Rabu, 11 April 2018

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih - Gejala, penyebab dan mengobati, Infeksi Saluran Kemih pada Wanita, Gejala Infeksi Saluran Kemih, Ciri-ciri Infeksi Saluran Kemih Apa Saja

Penyakit Infeksi Saluran Kemih - Infeksi saluran kemih atau ISK adalah penyakit infeksi yang terjadi pada saluran kemih atau kandung kemih. Hal ini bisa terjadi dikarenakan adanya kuman dan bakteri yang bersarang didalam saluran kemih. Jenis penyakit infeksi seperti ini bisa dialami oleh siapa saja, dan bahkan penyakit ini tidak dibatasi oleh usia sekalipun. Penyakit ini bisa disembuhkan (diobati) dengan berbagai macam jenis cara. Dan salah satunya ialah dengan menggunakan obat alami, herbal dan juga tradisional. Salah satu jenis obat yang digunakan untuk menyembuhkan infeksi saluran kemih yaitu dengan menggunakan obat berupa bawang putih.

Manfaat bawang putih merupakan salah satu untuk menyembuhkan penyakit infeksi saluran kemih yang terjadi pada bagian kandung kemih (saluran kencing). Tapi ada juga manfaat lainnya dari bawang putih yakni untuk menyembuhkan penyakit jantung, penyakit kanker dan juga penyakit asma. Cara membuat ramuan dengan bawang putih sangat mudah, cukup anda tumbuk atau juga bisa dimakan secara langsung.

Selain dengan cara mengobati atau menyembuhkan infeksi saluran kemih, ada juga cara untuk mencegah infeksi saluran kemih serta cara mengatasi infeksi saluran kemih. Dan ada juga faktor penyebab infeksi saluran kemih, gejala saluran kemih  dan lain sebagainya. Salah satu cara untuk mengatasinya yaitu bisa dengan cara memakan-makanan yang bergizi dan sehat. Makanan yang bergizi dan sehat merupakan makanan yang mengandung empat sehat lima sempurna. Makanan yang mengandung empat sehat lima sempurna itu adalah makanan yang didalamnya terdapat kandungan serat, karbohidrat, vitamin dan juga protein.

Selain itu, ada juga cara mencegah terjadinya penyakit infeksi saluran dan salah satunya ialah dengan cara rajin dan teratur untuk berolahraga. Dengan berolahraga secara ruitn dan teratur bisa mencegah terjadinya penyakit infeksi saluran kemih.

Penyebab infeksi saluran kemih

Selain dengan pernyataan diatas, ada beberapa faktor penyebab infeksi saluran kemih yang terjadi pada bagian kandung kemih, dan penyebabnya ialah:

Terlalu sering menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom
Salah satu faktor penyebab penyakit infeksi saluran kemih yaitu terlalu seringnya menggunakan kondom untuk kegiatan seksual seseorang. Dengan menggunakan kondom bisa mengakibatkan infeksi saluran kemih yang berkepanjangan. Oleh sebab itulah supaya tidak terkena penyakit infeksi saluran kemih ini, disarankan anda untuk tidak memakai bahan pengaman seperti kondom ini yang terlalu sering, sebab bisa memicu terjadinya infeksi saluran kemih anda. Dan anda juga harus bisa menjaga kesehatan anda dan juga kebersihan dengan baik dan benar. Karena pada dasarnya jenis penyakit yang satu ini bisa merugikan diri sendiri.

Menyebabkan Spermisida
Salah satu penyebab penyakit infeksi saluran kemih lainnya adalah karena spermisida yang ada didalam tubuh anda. Spermisida bisa terjadi karena adanya penyakit ISK. Maksud dari spermisida sendiri adalah karena adanya kuman dan bakteri yang bersarang didalam tubuh anda yang bisa menyebabkan kulit jadi iritasi. Oleh karena itu, anda harus bisa menjaga kesehatan serta kebersihan dengan bai dan benar supaya penyakit ini tak mudah kambuh atau muncul.

Melakukan pembersihan pada bagian anus (dubur) yang salah
Salah satu penyebab lain infeksi saluran kemih yaitu dengan melakukan pembersihan pada bagian anus (dubur) dengan cara yang salah. Hal ini bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Cara membersihkan yang baik dan benar yaitu dengan cara dari arah depan ke belakang. Oleh karena itu, anda harus bisa menjaga kesehatan serta kebersihan dengan baik supaya penyakit infeksi ini tidak mudah kambuh.

Seringnya melakukan kegiatan seksual
Salah satu faktor penyebab penyakit infeksi saluran kemih berikutnya adalah seringnya melakukan kegiatan seksual. Dengan sering melakukan kegiatan seksual bisa menyebabkan penyakit infeksi saluran kemih terjadipada saluran kemih.Oleh karena itu, anda bisa menjaga kesehatan serta kebersihan dengan baik supaya terhindar dari penyakit seperti ini.

Penyebab jenis kelamin
Penyebab berikutnya adalah adanya jenis kelamin. Jenis kelamin yang bisa menyebabkan infeksi saluran kemih ini sering terjadi kepada kaum wanita ketimbang dengan kaum pria, sebab kaum wanita mempunyai saluran kencing (uretra) pendek, dibandingkan dengan kaum pria. Oleh karena itu, wanita lebih mudah untuk terkena penyakit infeksi ini. Dan anda harus bisa menjaga kesehatan dan juga kebersihan dengan baik dan benar supaya penyakit ini tidak datang.

