Minggu, 25 Maret 2018

Pengertian Tentang Depresi

Depresi - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Depresi ; Pengertian, Penyebab dan Gejalanya, Depresi (psikologi) - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penjelasan Tentang Depresi - Depresi merupakan salah satu masalah gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu atau juga lebih yang mempengaruhi pola pikir, suasana hati (mood), perasaan dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari. Ketika mengalami gangguan depresi kita akan merasa sedih yang berkepanjangan, putus harapan, kehilangan ketertarikan pada hla-hal yang dulunya menghibur, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, dan menyalahkan diri sendiri.

Ketika seseorang mengalami depresi, suasana hati yang sedih bisa berlangsung lama hingga berminggu-minggu atau bahkan bisa juga sampai berbulan-bulan.

Banyak sebagian orang yang menganggap gangguan depresi itu adalah sesuatu yang sepele dan bahkan bisa hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya masalah depresi merupakan bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekedar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan secara cepat atau langsung.

Akibat depresi kegiatan sehari-hari misalnya seperti bersekolah atau juga bekerja menjadi tidak menyenangkan. Dan bahkan untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain ataupun keluarga sendiri terasa begitu sangat berat. Depresi bisa membuat seseorang merasa hidup ini tak ada gunanya, atau bahkan bisa memicu penderita untuk melakukan bunuh diri.

Menurut catatan dari WHO, setidaknya ada sebanyak 350 juta jiwa diseluruh dunia mengalami gangguan depresi dan bahkan lebih dari 800 ribu jiwa meninggal bunuh diri akibat gangguan depresi. Masih banyak penderita gangguan depresi yang tidak mengakui kondisi mereka, sehingga mereka tidak pernah ditangani atau setidaknya dibicarakan. Depresi lebih sering terjadi kepada kaum wanita ketimbang kaum laki-laki.

Sedangkan di negara Indonesia sendiri, faktor penyebab kematian akibat depresi menduduki peringkat ke 8 dengan menyumbang 3% dari total angka kematian.

Depresi bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, misalnya seperti gangguan bipolar, gangguan depresi persisten, depresi mayor, depresi perintal, depresi psikotik dan gangguan afektif musiman. Penjelasan lebih lanjut bisa dilihat di laman Gejala Depresi.

Gejala yang Muncul pada Penderita Depresi

Gejala dan pengaruh depresi berbeda-beda pada setiap orang. Dan berikut ini adalah beberapa gejala-gejala psikologis yang muncul akibat depresi:

  • Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
  • Mudah merasa cemas.
  • Merasa sedih secara berkepanjangan.
  • Mudah menangis.
  • Merasa hidup tidak ada harapan.
  • Merasa sangat bersalah, tidak berdaya dan tidak berharga.
  • Tidak ada motivasi untuk melakukan apapun.
  • Tidak percaya diri.
  • Berpikir atau mencoba bunuh diri.
  • Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang disekitar.


Gejala fisik akibat depresi:

  • Badan selalu merasa lelah.
  • Merasakan berbagai rasa sakit.
  • Gangguan pada pola tidur.
  • Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual.
  • Merasa tidak bisa beristirahat atau kesulitan untuk duduk diam.
  • Bergerak atau berbicara lebih lambat.
  • Sakit kepala.
  • Berat badan berubah.
  • Gangguan sistem pencernaan tanpa sebab fisik yang jelas.
  • Mengalami kram.


Tanpa penanganan dan juga pengobatan yang tepat, depresi bisa menganggu hubungan dengan orang-orang disekitar anda. Untuk depresi yang berat ataupun parah, deperesi bisa berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup serta keinginan untuk bunuh diri.

Ketika seseorang merasakan beberapa gejala depresi yang dialami hampir seharian atau berlangsung setiap hari selama dua minggu, maka segeralah temui dokter supaya proses pemulihan bisa dimulai dan dilakukan sepenuhnya.

Penyebab dan Faktor Resiko Depresi

Tak ada satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi sendiri terpicu oleh kombinasi beberapa faktor yakni biologis, genetik, lingkungan dan juga faktor psikologis. Jika didalam riwayat kesehatan keluarga terdapat orang yang menderita gangguan depresi, maka terdapat kecenderungan bagi seseorang untuk mengalaminya juga.

Inilah beberapa faktor-faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:

  • Kejadian tragis atau signifikan misalnya seperti kehilangan seseorang atau pekerjaan.
  • Masalah keuangan.
  • Kehamilan atau melahirkan.
  • Terisolasi secara sosial.
  • Ketergantungan terhadap narkoba atau alkohol.
  • trauma masa kecil.


