Tampilkan postingan dengan label Kanker Payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker Payudara. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2018

Rajin Mencuci Tangan bisa Cegah Kanker Serviks

Rajin Cuci Tangan Bisa Cegah Kanker Serviks, Rajin Cuci Tangan Cegah Kanker Serviks, Rajin Cuci Tangan Bisa Mencegah Kanker Serviks Lho!

Mencuci Tangan Cegah Kanker Serviks - Rajin mencuci tangan bisa mencegah penyakit kanker serviks dikarenakan human papillomavirus (HPV merupakan faktor penyebab kanker itu bisa berpindah melalui sentuhan, ucap Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta Venita.

"Perlu mewaspadai toilet umum. Kita sebaiknya harus lebih waspada menjaga kebersihannya itu, kemudian rajin mencuci tangan. Langkah-langkah kebersihan umum sebelum makan, sebelum dan sesudah buang air kecil juga", katanya Kepala Bidang YKI.

Berdasarkan penelitian, menurut Kepala Bidang YKI, penyebaran virus kanker serviks ini melalui kontak sentuhan kurang dari 10%. Namun, memperhatikan kebersihan merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk pencegahan kanker serviks.

Selain rajin cuci tangan, pencegahan kanker serviks yang bisa dilakukan ialah vaksinasi dan deteksi dini kanker serviks setidaknya 3 tahun sekali.

"Minimal setidaknya 3 tahun sekali, jika bisa lebih sering, ya, tidak apa-apa kok. Kelamaan dikhawatirkan lupa, namun 3 tahun sekali minimal. Papsmear gratis BPJS jadi tidak ada alasan wanita untuk tidak periksa", ucap Venita.

Ia juga menyarankan untuk diet seimbang, banyak mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung zat antioksidan, dan rutin berolahraga untuk mencegah terjangkit kanker serviks.

Kanker serviks sendiri merupakan satu-satunya penyakit kanker yang bisa dicegah melalui vaksinasi HPV sebagai pencegahan primer dan skrining sejak dini sebagai pencegahan sekunder.

Tetapi, menurut data-data yang dihimpun dari RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, telah ditemukan 70% penderita kanker serviks datang dengan stadium lanjutan (stadium >3b), dan dengan kelompok usia paling banyak didapatkan rentang usia 35 - 55 tahun, sehingga mempengaruhi angka harapan hidup bagi si pasien tersebut.

Data penderita kanker serviks di RS Dr. Cipto Mangunkusumo pada tahun 2010 sampai dengan 2014 dari 105 pasien, hanya 14% pasien yang mampu bertahan hidup sampai 1 tahun. Dan bahkan dalam 5 tahun, angka harapan hidup adalah 0%.

Gimana setelah menyimak artikel Mencuci Tangan Cegah Kanker Serviks ini? Apakah kalian ingin hidup lebih lama atau sebaliknya? Jika anda tidak mau seperti itu, maka rajin-rajinlah mencuci tangan supaya kanker serviks tidak muncul dan mennyerang kesehatan anda. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Jumat, 23 Maret 2018

Pengertian Tentang Kanker Payudara

Kanker Payudara - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Pengertian Kanker Payudara, Penyebab dan Gejalanya, Kanker payudara - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kanker Payudara - Payudara terbentuk dari lemak, jaringan ikat serta ribuan lobulus atau kelenjar kecil penghasil air. Ketika seorang wanita melahirkan, ASI atau air susu ibu akan dikirim ke puting melalui saluran kecil pada saat menyusui.

Sel-sel didalam tubuh kita biasanya tumbuh dan berkembangbiak secara teratur. Sel-sel yang baru hanya terbentuk pada saat dibutuhkan saja. Namun proses dalam tubuh pengidap kanker akan berbeda.

Proses tersebut itu akan berjalan secara tidak wajar, sehingga pertumbuhan serta perkembangbiakan sel-sel akan menjadi tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut itu juga bisa menyebar kebagian-bagian tubuh lainnya melalui aliran darah dalam tubuh. Inilah yang disebut dengan kanker yang mengalami metastasis.

Jika terdeteksi pada stadium awal (pertama), kanker bisa diobati sebelum menyebar luas kebagian lain di tubuh. Gejala awal kanker payudara ialah benjolan atau penebalan pada jaringan kulit payudara. Namun sebagian besar benjolan tersebut belum tentu menandakan kanker.