Adanya sumbatan pada saluran kemih
Penyebab yang berikutnya yaitu adanya sumbatan yang terjadi pada saluran kemih. Hal ini bisa terjadi pada penderita penyakit infeksi saluran kemih yang mana penyakit ini terjadi pada bagian kandung kemih. Oleh karena itu, anda harus bisa untuk menjaga kesehatan serta kebersihan dengan baik dan benar supaya penyakit ini tak mudah datang.

Nah, itu saja ulasan Penyakit Infeksi Saluran Kemih ini, adapun pembahasan terkait dengan penyakit yang satu ini bisa anda simak dalam artikel-artikel sebelumnya yang sudah pernah kami bagikan disini. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Selasa, 10 April 2018

Jangan Cemas, Begini Cara Mengatasi Keputihan Wanita

Jangan Cemas, Begini Cara Mengatasi Keputihan, Jangan Cemas, Begini Cara Mengatasi Keputihan, Jangan Cemas, Begini Cara Mengatasi Keputihan

Cara Mengatasi Keputihan - Meski sebenarnya sebagian besar keputihan itu adalah hal yang normal, tetapi kondisi seperti ini seringkali membuat tidak nyaman dan resah. Bagaimana cara mengatasinya?

Keputihan sebenarnya adalah suatu hal yang normal dan sehat karena pada dinding miss V (vagina) dan leher rahim terdapat kelenjar yang memproduksi sebuah cairan untuk menjaga kesehatan organ intim wanita. Keputihan yang normal pada umumnya berwarna putih susu atau atau juga jernih dan bahkan tidak berbau. Kadar cairan akan meningkat pada masa-masa tertentu seperti saat menyusui, saat melakukan hubungan intim (seksual), dan saat atau sekitar masa menstruasi.

Menangani Keputihan Tidak Normal

Keputihan yang normal itu sebenarnya tidak membutuhkan penanganan khusus. Yang harus dijaga ialah supaya keputihan tidak berubah menjadi tidak normal. Perubahan ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti infeksi vaginosis bakterial, pemakaian antibiotik, infeksi penyakit menular seksual misalnya seperti klamidia, kanker serviks, pemakaian pil kontrasepsi, infeksi parasit trikomoniasis atau infeksi jamur. Tanda-tanda dari keputihan yang tidak normal yaitu perubahan warna dan juga konsistensi, adanya bau serta adanya rasa gatal atau rasa nyeri.

Ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan secara mandiri seperti:

  • Kompres dingin untuk meredakan rasa gatal dan pembengkakan.
  • Mengkonsumsi yoghurt jika anda sedang dalam pengobatan antibiotik supaya menurunkan resiko terkena infeksi jamur.
  • Menggunakan krim (cream) atau gel antijamur (Ladyfem) jika memang keputihan itu disebabkan oleh infeksi jamur.
  • Menggunakan kondom atau tunda hubungan intim (seksual) sampai satu minggu setelah pengobatan.
  • Jika keputihan yang tidak normal itu berlangsung lebih dari satu minggu setelah pengobatan mandiri, maka periksakan diri anda ke dokter.


Jika ada tanda-tanda yang berbahaya, segera juga periksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan sebuah penanganan yang berdasarkan penyebab keputihan anda. Tanda-tanda keputihan yang sangat berbahaya antara lain ialah timbul bau yang sangat menyengat, gatak-gatal dan kemerahan pada organ vital (vagina) dan area sekitarnya, pendarahan atau bercak darah diluar masa siklus menstruasi, keputihan berubah warna jadi hijau ataupun kuning, keputihan menjadi tebal atau lengket.

Mencegah Keputihan Tidak Normal

Untuk menghindari terjadinya masalah keputihan yang tidak normal, berikut dibawah ini beberapa langkah-langkah pencegahan yang bisa anda lakukan:

1. Jaga supaya vagina tetap kering dan tidak lembap dengan cara selalu mengeringkannya setelah membuang air kecil. Menjaga supaya vagina tetap kering bisa juga dilakukan dengan:

  • Menggunakan celana yang tidak terlalu ketat.
  • Jangan sering menggunakan stoking.
  • Menggunakan celana dalam yang berbahan katun, bukan sintetis. Celana dalam katun memungkinkan lebih banyak udara ke vagina dan mencegah lembap.
  • Tidak mengenakan celana dalam ketika tidur di malam hari.
  • Basuh kemaluan dari arah depan ke belakang setelah membuang air kecil, bukan sebaliknya.


2. Vagina sendiri sebenarnya adalah organ yang bisa membersihkan diri sendiri. Menggunakan cairan pembersih vagina justru sangat beresiko merusak keseimbangan alami bakteri dan juga jamur didalamnya. Ketidakseimbangan ini akan sangat memicu vaginosis bakterial. Untuk membersihkan vagina, gunakanlah air hangat dan sabun yang tidak beraroma. Tapi sebisa mungkin hanya menggunakan air saja.