Selain hal-hal yang disebutkan diatas, beberapa kondisi medis yang berlangsung lama dan mengancam hidup juga dapat memicu gangguan depresi pada penderitanya, misalnya penyakit jantung koroner atau kanker. Kelenjar tiroid yang kurang begitu aktif atau cedera kepala minor yang merusak kelenjar kecil basal otak (pituitary gland) bisa menimbulkan beberapa gejala-gejala seperti sangat kelelahan, kehilangan libido dan keadaan seperti inilah yang kemudian bisa menimbulkan depresi.

Pengobatan pada Depresi

Teknik pengobatan serta perawatan depresi sangat tergantung pada jenis dan juga faktor penyab dari depresi yang dialami. Terdapat beberapa jenis obat antidepresan yang pemakaiannya diresepkan oleh dokter, dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.

Perubahan hidup seperti sering berolahraga serta mengurangi konsumsi minuman beralkohol bisa memberikan keuntungan bagi penderita depresi. Anda pun juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok terapi untuk berbagai cerita dan juga saling memberi dukungan.

Akibat dari gangguan depresi yang paling parah yaitu kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.Cobalah anda untuk selalu berbagi cerita pada orang-orang terdekat anda mengenai masalah yang sedang anda hadapi. Penderita juga sangat disarankan sekali untuk menemui dokter, yang terutama jika depresi sudah berlangsung lama atau parah. Semakin dini penanganan depresi, kemungkinan besar pemulihan secara menyeluruh pun bisa didapatkan.

Nah, itu saja sekilas informasi mengenai Penjelasan Tentang Depresi tersebut. Semoga anda tidak mengalami gangguan depresi berat maupun ringan ya setelah menyimak ulasan dalam artikel diatas ini. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang Progesteron

Pengertian dan Fungsi Hormon Progesteron - Anatomi Fisiologi, Pengertian dan Fungsi Hormon Progesteron Lengkap, Progesteron | Kamus Kesehatan

Penjelasan Tentang progesteron - Progesteron sangat penting sekali bagi fungsi sistem reproduksi kaum wanita karena progesteron merupakan hormon pada kelamin wanita yang terjadi secara alami. Saat menopause, jumlah progesteron yang dihasilkan kaum wanita akan berkurang. Bagi kaum wanita yang telah menopause, progesteron sangat berguna membantu dalam mencegah perubahan didalam rahim. Bagi wanita yang belum memasuki massa menopause, progesteron digunakan untuk mengatur siklus menstruasi serta mengatasi gangguan menstruasi yang berhenti secara tidak normal.

Progesteron diproduksi oleh ovarium dan juga oleh plasenta saat hamil. Tingkat progesteron pada seorang wanita hamil jauh lebih tinggi 10 kali lipat ketimbang wanita yang tidak sedang hamil. Progesteron hadir dalam beberapa formulasi untuk manfaat-manfaat ginekologi yang berbeda. Formulasi progesteron sendiri antara lain yaitu gel, obat suntik, pessary dan juga kapsul.

Peringatan:

  • Bagi kaum wanita hamil dan juga menyusui, tanyakan kepada dokter mengenai pemakaian obat.
  • Harap berhati-hatilah bagi penderita tekanan darah tinggi, epilepsi, asma, migrain, diabetes, penyakit jantung, kanker, ginjal, hati, jika mengalami penggumpalan darah, porfiria, pendarahan di vagina diluar massa menstruasi atau juga masalah saat hamil seperti gatl-gatal dan penyakit kuning.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segeralah temui dokter.


Mengkonsumsi Progesteron dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan juga baca informasi yang sudah tertera pada kemasan progesteron sebelum menggunakannya. Progesteron bisa mempengaruhi kadar gula dalam darah, bagi penderita penyakit diabetes disarankan untuk lebih sering memeriksakan kadar gula darahnya. Sebaiknya hindarilah merokok dan batasi juga mengkonsumsi alkohol ketika menggunakan progesteron.

Progesteron biasanya diberikan bersama hormon estrogen bagi wanita yang memakai obat kedua obat ini setelah menopause. Ikuti anjuran dokter mengenai penggunaan kedua obat tersebut. Bagi yang tidak sengaja melewatkan jadwal aturan minumanya, disarankan untuk segera meminum obat begitu teringat. Namun jangan mengganti dosis yang terlewatkan dengan menggandakan dosis progesteron yang diminum berikutnya.

