atau disingkat 'OASE' Kabinet Kerja.

"Dengan mendeteksi dini dimaksudkan untuk meminimalisir penderita penyakit kanker serviks. Dan juga mempermudah mengobatinya kepada penderita yang diketahui sejak kanker serviks stadium awal", tutur Marifah Hanif Dhakiri selaku perwakilan dari OASE Kabinet Kerja, saat memberikan sambutan di hadapan para pekerja PT. Bina Busana Internusa, tepatnya pada hari Senin 21/08/2017.

Marifah yang juga istri dari Menteri Ketenagakerjaan M. Hanis Dhakiri juga menyebutkan bahwa saat ini jumlah penderita penyakit kanker serviks di negara Indonesia menempati urutan kedua setelah penderita kanker payudara. Data kementerian Kesehatan tahun 2015 menunjukkan bahwa rata-rata setiap jam jumlah penderita kanker serviks terus bertambah 2,5 orang dan meninggal sekitar 1,1 orang.

Sebagai bentuk kepedulian serta keprihatinan, OASE dan bersama Kementerian Ketenagakerjaan sejak tahun 2015 mengadakan pemeriksaan dini kanker serviks dengan secara gratis kepada para pekerja wanita. Sejak tahun 2015, program ini sudah diikuti sebanyak 8.753 pekerja (belum termasuk pekerja PT. Bina Busana Internusa). Jumlah tersebut terdiri dari pemeriksaan di berbagai PT, antara lain PT. Sritex Sukoharjo sebanyak 4.000 pekerja, PT. Primayuda Boyolali sebanyak 1.000 pekerja, PT. SAMA Semarang sebanyak 2.503 pekerja, dan PT. Ecco Indonesia sebanyak 1.250 pekerja. Dari jumlah tersebut itu yang dinyatakan positif yakni hanya 36 pekerja atau orang saja (0,48%).

Marifah sendiri berharap, kegiatan yang sama bisa terus digelorakan di semua lapisan masyarakat, sehingga bisa tercipta tenaga kerja yang sehat dan juga produktif. Menurutnya, penciptaan tenaga kerja yang produktif ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini. Pasalnya produktivitas adalah salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi pada suatu negara. "Rendahnya status kesehatan  tenaga kerja bisa berdampak pada menurunnya produktivitas kerja yang mengakibatkan terjadinya tingkat upah yang rendah", ungkap Marifah Hanif.

Kemnaker dan bersama OASE Kabinet Kerja telah menyelenggarakan pemeriksaan tes IVA di PT. Bina Busana Internusa sejak tanggal 14 Agustus sampai 21 Agustus 2017. Turut hadir di acara ini Gubernur Jawa Tengah yakni Ganjar Pranowo dan beserta istrinya Siti Atiqoh Supriyanti.

Sedangkan dari OASE sendiri, selain Marifah Hanif, hadir pula Suryan Widati Muhajir (istri Mendikbud), Erni Guntarti Tjahjo (istri Mendagri), Siti Faridah Pratikno (istri Mensesneg) dan Sri Mega Darmi Sandjojo (istri Mendes dan PDT).

OASE Kabinet Kerja adalah sebuah perkumpulan para pendamping menteri dan unsur eksekutif kepemerintahan yang dipimpin oleh Ibu Iriana Joko Widodo. Organisasi ini mempunyai serangkaian program untuk mendukung tercapainya nawacita Presiden Jokowi.

Itu saja informasi tentang himbauan Pencegahan Kanker Serviks yang wajib kaum perempuan mengikutinya, sebab kanker serviks akan berdampak buruk dan bahkan membahayakan nyawa bagi penderitanya. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Rajin Mencuci Tangan bisa Cegah Kanker Serviks

Rajin Cuci Tangan Bisa Cegah Kanker Serviks, Rajin Cuci Tangan Cegah Kanker Serviks, Rajin Cuci Tangan Bisa Mencegah Kanker Serviks Lho!

Mencuci Tangan Cegah Kanker Serviks - Rajin mencuci tangan bisa mencegah penyakit kanker serviks dikarenakan human papillomavirus (HPV merupakan faktor penyebab kanker itu bisa berpindah melalui sentuhan, ucap Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta Venita.

"Perlu mewaspadai toilet umum. Kita sebaiknya harus lebih waspada menjaga kebersihannya itu, kemudian rajin mencuci tangan. Langkah-langkah kebersihan umum sebelum makan, sebelum dan sesudah buang air kecil juga", katanya Kepala Bidang YKI.

Berdasarkan penelitian, menurut Kepala Bidang YKI, penyebaran virus kanker serviks ini melalui kontak sentuhan kurang dari 10%. Namun, memperhatikan kebersihan merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk pencegahan kanker serviks.