3. Hindari pemakaian parfum, bedak pada miss V (vagina). Pemakaian parfum dan sabun bisa menyebabkan rasa nyeri pada vagina dan keluarnya cairan vagina yang tidak normal.

4. Selain itu, hindarilah pemakaian bahan-bahan berikut yang bisa membuat iritasi dan menyebabkan keluarnya cairan yang tidak normal dari miss V (vagina):

  • Pemakaian pelembut atau detergen yang beraroma kuat ketika mencuci celana dalam.
  • Pembalut beraroma atau berparfum.
  • Tisu toilet beraroma.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat dengan nutrisi yang seimbang.
  • Mengkonsumsi yoghurt atau suplemen yang mengandung laktobasilus.
  • Hindari terlalu sering berendam didalam air panas.
  • Cuci pakaian dalam menggunakan air hangat.
  • Ganti pembalut secara teratur ketika datang bulan.


Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan jagalah kebersihan area intim anda supaya terhindar dari infeksi yang bisa menyebabkan keputihan tidak normal. Terima kasih sudah menyimak informasi tentang Cara Mengatasi Keputihan tersebut. Dan semoga bermanfaat bagi pengunjung...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Kanker Serviks

Kanker Serviks - Gejala, penyebab dan mengobati, 11 Gejala Kanker Serviks yang Paling Mudah Dikenali Gejala Kanker, Kanker Serviks - Gejala, Penyebab, Pengobatan, Definisi dan Pengertian Kanker Serviks

Kanker Serviks - Kanker serviks adalah jenis kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim wanita sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari miss V (vagina). Semua wanita dari berbagai usia beresiko menderita kanker serviks. Tetapi, penyakit ini lebih cenderung mempengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Di tahap awal, penyakit ini biasanya tidak memiliki tanda atau gejala apapun. Gejala kanker serviks yang paling sangat umum terjadi yaitu pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, diluar masa menstruasi atau juga setelah menopause. Meskipun terjadi pendarahan, belum berarti anda menderita penyakit kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi anda, segeralah tanyakan pada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Penderita Kanker Serviks di Indonesia

Di tahun 2014, WHO menyatakan terdapat lebih dari 92 ribu lebih kasus kematian pada penduduk wanita akibat penyakit kanker. Sebesar 10,3% merupakan jumlah kematian akibat penyakit kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks berjumlah hampir sebanyak 21 ribu.

Sejak tahun 2000 sampai tahun 2012, semakin muda usia seorang wanita yang terserang penyakit kanker serviks, yakni kisaran usia 21-22 tahun ditahun 2000 dan mencapai usia dibawah 20 tahun pada tahun 2012. Penelitian WHO menyingkapkan kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di Indonesia. Khususnya untuk skrining kanker serviks yakni sitologi serviks dan ulasan asam asetat, secara umum belum tersedia di pusat kesehatan primer pada tahun 2014.

Hal ini ikut berpengaruh pada jumlah kematian kanker serviks di Indonesia yang tergolong sangat tinggi karena sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Biasanya, kanker sudah menyebar luas ke organ lain didalam tubuh saat seseorang memeriksakan kondisinya. Inilah penyebab pengobatan yang dilakukan menjadi semakin sulit.

Human Papillomavirus sebagai Penyebab Utama Kanker Serviks

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis-jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan juga alat kelamin. Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tetapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan bisa menjadi penyebab munculnya kanker serviks.

Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yakni HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus tersebut ini yang menyebabkan 70% kasus kanker serviks. Banyak kaum wanita tidak menyadari telah terinfeksi, karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. Penting sekali untuk menyadari bahwa infeksi ini sering terjadi, meski banyak kaum wanita yang terinfeksi tidak mengalami kanker.

Kondom bisa melindungi Anda dari HPV ketika berhubungan seks, tetapi tidak selalu sempurna dalam mencegah terjadinya infeksi. Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh seorang wanita mencegah virus untuk melukai rahim, namun pada sebagian wanita, virus HPV ini bisa bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.

Vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang beresiko menyebabkan kanker sudah tersedia. Vaksinasi HPV yang saat ini ada ialah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18; vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18; atau juga vaksin nonavalen untuk 9 jenis HPV yakni 4 jenis ditambah 31,33, 45, 52, dan 58.

Pentingnya Langkah Screening untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Selama bertahun-tahun, sel-sel pada permukaan leher rahim mengalami banyak sekali perubahan. Sel-sel ini bisa secara perlahan-lahan berubah menjadi kanker, tetapi sebenarnya perubahan sel di leher rahim bisa dideteksi sejak dini. Pengobatan saat sel-sel masih dalam tahap pra-kanker bisa dilakukan supaya resiko terkena kanker serviks bisa berkurang.

Screening untuk kanker serviks juga dikenal dengan sebutan pap smear atau tes smear. Pap smear sendiri berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Ketika melakukan pap smear, sampel sel diambil dari leher rahim dan diperiksa dibawah mikroskop.