Pastikan anda selalu memeriksakan diri ke dokter secara teratur selama anda mengkonsumsi obat progesteron supaya dokter bisa memonitor perkembangan kondisi anda. Dan lakukan pemeriksaan kanker payudara dan juga kanker serviks secara teratur.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Progesteron

Semua jenis obat progesteron berpotensi menyebabkan efek samping. Namun gejala akibat dari efek samping umumnya reda setelah tubuh menyesuaikan diri. Yang terpenting, berik tahu dokter apabila anda bermasalah dengan obat-obatan yang anda kondumsi. Efek samping yang umum terjadi akibat mengkonsumsi obat-obatan jenis progesteron yaitu:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Payudara terasa nyeri
  • Pusing atau mengantuk
  • Perubahan berat badan
  • Sulit tidur
  • Perubahan dalam pertumbuhan rambut
  • Menstruasi tidak teratur
  • Perubahan gairah seksual
  • Perubahan suasana hati


Jika anda mengalami efek samping yang cukup menganggu atau reaksi alergi, maka segeralah hubungi dokter. Nah, semoga bermanfaat artikel tentang pembahasan mengenai Penjelasan Tentang progesteron tersebut. Terima kasih banyak dan kunjungi terus website kesehatan ini....

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Sabtu, 24 Maret 2018

Pengertian Tentang Clonidine

clonidine, apa itu clonidine, obat clonidine, Clonidine - informasi obat - Alodokter, Clonidine Obat Apa? Dosis, Fungsi, dll. • Hello Sehat, Clonidine - detikHealth

Penjelasan Tentang Clonidine - Clonidine adalah jenis obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi atau hipertensi yang bisa membebani pembuluh nadi dan juga jantung. Selain itu juga, clonidine ini bisa digunakan untuk menangani sensasi panas atau hot flush yang dirasakan ketika menopause dan mencegah sakit kepala vaskular dan juga migrain.

Clonidine ini bisa mengurangi efek berbagai zat kimia yang terdapat pada pembuluh darah serta membuat aliran darah dalam tubuh lebih lancar dengan cara mengendurkan pembuluh darah dalam tubuh.


  • Tentang Clonidine
  • Golongan : Obat antihipertensi
  • Kategori : Obat resep
  • Manfaat : Mengendalikan tekanan darah tinggi (hipertensi), menangani sensasi panas (hot flush) saat menopause, mencegah sakit kepala vaskular dan migrain
  • Dikonsumsi oleh : Dewasa usia diatas 18 tahun
  • Bentuk : Tablet


Pemakaian clonidine memerlukan resep dokter. Pastikan untuk terus mengikuti resep dan petunjuk yang disarankan oleh sang dokter yang berdasarkan kondisi kesehatan anda.

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil dan wanita yang sedang berusaha memiliki anak, sebaiknya sesuaikan dengan anjuran dokter mengenai pemakaian clonidine.
  • Bagi ibu yang sedang menyusui tidak disarankan mengkonsumsi clonidine.
  • Harap berhati-hati bagi penderita jantung, gangguan ginjal, sindrom Raynaud, sirkulasi darah konstipasi, depresi, penyakit arteri perifer, gangguan pembuluh darah di otak dan gangguan saraf.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, maka segera temuai dokter.


Dosis Clonidine
Berikut dibawah ini adalah dosis umum dari clonidine harian yang disarankan:
Manfaat clonidine bisa mencegah tekanan darah tinggi atau hipertensi (dewasa) dengan dosis 0,2-0,6/hari, bisa menangani gejala sensasi panas akibat menopasue, mencegah sakit kepala vaskular dan migraine dengan dosis 0,05-0,075/hari.

Dosis akan disesuaikan oleh sang dokter dengan berdasarkan jenis, tingkat keparahan penyakit serta kondisi kesehatan si pasien secara menyeluruh.

Mengkonsumsi Clonidine dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada kemasan dari clonidine tersebut sebelum mulai menggunakannya. Clonidine bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Dan ingat! Jangan mengunyah atau menghancurkan clonidine, dan gunakanlah air putih untuk meminumnya. Bagi pasien yang mengkonsumsi clonidine untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi, hindari juga makanan yang terlalu mengandung banyak garam. Konsultasikan pada dokter sebelum mengubah program diet atau pola makan anda.