Selain rajin cuci tangan, pencegahan kanker serviks yang bisa dilakukan ialah vaksinasi dan deteksi dini kanker serviks setidaknya 3 tahun sekali.

"Minimal setidaknya 3 tahun sekali, jika bisa lebih sering, ya, tidak apa-apa kok. Kelamaan dikhawatirkan lupa, namun 3 tahun sekali minimal. Papsmear gratis BPJS jadi tidak ada alasan wanita untuk tidak periksa", ucap Venita.

Ia juga menyarankan untuk diet seimbang, banyak mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung zat antioksidan, dan rutin berolahraga untuk mencegah terjangkit kanker serviks.

Kanker serviks sendiri merupakan satu-satunya penyakit kanker yang bisa dicegah melalui vaksinasi HPV sebagai pencegahan primer dan skrining sejak dini sebagai pencegahan sekunder.

Tetapi, menurut data-data yang dihimpun dari RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, telah ditemukan 70% penderita kanker serviks datang dengan stadium lanjutan (stadium >3b), dan dengan kelompok usia paling banyak didapatkan rentang usia 35 - 55 tahun, sehingga mempengaruhi angka harapan hidup bagi si pasien tersebut.

Data penderita kanker serviks di RS Dr. Cipto Mangunkusumo pada tahun 2010 sampai dengan 2014 dari 105 pasien, hanya 14% pasien yang mampu bertahan hidup sampai 1 tahun. Dan bahkan dalam 5 tahun, angka harapan hidup adalah 0%.

Gimana setelah menyimak artikel Mencuci Tangan Cegah Kanker Serviks ini? Apakah kalian ingin hidup lebih lama atau sebaliknya? Jika anda tidak mau seperti itu, maka rajin-rajinlah mencuci tangan supaya kanker serviks tidak muncul dan mennyerang kesehatan anda. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Cegah Kanker Serviks, Putri Indonesia 2017 Melakukan Vaksinasi HPV

Cegah Kanker Serviks, Putri Indonesia 2017 Lakukan Vaksinasi HPV, Cegah Kanker Serviks, Putri Indonesia 2017 Lakukan Vaksinasi HPV, Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV | Koran Jakarta

Mencegah Kanker Serviks - Kanker serviks adalah salah satu penyebab kematian terbesar yang menyerang kaum wanita Indonesia. Sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye 'cegah kanker serviks' Putri Indonesia 2017 melakukan vaksinasi HPV.

Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) dan bersama dengan Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta telah menyelenggarakan lokakarya dan juga sosialisasi vaksin HPV, tepatnya pada hari Kamis (07/09/2017) yang bertempat di Graha YKI Jakarta.

Mengusung tema 'Love Yourself, Love Your Family', YKI menjelaskan tentang betapa pentingnya melakukan vaksinasi HPV tersebut. Vaksin HPV ini berfungsi sebagai pencegahan primer yang sangat efektif terhadap penyakit kanker serviks dan pemeriksaan pap smear secara rutin bagi kaum wanita yang sekiranya sudah menikah.

Dalam kampanye tersebut, Bunga Jelita yang sebagai Duta Cegah Kanker Serviks tersebut turut menyuarakan betapa pentingnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya kanker serviks pada kita atau anda. Tidak hanya itu saja, Bunga Jelita juga melakukan vaksinasi HPV.

"Saya ingin menyerukan kepada seluruh kaum wanita Indonesia akan pentingnya mendeteksi dini kanker serviks dan melakukan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks", ucap Bunga setelah mendapatkan vaksinasi.

Bunga Jelita menyadari bahwa kaum wanita memiliki peran yang penting baik dalam keluarga maupun juga dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itulah, Bunga menghimbau supaya wanita yang berusia produktif untuk rajin melakukan vaksinasi HPV.

Nah, mungkin itu saja informasi tentang Mencegah Kanker Serviks agar tidak muncul dan menyerang tubuh kita. Jadi, sebaiknya rajin dan rutin menjalani vaksinasi HPV seperti yang sudah disarankan oleh Bunga Jelita selaku Duta Cegah Kanker Serviks. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pacaran bisa Tingkatkan Risiko Kanker Serviks!!

Pacaran Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Serviks?, Pacaran Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Serviks?, Pacaran Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Serviks?

Resiko Kanker Serviks - Dahulu kala, orang-orang yang terkena penyakit kelamin dan reproduksi seperti penyakit kanker serviks ini sering diasumsikan, sebab hubungan seks bebas. Saat ini kasus penyakit kanker serviks semakin meningkat tajam. Lalu, apakah pacaran merupakan salah satu faktor penyebab kanker serviks menyerang?