Screening serviks bukanlah sebuah tes untuk mendiagnosis kanker serviks. Tes ini sangat berguna untuk memeriksakan kesehatan sel-sel di leher rahim dan juga mendeteksi jika ada sel-sel yang abnormal. Dengan deteksi dan pengangkatan sel-sel abnormal, kanker serviks bisa dicegah secara maksimal. Pada kebanyakan wanita, tes akan menunjukkan hasil yang normal. Tetapi sekitar 5% tes menunjukkan adanya perubahan abnormal pada sel leher rahim.

Perubahan ini kebanyakan tidak berujung pada kanker, dan sel-sel abnormal mungkin masih bisa kembali normal dengan sendirinya. Tetapi, pada beberapa kasus tertentu, sel-sel yang bersifat abnormal perlu diangkat karena sangat berpotensi berubah menjadi kanker.

Hasil tes smear yang abnormal tidak berarti seseorang menderita penyakit kanker serviks. Kebanyakan hasil abnormal disebabkan oleh infeksi atau juga adanya sel beresiko kanker yang bisa ditangani dengan mudah. Disarankan pada kaum wanita yang telah aktif secara seksual dan berusia 25-49 tahun diperiksa setiap tiga tahun sekali. Sedangkan wanita yang berusia 50-64 tahun bisa diperiksa setiap lima tahun sekali. Hubungi dokter untuk mencari tahu lebih banyak mengenai pemeriksaan ini.

Tingkat Stadium Menentukan Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan kanker serviks sendiri tergantung pada beberapa faktor. Penyakit kanker serviks bisa diobati dengan menjalani operasi jika diagnosis dilakukan pada tingkat awal. Pada beberapa kasus, hanya serviks saja yang diangkat dan rahim bisa dibiarkan saja. Pada kondisi yang jauh lebih serius, rahim perlu diangkat seluruhnya. Proses operasi untuk pengangkatan rahim itu disebut sebagai histerektomi.

Sedangkan prosedur radioterapi merupakan langkah alternatif untuk kanker serviks stadium awal. Pada kasus yang tertentu, radioterapi juga bisa dijalankan secara berdampingan dengan operasi. Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut, biasanya dirawat dengan metode kombinasi radioterapi dan kemoterapi. Beberapa penanganan bisa memiliki efek samping yang cukup berat dan jangka panjang, termasuk diantaranya adalah menopause dini dan juga kemandulan.

Komplikasi Akibat Kanker Serviks
Komplikasi sering terjadi kepada kaum wanita yang menderita penyakit kanker serviks. Komplikasi itu bisa muncul sebagai akibat langsung dari kanker atau juga efek samping dari pengobatan yang dilakukan. Misalnya saja karena radioterapi, kemoterapi atau operasi. Komplikasi dari kanker serviks ialah:

  • Komplikasi ringan; pendarahan kecil pada miss V (vagina) atau juga sering kencing.
  • Komplikasi berat; pendarahan yang parah dan bahkan gagal ginjal.


Harapan Hidup Bagi Penderita Kanker Serviks
Masa depan bagi pengidap kanker serviks ditentukan oleh diagnosis stadium kanker serviks yang diterima. Stadium kanker serviks sendiri bertahap dari satu sampai stadium empat, dimana stadium ini menggambarkan mengenai tingkat perkembangan dan juga penyebaran kanker. Angka harapn bertahan untuk hidup setidaknya lima tahun setelah penderita didiagnosis penyakit kanker serviks, dikelompokkan kedalam stadium:


  • Stadium 1 =  80% - 99%
  • Stadium 2 = 60% - 90%
  • Stadium 3 = 30% - 50%
  • Stadium 4 = 20%


Tak ada satu cara khusus apapun untuk melakukan pencegahan terhadap kanker serviks. Akan tetapi, masih ada beberapa cara efektif untuk mengurangi resiko terkena kanker ini.

Terima kasih anda sudah menyimak artikel tentang penjelasan penyakit Kanker Serviks ini, mudah-mudahan saja dengan mengetahui pembahasan dalam artikel ini bisa memberikan manfaat yang baik khususnya bagi para kaum perempuan...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Minggu, 08 April 2018

Infeksi Saluran Kemih pada Wanita

Infeksi saluran kemih - Gejala, penyebab dan mengobati, Penyebab Infeksi Saluran Kemih, 4 Penyebab Infeksi Saluran Kencing pada Wanita, 11 Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih Secara Tradisional

Infeksi Saluran Kemih - Wanita lebih mudah untuk terinfeksi saluran kemih dibagian bawahnya dibandingkan dengan pria. Selain saluran kemih bagian bawah kaum wanita lebih pendek, muara saluran kemih wanita bertetangga dekat dengan muara vagina, tempat darah menstruasi rutin keluar, dan suasana mulut dari vagina yang lembab oleh air cebokan, selain kemungkinan tercemar pembalut yang mungkin sudah bersih atau steril. Infeksi yang masuk ke saluran kemih bawah akan memasuki saluran kemih, menjalar naik ke kandung kemih, dan terus ke atas hingga ke ginjal juga. Selain lewat bawah, gangguan infeksi juga bisa datang dari susu melalui pembuluh darah, langsung ke ginjal.