Bagi yang tidak sengaja melewatkan jadwal minum clonidine, disarankan mereka untuk segera meminumnya ketika teringat. Tapi jangan menggandakan dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis clonidine yang diminum berikutnya. Jangan mengkonsumsi minuman yang beralkohol saat dalam pengaruh clonidine, sebab bisa meningkatkan efek samping.

Jangan mengemudi dan juga mengoperasikan peralatan mesin dikarenakan clonidine bisa mengurangi kemampuan dan respons tubuh. Jangan menghentikan mengkonsumsi clonidine secara tiba-tiba. Jika diperlukan, dokter akan mengurangi dosisnya secara perlahan-lahan. Pastikan untuk memeriksakan diri sendiri ke dokter secara teratur selama mengkonsumsi clonidine supaya dokter bisa memonitor perkembangan kondisi anda.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Clonidine
Pemakaian clonidine berpotensi menyebabkan efek samping. Tetapi seiring dengan penyesuaian tubuh, efek samping tersebut biasanya akan mereda. Berikut dibawah ini beberapa efek samping yang umum terjadi:

  • Pusing
  • Lemas
  • Konstipasi
  • Mulut terasa kering
  • Saat berdiri atau bangun dari posisi duduk, tekanan darah menurun drastis


Itu saja info mengenai Penjelasan Tentang Clonidine ini. Jika anda sudah menyimak artikel diatas ini, mungkin bermanfaat bagi anda dan juga bagi masyarakat lainnya yang sekiranya memiliki gejala-gejala atau masalah penyakit yang terkait diatas. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang Sindrom Down

Sindrom Down - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Sindrom Down - Gejala, penyebab dan mengobati, Pengertian Down Syndrome, Penyebab, dan Pencegahannya

Penjelasan Tentang Sindrom Down - Sindrom down ialah suatu gangguan genetika paling umum yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar serta ciri-ciri fisik tertentu. Sindrom down tak bisa disembuhkan, tetapi dengan dukungan serta perhatian yang maksimal, anak-anak dengan sindrom down ini bisa tumbuh dengan bahagia.

Data WHO telah menyebutkan bahwa angka kejadian 'Sindrom Down' yakni 1 dari 1000 kelahiran hidup didunia. Setiap tahunnya diperkirakan ada sebanyak 3000-5000 bayi yang lahir dengan kelainan kromosom ini. Menurut jurnal pediatri, pada tahun 2016 lalu, tercatat ada sekitar 300 ribu kasus sindrom down di negara Indonesia.

Gejala Sindrom Down

Gejala sindrom down pada anak-anak mempunyai beberapa ciri-ciri fisik yang mirip, tetapi mereka tak sama persis dikarenakan ada faktor keturunan dari orang tua dan juga keluarga masing-masing.

Anak-anak dengan sindrom down itu membutuhkan bimbingan seperti halnya anak normal lainnya atau bahkan lebih. Perkembangan mereka dalam berbagai aspek membutuhkan waktu, dan mereka juga akan menjalaninya secara bertahap, sesuai dengan kemampuan mereka.

Penyebab Sindrom Down

Normalnya terdapat 46 kromosom dalam sel seseorang yang diwariskan, yaitu masing-masing 23 kromosom dari ayah dan juga ibu, tetapi kebanyakan orang dengan sindrom down mempunyai 47 kromosom. Perkembangan tubuh serta kinerja otak akan berubah jika terdapat kromosom ekstra atau kromosom tidak normal, dan itulah yang menjadi faktor penyebab sindrom down.

Banyak sekali yang menganggap bahwa sindrom ini hanya terjadi karena faktor keturunan. Padahal sebenarnya kelainan dalam proses perkembangan telur, sperma serta embrio yang merupakan salah satu faktor penyebab utama terjadinya kondisi semacam ini.

Para ahli juga tidak tahu faktor penyebab kelainan genetika yang terjadi kepada penderita sindrom down tersebut, tetapi ada beberapa hal yang bisa meningkatkan resiko memiliki bayi dengan kondisi sindrom down, diantaranya ialah:

  • Jika anda telah mempunyai bayi lain dengan sindrom down.
  • Jika anda mempunyai adik atau juga kakak dengan sindrom down.
  • Jika wanita hamil du usia 35 tahun keatas.