Kasus penyakit kanker serviks di Indonesia sendiri sudah semakin meningkat. Menurut paparan dari Dr. Cindy Rani Wirasti, SpOG, sebanyak 58 kasus terbaru terkait kanker serviks ditemukan setiap harinya. Tidak hanya itu saja, 26 wanita meninggal dunia setiap hari akibat penyakit ini. Padahal, banyak sekali pasien yang menjalani hubungan resmi melalui pernikahan mereka dan tidak pernah melakukan hubungan seks bebas. Lalu, bagaimana ini bisa terjadi?

Dalam acara lokakarya dan juga kampanye bersama dengan Yayasan Kanker Indonesia dan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks, Dr. Cindy menjelaskan bahwa kini penyebaran dari virus HPV semakin mudah dan bahkan siapa saja rentan untuk terkena virus HPV.

"Banyak sekali pasien yang merasa heran mengapa terkena penyakit kanker serviks, padahal mereka hanya melakukan hubungan seks dengan suaminya saja", ucap Dr. Cindy, pada hari Kamis (07/09/2017).

Mengenai hal itu, ia menjelaskan bahwa istri yang hanya melakukan hubungan seks dengan suaminya pun bisa terinfeksi virus HPV. Dan alasannya, wajib ditelusuri apakah sang suami dulunya pernah berpacaran dengan banyak wanita yang terinfeksi virus HPV. Tidak hanya itu saja, jika mantan pacar suami anda pernah berpacaran dengan seseorang yang terinfeksi HPV sebelum berpacaran dengan suami anda, maka resiko terkena virus HPV semakin tinggi. Nah, inilah salah satu bahaya dari yang namanya pacaran yang tidak sehat.

Untuk itu, Dr. Cindy menekankan bahwa pentingnya melakukan deteksi dini kanker serviks dan pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV serta pap smear.

Terima kasih sudah menyimak artikel kilas info tentang Resiko Kanker Serviks tersebut, apabila anda merasa kurang puas dengan apa yang dibahas dalam artikel di atas tersebut, maka silahkan anda baca artikel lainnya yang masih terkait dengan artikel diatas...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Minggu, 15 April 2018

Wanita Usia Produktif Rentan terkena Kanker Serviks

Wanita Usia Produktif Rentan Kena Kanker Serviks, Wanita Usia Muda pun Rentan Terkena Kanker Serviks, Wanita Usia Produktif yang Rentan Terserang Kanker Serviks

Bahaya Kanker Serviks - Kanker serviks paling banyak menyerang kaum wanita yang usia produktif dengan rentang usia 36 - 55 tahun. Untuk mencegah kanker serviks, tindakan promotif dan preventif merupakan salah satu solusi yang terbaik.

Virus Human Papillomavirus (HPV) adalah penyebab penyakit kanker serviks. Mudahnya penyebaran virus, dan kurangnya pemahaman untuk melakukan pendeteksian dini serta minimnya pencegahan membuat penyakit yang satu ini semakin mudah menyerang. Selain itu juga, kanker serviks cenderung tidak menunjukkan tanda atau gejala apapun, sehingga seringkali terdeteksi ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut.

Untuk itulah, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan bersama Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) telah menggalakkan kampanye promotif dan preventif untuk mencegah penyakit kanker serviks secara efektif.

"Tindakan promotif, seperti pemberian edukasi dan tindakan preventif dengan melakukan vaksinasi HPV serta pemeriksaan pap smear merupakan cara efektif mencegah kanker serviks", ucap oleh Dr. Cindy Rani Wirasti, SpOG dalam acara kampanye kanker serviks di Graha YKI, tepatnya pada hari Kamis (07/09/2017).

Dr. Cindy menjelaskan bahwa mendeteksi secara dini kanker serviks sangat penting sekali karena biasanya kanker serviks tidak menunjukkan gejala, sehingga pasien baru menyadari setelah memasuki stadium lanjut.

"Kanker serviks sendiri umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Ketika seseorang didiagnosa terkena penyakit kanker serviks, itu berarti dia sudah terkena virus human papillomavirus atau HPV sejak beberapa tahun sebelumnya", lanjut Dr. Cindy.

Deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan IVA. Jika terdeteksi gejala kanker serviks, maka pasien masih bisa untuk diobati. Tetapi jika pasien menyadari setelah memasuki stadium llB, pasien hanya bisa menjalani kemoterapi dan juga radiasi.

Mungkin cukup disini saja tentang sekilas info mengenai Bahaya Kanker Serviks ini, mudah-mudahan bermanfaat dan apabila anda masih kurang paham, sebaiknya baca artikel terkait diatas. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com