Penyakit Infeksi Saluran Kemih pada Wanita

Jika infeksi saluran kemih pada wanita hanya bersarang di saluran kemih bawah saja, gejalanya hanya anyang-anyangan. Nyeri di sayat, rasa panas saat berkemih, biasanya di akhir berkemih. Saking nyerinya sampai-sampai takut untuk berkemih. Pernah penyakit infeksi saluran kemih harus disembuhkan hingga tuntas. Jika tidak penyakit tersebut akan berlangsung menahun, dan bahkan bisa bermasalah sewaktu malam pengantin nanti. Infeksi saluran kemih bisa kambuh sehabis malam pengantin.

Infeksi saluran kemih pada seorang wanita bisa terjadi pada kandung kemih atau bladder, ginjal ureter (saluran yang membawa urin atau air kencing dari ginjal untuk dilairkan ke kandung kemih), atau uretra (saluran yang membawa urin ke kandung kemih untuk dikeluarkan). Infeksi saluran kemih (ISK) disebabkan oleh bakteri. Kasus penyakit infeksi saluran kemih yang paling sering terjadi yaitu infeksi yang terjadi pada kandung kemih. Sedangkan tipe lain infeksi saluran kemih terjadi pada ginjal dan juga uretra.

Infeksi saluran kemih pada wanita sendiri bisa menyebabkan gejala dan tanda-tanda yang berbeda pada masing-masing orang. Beberapa tanda-tanda yang mungkin anda rasakan yaitu perasaan terbakar atau panas ketika buang air kecil. Anda mungkin sering membuang air kecil. Perasaan serta keinginan untuk buang air kecil lagi padahal anda baru saja membuang air kecil sebelumnya. Mungkin ada gejala terdapatnya darah pada urin atau bau urin yang sangat menyengat.

Asymptomatic bacteriuria, jenis infeksi yang tidak menunjukkan gejala, sering disebabkan oleh perkembangan bakteri yang sudah ada pada sistem tubuh seorang wanita sebelum ia hamil. Jenis infeksi ini terjadi pada sekitar 6% dari wanita hamil. Jika dibiarkan dan tidak segera diobati, jenis infeksi asymptomatic bacteriuria bisa berkembang menjadi pyelonephritis (infeksi ginjal).

Urethitis akut atau cysitis (infeksi kandung kemih) yakni infeksi yang terjadi pada urethra atau bladder (kandung kemih) yang menyebabkan gejala-gejala antara lain seperti nyeri atau rasa terbakar ketika buang air kecil, sering buang air kecil, merasa atau ingin dan perlu buang air kecil lagi, padahal baru saja buang air kecil dan demam. Sebaiknya perlu anda perhatikan bahwa sering buang air kecil yang anda lakukan ialah normal dan gejala biasa dari kehamilan dan dengan sendirinya bukan merupakan indikasi adanya infeksi saluran kemih.

Diagnosis Infeksi Saluran Kemih

Salah satu cara mendiagnosis infeksi saluran kemih yaitu dengan cara mengambil sampel urin. Sebelum pengambilan sampel urin, orifisium uretra eksterna dan pada daerah yang ada disekitarnya terutama harus dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan air dan juga sabun yang dilakukan selama beberapa kali dan setelah itu disiram, kemudian baru dikeringkan untuk membantu menghilangkan sel epitel atau sekret dan debris lainnya.

Hal di atas cukup jika dilakukan untuk memeriksakan urin dengan rutin, tetapi jika dibiarkan urin selain pencucian seperti yang dilakukan di atas tadi, orifisium eksterna yang harus dicuci juga diseka paling tidak sebanyak 3-4 kali dengan menggunakan kapas yang sudah terlebih dulu dibasahi menggunakan antiseptik, kemudian setelah itu anda siram dengan menggunakan air dan setelah itu keringkan dengan cara steril.

Pemakain  dari antiseptik yang digunakan menggunakan larutan 1 : 1000 benzalkonium klorida didalam air, dan larutan ini biasanya tak akan menyebabkan terjadinya suatu iritasi. Setelah diseka dengan menggunakan antiseptik, kemudian setelah itu disiram lagi dengan menggunakan air yang steril, hal ini untuk membantu menghilangkan sisa-sisa antiseptik tadi menjadi hilang. Dan pengumpulan dari sampel urin untuk anak diawah 2 tahun biasanya sudah bisa diambil urin pancar tengah.

Pada seorang wanita hamil, penyakit infeksi saluran kemih yang tanpa gejala dimana adanya suatu bakteri didalam urin yang bisa mencapai lebih dari 100.000 ml/urine. Urin yang diambil dengan porsi tengah dengan cara vulva dan juga meatus urethra eksternus yang dibersihkan terlebih dulu dengan cara menggunakan bahan antiseptik alami. Atau juga dengan jumlah bakteri yang mencapai 10.000 - 100.000 jika urin yang diambil dengan menggunakan kateter uretra. Pada urinalisasi biasanya akan ditemukan adanya suatu leukosit.

Selain itu juga, infeksi saluran kemih pada wanita hamil bisa saja diakibatkan oleh adanya pengaruh hormon progesteron tonus dan akibat aktivitas otot-otot serta obstruksi mekanik oleh suatu pembesaran pada uterus di masa kehamilan yangg memang merupakan salah satu faktor predisposisi yang dapat meningkatkan kapasitas dari buli-buli dan juga adanya suatu sisa urine yang setelah berkemih pada ibu hamil.