Diagnosis dan Perawatan Sindrom Down

Ada pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mencari tahu resiko terkena sindrom down pada janin didalam kandungan, yakni dengan pemeriksaan antenatal melalui tes darah dan juga tes USG. Jika pemeriksaan antenatal menunjukkan adanya resiko yang cukup signifikan, ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnisis sindrom down sebelum janin lahir antara lain dengan melalui prosedur amniocentesis, cordocertesis atau penyampelan vilus korionik. Selain mendiagnosis sindrom down sebelum janin lahir, tes darah bisa dilakukan setelah persalinan guna mengkonfirmasi kondisi ini.

Sindrom down tak bisa disembuhkan, tetapi ada banyak hal yang bisa dilakukan guna membantu seseorang dengan sindrom down supaya mendapatkan kehidupan yang sehat, aktif dan juga mandiri.

Komplikasi Sindrom Down
Anak-anak dengan sindrom down bisa mengalami masalah pada kesehatannya yang berbeda-beda dan akan membutuhkan sebuah perawatan medis serta perhatian yang ekstra. Pria dan wanita dengan kondisi sindrom down lebih cenderung memiliki tingkat kesuburan yang berkurang. Meskipun sulit, tetapi bukan berarti mereka tak bisa memiliki anak.

Beberapa komplikasi kesehatan yang bisa terjadi diantaranya ialah masalah pencernaan, demensia, leukimia, penglihatan, gangguan jantung, kelenjar tiroid, rentan terhadap infeksi, obesitas, kejang, menopause dan lain sebagainya.

Nah, itulah sekilas info Penjelasan Tentang Sindrom Down tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat dan berguna bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait kesehatannya. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Penyakit Autoimun atau Tubuh yang Menyerang Diri Sendiri

Penyakit Autoimun Berarti Tubuh Menyerang Diri Sendiri, Penyakit Autoimun - Pengertian, Gejala, Pengobatan, 6 Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum

Penyakit Autoimun - Autoimun ini terjadi jika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel sehat didalam tubuhnya sendiri. Padahal, sistem kekebal tubuh manusia seharusnya menjadi benteng bagi tubuh dalam menghadapi berbagai macam penyakit.

Penyakit kelainan kekebalan tubuh ini akan bisa berdampak pada banyak bagian tubuh seseorang. Dan saking banyaknya, tercatat ada 80 jenis penyakit autoimun dengan sebagian tanda atau gejala yang sama. Hal ini tentu membuat seseorang sulit untuk mengetahui apakah mereka menderita gangguan ini atau tidak dan pada jenis yang mana. Meski mempunyai jenis yang sangat banyak, faktor penyebab dari penyakit autoimun ini masih belum bisa dipastikan.

Penyakit Autoimun yang Paling Sering Ditemui

Dari sekian banyaknya macam jenis penyakit autoimun, beberapa penyakit autoimun dibawah ini merupakan jenis yang sering ditemui.

1. Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis atau radang sendi adalah jenis penyakit auutoimun yang seringkali ditemui. Sistem kekebalan tubuh seseorang memproduksi antibodi yang menyerang pelapis sendi. Akibat dari serangan antibodi tersebut ini adalah peradangan, pembengkakan dan juga nyeri.

Jika tidak segera diobati, maka penyakit ini akan menyebabkan kerusakan permanen pada sendi-sendi tubuh. Untuk mencegah penyakit ini memburuk, penderita rheumatid arthritis biasanya akan diberikan obat oral atau suntik yang fungsinya untuk mengurangi agresiivitas sistem kekebalan tubuh.

2. Lupus
Penyakit autoimun lain yang seringkali kita dengar ialah systemic lupus erythematosus atau biasa yang kita sebut dengan LUPUS. Penyakit jenis ini menyebabkan seseorang mengembangkan antibodi yang justru akan menyerang hampir keseluruh jaringan tubuh.  Beberapa bagian tubuh yang paling seringkali diserang yaitu paru-paru, sendi, ginjal dan juga jaringan saraf. Untuk mengobati penyakit lupus, dokter biasanya akan memberikan obat steroid minum fungsinya untuk menurunkan fungsi imun.

3. Diabetes tipe 1
Jenis yang ini biasanya akan terdiagnosis sejak usia anak-anak atau dewasa awal. Penyakit diabetes tipe 1 ini disebabkan oleh serangan sistem kekebalan tubuh pada sel-sel di pankreas yang mempunyai tugas dalam memproduksi insulin.