Penderita Kanker Payudara di Indonesia

Kejadian tentang kanker payudara di negera Indonesia sudah mencapai sekitar 40 kasus setiap 100.000 penduduk ditahun 2012, menurut data dari organisasi kesehatan dunia (WHO). Dibandingkan dengan negara Malaysia (negara tetangga), kanker payudara di negara Indonesia lebih banyak diderita oleh kaum wanita yang usianya masih muda dan pada tahap yang lebih lanjut. Kanker payudara sendiri tidak hanya menyerang kaum wanita saja, tetapi juga bisa menyerang pada kaum pria meskipun sangat jarang sekali.

Apa Saja Jenis Kanker Payudara?

Dua diantara tiga wanita yang mengidap penyakit kanker payudara berusia diatas 50 tahun. Ketika anda menyadari adanya tanda atau gejala kanker payudara, maka anda dianjurkan untuk segera konsultasi ke dokter. Setelah pemeriksaan, dokter biasanya akan merujuk anda ke rumah sakit guna pemeriksaan lebih lanjut lagi untuk memastikan diagnosis. Kanker payudara sendiri umumnya terbagi menjadi dua kategori yaitu non-invasif dan invasif. Penjelasan lebih detailnya sebagai berikut:

1. Kanker payudara invasif
Bentuk paling umum dari jenis kanker payudara invasif ialah kanker payudara duktal invasif yang berkembang pada sel-sel pembentuk saluran payudara. Kata invasif sendiri berarti kanker ini bisa menyebar diluar payudara. Sekitar 80% dari semua kasus kanker payudara invasif merupakan jenis semacam ini.

Jenis kanker payudara invasif lainnya meliputi:

  • Kanker payudara lobular invasif. Jenis penyakit ini berkembang pada kelenjar penghasil susu yang mana disebut dengan lobulus.
  • Kanker payudara terinflamasi.
  • Kanker Paget pada payudara.


Jenis-jenis kanker seperti ini juga dikenal dengan kanker payudara sekunder atau metastasis. Jenis kanker ini bisa menyebar kebagian lain di tubuh. Penyebarannya biasanya melalui kelenjar getah bening atau aliran darah.

2. Kanker payudara non-invasif
Bentuk kanker payudara non-invasif biasanya ditemukan melalui mamografi, sebab jarang sekali menimbulkan benjolan. Jenis kanker payudara ini juga sering disebut dengan pra kanker. Tipe yang paling umum dari kanker payudara ini ialah duktal karsinoma in situ. Jenis kanker payudara yang satu ini bersifat jinak dan ditemukan dalam saluran (duktus) payudara, serta belum menyebar.

Pemeriksaan Payudara dan Genetika

Penyebab kanker payudara yang utama masih belum diketahui. Sebab itulah pencegahan sepenuhnya untuk kanker payudara juga sangat sulit ditentukan. Banyak sekali faktor-faktor yang bisa meningkatkan resiko terkena kanker, misalnya saja usia dan riwayat kesehatan keluarga.

Pemeriksaan payudara dan juga genetika dianjurkan untuk kaum wanita dengan kemungkinan terkena kanker payudara yang melebihi rata-rata. Resiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia, maka wanita yang berusia 50-70 tahun dianjurkan untuk memeriksakan diri setiap tiga tahun sekali. Wanita yang berusia 70 tahun keatas juga dianjurkan untuk memeriksakan diri dan juga berkonsultasi dengan dokter terpercaya.

Langkah-langkah Pengobatan Kanker Payudara

Satu dari sembilan wanita akan terkena penyakit kanker payudara selama masa hidup mereka. Kanker yang terdeteksi pada tahap awal mempunyai peluang besar untuk sembuh dengan melalui langkah-langkah pengobatan. Sebab itu, sangat penting sekali bagi seorang wanita untuk melakukan pemeriksaan payudaranya secara rutin.

Kanker payudara bisa diobati dengan kombinasi operasi, kemoterapi dan juga radioterapi. Beberapa kasus dari kanker payudara juga bisa ditangani dengan melalui terapi biologis atau hormon. Selama masa pengobatan dan juga pemulihan, dukungan dari orang lain yang terutama dari keluarga bagi penderita kanker payudara sangatlah penting sekali.

Itulah pembahasan detil tentang Kanker Payudara tersebut. Apabila anda sudah menyimak ulasan diatas dengan baik dan benar, maka silahkan anda simak informasi terkait lainnya disini. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com