Itulah informasi mengenai Infeksi Saluran Kemih pada seorang wanita, semoga informasi diatas bermanfaat untuk anda dan pengunjung lainnya. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

11 Gejala Kanker Serviks yang Paling Mudah Dikenali

Berikut 11 Gejala Kanker Serviks yang Paling Mudah Dikenali, 21 Ciri Ciri Kanker Serviks, Tanda dan Gejala Lengkap, 10 Ciri ciri Kanker Serviks Stadium Awal dan Pencegahannya

Gejala Kanker Serviks - Kanker serviks adalah penyakit kanker yang muncul dibagian leher rahim seorang wanita. Leher rahim itu sendiri berfungsi sebagai pintu masuknya menuju rahim dari vagina. Semua kaum wanita dari berbagai usia beresiko menderita penyakit kanker serviks. Tetapi, penyakit yang satu ini lebih cenderung mempengaruhi wanita-wanita yang aktif secara seksual.

Karena itulah penting sejak dini untuk mewaspadai berbagai macam gejala kanker serviks yang timbul, sebelum kita terlambat untuk menanggulanginya.

Salah satu faktor penyebab kanker serviks yang utama yaitu infeksi virus yang bernama Human Papilloma Virus (HPV). Namun, jenis virus HPV yang bisa mengakibatkan masalah kanker serviks yaitu jenis virus HPV dengan tipe 16 dan 18.

Penyebab virus yang satu ini harus di waspadai, sebab ternyata virus HPV ini bisa menyebar dan bahkan berpindah-pindah tempat dengan begitu mudahnya. Virus ini bisa berpindah ke tempat lain dengan melalui perantara cairan, dan bahkan hanya dengan sentuhan kulit antara individu yang satu dengan yang lainnya.

Faktor lain yang biasanya menjadi faktor penyebab seseorang terinfeksi oleh Human Papilloma Virus yakni WC yang jarang dibersihkan atau tidak dibersihkan dengan baik. Virus bisa saja sudah bersarang di WC tersebut dan bisa juga menginfeksi orang-orang yang menggunakannya.

Inilah 11 Gejala Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai Setiap Wanita


  • Cairan yang keluar tanpa henti dari vagina (miss V) disertai dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya, berwarna pucat, merah muda, cokelat atau mengandung darah.
  • Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan intim.
  • Perubahan pada siklus menstruasi tanpa diketahui faktor penyebabnya, misalnya saja menstruasi yang lebih dari 7 hari selama 3 bulan atau bahkan lebih, atau juga pendarahan dalam jumlah yang cukup banyak.
  • Kesulitan untuk buang air kecil karena penyumbatan ginjal atau ureter.
  • Perubahan pada kebiasaan buang air kecil dan besar.
  • Penurunan berat badan.
  • Pembengkakan pada salah satu kaki.
  • Rasa nyeri pada tulang.
  • Kehilangan selera makan.
  • Rasa sakit pada perut dibagian bawah dan panggul.
  • Rasa nyeri dibagian punggung atau pinggang, ini disebabkan karena terjadi suatu pembengkakan pada ginjal. Kondisi seperti ini disebut sebagai hidronefrosis.


Gejala kanker serviks tak selalu bisa terlihat dengan jelas, dan bahkan ada kemungkinan gejala kanker serviks tidak muncul sama sekali. Sering kali kemunculan gejala terjadi ketika kanker sudah memasuki stadium akhir. Oleh karena itulah, melakukan pemeriksaan secara rutin sangat penting sekali untuk mendeteksi sel-sel kanker sejak dini.

Salah satu tanda-tanda gejala kanker serviks lainnya yaitu menstruasi yang tidak normal. Umumnya pendarahan yang normal pada vagina (miss V) memiliki jadwal yang rutin. Pendarahan tidak normal dari vagina, termasuk juga flek adalah gejala yang sering terlihat dari kanker serviks. Ini biasanya terjadi setelah mereka berhubungan seks, diluar masa menstruasi, atau setelah menopause. Segeralah temui dokter untuk melakukan pemeriksaan jika terjadi pendarahan yang tidak normal lebih dari satu kali.

Setiap wanita harus waspada, sebab kanker serviks dikenal sebagai pembunuh kaum wanita terbanyak di Indonesia. Setelah menyimak artikel tentang Gejala Kanker Serviks ini, semoga saja kita semakin mengenal dengan jelas penyakit kanker serviks dan beserta gejalanya agar bisa mencegah dan mengatasinya sejak dini. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Ciri-ciri Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih - Gejala, penyebab dan mengobati, Ciri Ciri Infeksi Saluran Kemih Pada Wanita, 12 Gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK), Ketahui Ciri-Ciri Infeksi Saluran Kencing Sedari Dini

Apa Saja Ciri-ciri Infeksi Saluran Kemih - Saluran kemih adalah saluran yang digunakan untuk membuang kotoran dari organ ginjal. Saluran kemih sendiri terdiri dari ureter, ginjal, kandung kemih dan uretra. Saluran kemih ini juga merupakan salah satu bagian tubuh yang bisa di infeksi meski letaknya berada didalam tubuh. Infeksi pada saluran kemih bisa menyebabkan masalah yang serius pada proses pembuangan kotoran ataupun air kencing. Karena kotoran yang ada didalam ginjal akan mengalir keluar tubuh bersama dengan air kencing. Jika saluran kemih tidak bisa digunakan dengan baik, maka proses pembuangan kotoran pun akan berjalan dengan buruk, sehingga bisa mengalami penumpukan kotoran yang bisa meningkatkan resiko untuk terjadinya masalah batu saluran kemih.