Hal ini akan menyebabkan terganggunya produksi insulin, sehingga tubuh pun tidak mampu untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Jika hal seperti ini tidak segera dihentikan, maka akan beresiko timbul kerusakan pada tubuh, misalnya seperti kebutaan, gagal ginjal, penyakit jantung, stroke atau masalah terkait sirkulasi darah dalam tubuh. Cara untuk mengobatinya ialah pasien akan diberikan suntikan insulin. Selain itu juga, mereka wajib untuk melakukan pemantauan kadar gula darah, mengkonsumsi diet sehat serta olahraga teratur.

4. Multiple sclerosis (MS)
Ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel saraf tubuhnya sendiri, beberapa tanda atau gejala yang mengerikan beresiko muncul sebagai akibatnya. Penyakit ini biasanya disebut dengan multiple sclerosis atau MS.

Beberapa gejala-gejala yang timbul akibat penyakit ini diantaranya kebutaan, nyeri, gangguan koordinasi tubuh dan juga kejang otot. Gejala lain yang mungkin timbul yaitu mati rasa ekstrem, tremor, kelumpuhan, susah berbicara atau susah berjalan. Untuk mengobatinya yaitu dengan obat-obatan tertentu bisa digunakan guna menekan sisttem kekebalan tubuh. Terapi fisik atau okupasi bisa dilakukan guna membantu pasien MS untuk bisa melakukan kegiatan sehari-hari.

5. Graves disease
Jenis penyakit ini yang menyebabkan kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif. Mereka-mereka yang menderita penyakit semacam ini kemungkinan akan mengalami berbagai macam gejala yang bisa mengganggu kegiatan sehari-harinya. kesulitan tidur, berat badan turun tanpa sebab, mudah tersulut dan mata menonjol merupakan sebagian gejalanya. Gejala-gejala lain yang mungkin terjadi ialah terlalu peka pada hawa panas, tremor (tangan bergetar), otot lemah dan periode menstruasi yang singkat.

Pengobatannya, penderita kemungkinan akan diberikan sebuah pil radioaktif oidium. Jenis pil ini digunakan untuk membunuh sel-sel kelenjar tiroid yang over aktif. Pasien bisa juga diberikan obat anti tiroid. Meskipun jarang, bisa saja penderita penyakit ini membutuhkan prosedur pembedahan.

6. Psoriasis
Psoriasi adalah sebuah kondisi yang terlalu aktifnya sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga bisa menyebabkan kulit mengalami kondisi kronis. Kondisi seperti ini disebabkan oleh salah satu sel darah dalam sistem kekebalan tubuh yang over aktif, yakni Sel-T. Berkumpulnya Sel-T pada kulit menyebabkan rangsangan pada kulit untuk mereproduksi lebih cepat dari seharusnya. Selain itu juga, bisa menyebabkan kulit berwarna keperakan serta bersisik. Penanganannya bisa menggunakan krim steroid, terapi cahaya atau juga obat oral.

Beberapa Faktor Resiko terkena Penyakit Autoimun

Sejauh ini faktor penyebab autoimun masih belum diketahui. Meskipun demikian, ada beberapa faktor penyebab yang memicu seseorang beresiko menderita penyakit ini. Beberapa faktor tersebut bisa menjadikan seseorang beresiko terjangkit penyakit autoimun.

A. Lingkungan
Faktor lingkungan juga ditengarai merupakan hal yang penting kenapa seseorang bisa terkena jenis penyakit autoimun ini. Faktor lingkungan antara lain ialah paparan bahan tertentu, seperti merkuri.

B. Perubahan hormon
Beberapa penyakit autoimun sering menyerang kaum perempuan pasca melahirkan. Hal ini yang menyebabkan hadirnya sebuah asumsi bahwa jenis penyakit autoimun ini terkait dengan perubahan hormon, seperti melahirkan, hamil atau menopause.

C. Infeksi
Beberapa gangguan lain terkait penyakit autoimun yaitu terjadinya infeksi. Hal ini sangat wajar dikarenakan sebagian gejala diperburuk oleh infeksi tertentu.

D. Genetik atau keturunan
Resiko terbesar terkait dengan penyakit autoimun yang diprediksi oleh para ahli ialah faktor genetik. Meskipun demikian, faktor ini dianggap bukanlah satu-satunya yang bisa memicu reaksi sistem kekebalan tubuh.