Infeksi pada saluran kemih ini disebabkan oleh bakteri. Wanita lebih memiliki potensi yang cukup besar untuk menderita masalah infeksi saluran kemih, karena anatomi tubuh mereka yang memudahkan bagi bakteri untuk masuk kedalam saluran kemih. Vagina dan dubur (anus) yang jaraknya sangat dekat-lah yang bisa meningkatkan resiko bakteri masuk dengan begitu mudahnya.

Faktor penyebab infeksi saluran kemih sendiri terjadi karena disebabkan adanya suatu bakteri yang masuk kedalam saluran kemih. Jenis bakteri yang masuk ke saluran kemih adalah bakteri E. coli yang umumnya berada didalam usus besar. Bakteri E. coli keluar secara bersamaan dengan feses melalui anus, sehingga ada kemungkinan jika memasuki organ vital wanita (vagina). Tapi potensi lebih besar untuk masuknya bakteri ini kedalam vagina jika cara membersihkan vagina mereka kurang tepat dan benar. Setelah buang air besar, maka sebaiknya membersihkan vagina terlebih dahulu, kemudian ke belakang, karena jika membersihkan bagian belakang (dubur/anus) lebih dulu, maka akan memungkinkan bakteri untuk ikut terbawa masuk ketika membersihkan vagina.

Tidak hanya kurang tepat dalam membersihkan vagina, faktor resiko bakteri masuk ke dalam saluran kemih juga bisa dialami ketika seseorang wanita menggunakan kateter. Alat bantu untuk buang air kecil yang dimasukkan kedalam tubuh ini juga biasanya digunakan oleh orang-orang sakit sebab mereka tak bisa banyak bergerak, tapi salah satu dampaknya menggunakan alat kateter dalam jangka panjang bisa menyebabkan bakteri-bakteri masuk kedalam saluran kemih dan bahkan menginfeksi. Resiko terinfeksi oleh bakteri bisa juga dikarenakan tidak normalnya struktur saluran kemih yang menyebabkan air kencing tidak terbuuang dengan baik, sehingga air kencing pun mengendap didalam uretra, maka dari itulah keadaan ini sangat beresiko untuk di infeksi oleh bakteri E. coli tersebut.

Ciri-ciri Penyakit Infeksi Saluran Kemih

Penyakit infeksi saluran kemih sendiri lebih banyak terjadi kepada kaum wanita, khususnya wanita yang usianya sudah tidak muda atau sudah menopause. Wanita yang sudah menopause lebih mudah untuk terinfeksi saluran kemih mereka sebab hormoh estrogen mereka yang sudah menurun, sehingga keadaan vagina lebih kering, maka dari itulah mudah untuk di infeksi. Begitu juga pada wanita yang menggunakan alat KB yang berupa spermisida, menggunakan jenis alat KB bisa menyebabkan bakteri didalam vagina yang baik dan melindungi akan mati terbunuh, sehingga tidak ada perlindungan dari tubuh secara maksimal ketika bakteri-bakteri masuk kedalam vagina.

Untuk kaum pria sendiri juga bisa mengalami masalah infeksi saluran kemih jika mengalami pembengkakan prostat atau mengalami batu saluran kemih karena kondisi tersebut menyebabkan kantung air kencing tidak bisa di kosongkan dengan baik, sehingga akan menyebabkan infeksi lebih memungkinkan. Yang lebih berpengaruh lagi yang menyebabkan infeksi saluran kemih muncul yaitu orang-orang yang menderita masalah diabetes atau yang daya tahan tubuh mereka lemah. Karena itulah ada ciri-ciri infeksi saluran kemih yang akan dialami oleh penderitanya, dan dibawah ini beberapa ciri-cirinya:

  • Kencing sakit, ciri-ciri masalah infeksi saluran kemih yang pertana ialah menyebabkan kencing terasa sakit. Ketika buang air kecil terasa sakit ketika dikeluarkan.
  • Sakit dibagian perut, ciri masalah pada ISK lainnya adalah sakit dibagian perut khususnya dibagian bawah perut yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi penderitanya.
  • Buang air kecil terus-menerus, ciri-ciri dari infeksi saluran kemih selanjutnya yaitu merasa iingin buang air kecil terus-menerus dari biasanya.
  • Tekanan dibawah panggul, ciri ISK lainnya yaitu merasa tidak nyaman di bagian panggul khususnya pada bagian bawah, seperti tertekan.
  • Aroma air kencing menyengat, ciri-ciri masalah ISK berikutnya yaitu aroma air kencing yang berbeda dari biasanya, lebih menyengat baunya.
  • Perubahan warna pada air kencing, ciri dari masalah ISK lain ialah bukan hanya aromanya saja yang mengalami perubahan, tapi warna air kencing yang dikeluarkan pun juga berubah menjadi lebih keruh.
  • Mudah lelah, ciri-ciri masalah ISK lainnya yaitu menimbulkan rasa tidak nyaman diseluruh tubuh karena merasakan sakit dan tubuh mudah lelah ketika melakukan aktivitas.
  • Merasa tidak tuntas, ciri-ciri infeksi saluran kemih yang terakhir merasakan tidak tuntas saat setelah buang air kecil, karena merasa tidak nyaman.