Meskipun Penyakit Autoimun ini masih belum diketahui faktor penyebab pastinya, tetapi kita bisa mewaspadai diri sendiri dengan cara memperhatikan faktor resikonya. Segeralah periksakan diri anda ke dokter jika mengalami tanda atau gejala-gejala terkait penyakit-penyakit seperti diatas. Semakin cepat diketahui, maka akan semakin besar kemungkinan untuk bisa disembuhkan. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang Diabetes

Pengertian, Penyebab, Gejala Dan Cara Pencegahan Diabetes Melitus, Pengertian Diabetes - Peduli Diabetes Sejak Dini, Diabetes - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter

Penjelasan Tentang Diabetes - Diabetes melitus (diabetes) adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula (glukosa) yang jauh diatas normal. Glukosa tersebut sangat penting sekali bagi kesehatan seseorang karena glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak maupun juga sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh seseorang.

Penyakit ini mempunyai dua jenis utama, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Indonesia sendiri termasuk dalam sepuluh negara terbesar penderita diabetes. Pada tahun 2013 lalu, penderita diabetes di Indonesia sendiri diperkirakan mencapai kisaran 8,5 juta orang dengan rentang usia antara 20-79 tahun (dikutip dari Federasi diabetes Internasional). Tapi kurang dari 50% dari mereka-mereka yang menyadarinya.

Apa saja gejala diabetes?
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui tanda atau gejala awal diabetes. Baik bagi yang beresiko tinggi maupun juga bagi yang merasa sehat dan tidak mempunyai riwayat atau potensi mengidap penyakit diabetes.

Diabetes tipe 1 bisa berkembang dengan sangat cepat dalam beberapa minggu, bahkan juga beberapa hari saja. Sedangkan banyak sekali penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka tersebut mengidap diabetes selama bertahun-tahun, sebab gejalanya cenderung tidak spesifik.

Beberapa gejala-gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

  • Sering merasa haus.
  • Rasa lapar yang ekstrem.
  • Sering buang air kecil, yang terutama pada malam hari.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang pasti atau jelas.
  • Kelelahan.
  • Luka yang lama sembuh.
  • Pandangan yang kabur.
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada kulit, gusi, vagina atau saluran kemih.
  • Terdapat keton dalam air seni. keton ini adalah produk sampingan dari metabolisme otot dan lemak yang terjadi saat produksi insulin tidak cukup.


Jika anda mengalami gejala-gejala seperti diatas tersebut, maka segera periksakan diri kesehatan anda ke dokter. Pendeteksian sedini mungkin akan memungkinkan kita untuk mencegah bertambah parahnya kondisi diabetes pada kita.

Pengaruh Hormon Insulin dan Diabetes

Seluruh sel didalam tubuh seorang manusia membutuhkan glukosa supaya bisa bekerja dengan normal. Kadar gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas yakni organ yang letaknya dibelakang lambung.

Namun organ pankreas milik penderita penyakit diabetes tak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa adanya insulin, sel-sel tubuh tak bisa menyerap dan mengolah kadar glukosa menjadi energi.

Sekilas Tentang Diabetes Tipe 1

Penderita diabetes dengan tipe 1 sangat bergantung pada insulin dikarenakan sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan juga menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal tersebut memicu peningkatan kadar glukosa dalam tubuh sehingga terjadilah kerusakan pada organ-organ tubuh. Sampai saat ini, faktor penyebab dibalik diabetes tipe 1 masih belum diketahui dengan secara pasti.

Penderita jenis diabetes tipe 1 umumnya berusia dibawah 40 tahun, dan biasanya muncul pada masa-masa remaja atau masa anak-anak. Sebab itulah diabetes tipe 1 disebut juga sebagai diabetes anak-anak.

Diabetes tipe 1 lebih jarang terjadi dibandingkan dengan diabetes tipe 2. Diantara 10 orang penderita diabetes, diperkirakan hanya satu orang yang mengidap diabetes tipe 1. Selain harus meneriima suntikan insulin tiap hari, penderita penyakit diabetes dengan tipe 1 juga disarankan untuk bisa menjaga kadar glukosa dalam darah supaya tetap seimbang. Misalnya saja dengan menerapkan pola makan sehat dan juga menjalani tes darah secara rutin.

Sekilas Tentang Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah jenis penyakit diabetes yang lebih umum terjadi. Sekitar 90% penderita diabetes didunia mengidap diabetes tipe 2 ini. Diabetes tipe 2 ini disebabkan oleh kurangnya produksi insulin didalam tubuh atau sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kekurangpekaan sel-sel tubuh tersebut dikenal dengan istilah resistensi terhadap insulin.