Nah, demikian saja pembahasan Apa Saja Ciri-ciri Infeksi Saluran Kemih tersebut. Semoga anda paham akan pembahasan kali ini dan jadikanlah informasi-informasi penting ini sebagai bagian dari hidup anda karena kesehatan itu sangat penting hukumnya. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Mencegah Infeksi Saluran Kencing pada Wanita, 11 Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih Secara Tradisional, Pencegahan Infeksi Saluran Kemih, Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Cara Efektif Mencegah Infeksi Saluran Kemih - Setiap hari manusia pasti makan dan juga minum, makan dan minum tersebut masuk ke saluran sistem pencernaan untuk mendapatkan nutrisi, sehingga bisa diberikan keseluruh organ-organ didalam tubuh. Makan dan minuman yang telah di cerna tubuh sudah tidak terpakai dan akan menjadi kotoran, dan kotoran tersebut bisa berupa feses atau air kencing (urin). Jika kotoran feses akan dibuang melalui, tapi jika air kencing mempunyai saluran lain yakni ke uretra yang sebelumnya masuk kedalam ginjal, ureter dan juga kandung kemih, lalu akan berujung ke uretra.

Proses pembuangan air kencing tersebut akan selalu seperti itu ketika cairan masuk kedalam tubuh dari minuman. Namun terkadang juga proses tersebut bisa terhambat dikarenakan oleh suatu gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan pada saluran kemih atau saluran kencing yang bisa terjadi kepada siapa saja jika ada bakteri yang masuk ke salah satu bagian saluran kencing. Maka dari itulah gangguan kesehatan yang dikenal dengan sebutan nama infeksi saluran kemih.

Penyakit infeksi saluran kemih ini hanya bisa dialami apabila bakteri masuk kedalam tubuh, sangat rentan sekali bakteri masuk kedalam tubuh dikarenakan saluran yang memang dekat dengan pembuangan feses yang terutama kaum wanita. Karena hal itulah penyakit ISK ini bisa terjadi begitu mudahnya. Gangguan ISK ini memang lebih banyaknya dan lebih mudah dialami oleh kaum wanita mengingat saluran pembuangan air kencing dan juga feses kaum wanita berdekatan.

Selain itu juga, penyakit ISK bisa dialami karena proses pembersihan organ vital yang salah, maka dari itulah bakteri bisa masuk ke saluran kemih. Penyebab infeksi saluran kemih ini juga bisa dialami jika sedang mengalami masalah perubahan hormon, seperti masa menopause yang bisa mengakibatkan berkurangnya tidak tingkat kelembapan sehingga akan bisa lebih mudah untuk terinfeksi.

Masalah genetik yang menyebabkan saluran kencing tak bisa berfungsi dengan normal juga bisa memicu terjadinya penyakit infeksi saluran kemih. Iritasi yang terjadi oleh vagina, karena pemakaian kondom pun juga bisa mengakibatkan masalah infeksi saluran kemih.

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

1. Membersihkan organ vital dengan baik dan benar
Cara mencegah penyakit infeksi saluran kencing yaitu dengan membersihkan organ vital yang baik dan benar. Setiap orang mempunyai cara sendiri untuk membersihkan organ vitalnya, tapi cara yang paling baik dan benar yaitu pada saat anda setelah buang air kecil atau buang air besar, membersihkan dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya.

2. Minum air putih
Selain dengan cara membersihkan yang tepat, cara lain untuk mencegah penyakit infeksi saluran kemih ini bisa dengan minum air putih secukupnya. Jika anda ingin terhindar dari masalah infeksi saluran kemih, maka banyak-banyaklah minum air putih untuk menjaga kesehatan organ saluran kencing. Dengan demikian jika ada sedikit hal yang aneh didalam saluran kencing maka bisa langsung dikeluarkan dengan air putih yang mendorongnya ke luar tubuh.

3. Meningkatkan daya tahan tubuh
Jika daya tahan tubuh melemah sangat mudah sekali untuk terinfeksi bakteri, karena itulah cara untuk mencegah infeksi saluran kemih ini dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan baik, sehingga tidak akan ada lagi infeksi-infeksi yang terjadi dengan banyak makan sehat, minum vitamin dan juga rajin olahraga.

4. Ganti alat KB
Alat KB juga bisa memicu infeksi saluran kemih, jika anda ingin melakukan cara mencegah infeksi saluran kemih bisa dengan menghindari alat KB berupa kondom atau pestisida untuk sperma.

Nah, itulah Cara Efektif Mencegah Infeksi Saluran Kemih yang sudah kami bahas dalam artikel ini. Mudah-mudahan isi pembahasannya bermanfaat dan berguna bagi anda dan masyarakat lainnya. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com