Gejala pada penderita diabetes tipe 2 ini biasanya bisa dikendalikan dengan pola makan yang sehat dan memantau kadar glukosa didalam darah. Namun, tetaplah waspada sebab penyakit jenis ini akan terus berkembang didalam tubuh dan bahkan lambat laun anda pun akan membutuhkan langkah-langkah pengobatan yang pasti.

Diabetes tipe 2 ini seringkali dihubung-hubungkan dengan obesitas. Memang tak semua orang yang mengidap obesitas itu akan otomatis menderita diabetes tipe 2. Namun, semakin tinggi indeks massa tubuh seseorang, maka resiko diabetes tipe 2 ini juga meningkat. Diabetes akibat obesitas umumnya akan menyerang para manula.

Resiko Diabetes Kehamilan
Diabetes juga kerapkali menyerang pada wanita hamil. Terdapat sebagian wanita yang mempunyai kadar glukosa dalam darahnya cukup tinggi selama massa kehamilan mereka, sehingga tubuh mereka pun tidak bisa memproduksi cukup insulin untuk menyerapnya. Diabetes yang dikenal sebagai diabetes kehamilan ini bisa terjadi pada sekitar 15 sampai 18 orang diantara 100 wanita yang hamil.

Penderita diabetes tipe 1 yang hamil pun juga akan mempunyai resiko tinggi, sebab bisa berdampak pada ibu dan janinnya. Sangat penting sekali bagi penderita diabetes yang sedang hamil untuk terus menjaga keseimbangan kadar gula darahnya.

Wanita yang sedang hamil sebaiknya lebih cermat lagi dalam memantau kadar gula darah pada trimester kedua (minggu 14-26). Pada massa itulah diabetes kehamilan umumnya berkembang dan menghilang setelah melahirkan. Meskipun demikian, resiko diabetes dengan tipe 2 pada wanita yyang pernah mengalami diabetes kehamilan adalah sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan popilasi pada umumnya.

Mudah-mudahan info Penjelasan Tentang Diabetes ini bisa memberikan manfaat dan berguna bagi para wanita-wanita remaja yang masih belum memahami akan datangnya masalah kesehatan pada mereka seperti diabetes ini. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Jumat, 23 Maret 2018

Pengertian Tentang Hipertensi

Hipertensi - Gejala, penyebab dan mengobati, Pengertian, Penyebab dan Gejala Hipertensi Serta Pencegahanya, Pengertian Hipertensi (Tekanan darah Tinggi), Gejala, Pembagian

Hipertensi -  Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi kronis dimana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini yang dikenal sebagai "pembunuh diam-diam" karena jarang mempunyai tanda atau gejala yang jelas. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah anda mempunyai hipertensi yaitu dengan mengukur tekanan darah.

Jika anda belum memeriksa dan anda tidak tahu tekanan darah anda, maka mintalah kepada dokter untuk memeriksakannya. Semua orang dewasa sebaiknya harus memeriksakan tekanan darah mereka, ya setidaknya setiap lima tahun sekali saja.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) pada tahun 2013 telah menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang usianya diatas 18 tahun mencapai 25,8% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut itu, penderita hipertensi perempuan jauh lebih banyak kisaran 6% dibandingkan dengan laki-laki. Sedangkan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai kisaran 9,4%. Itu artinya masih banyak penderita hipertensi yang tak terjangkau dan juga terdiagnosa oleh tenaga kesehatan serta tidak menjalani pengobatan sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Hal ini menyebabkan hipertensi sebagai salah satu faktor penyebab kematian tertinggi di negara Indonesia.

Resiko Mengidap Hipertensi

Faktor penyebab hipertensi belum bisa dipastikan pada lebih dari 90% kasus. Seiring dengan bertambahnya usia, kemungkinan anda untuk menderita penyakit hipertensi juga akan meningkat. Berikut dibawah ini adalah faktor-faktor pemicu yang diduga bisa mempengaruhi peningkatan resiko hipertensi:

  • Usia diatas 65 tahun.
  • Kelebihan berat badan.
  • Mengkonsumsi banyak garam.
  • Kurang makan buah dan sayur-sayuran.
  • Memiliki keluarga dengan hipertensi.
  • Minum terlalu banyak kopi atau minuman yang mengandung kafein.
  • Jarang olahraga.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras.


Resiko mengidap hipertensi bisa dikurangi dengan cara mengubah hal-hal diatas dan juga menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin bisa juga membantu diagnosis pada tahap awal. Diagnosis hipertensi sedini mungkin akan meningkatkan kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke taraf normal. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tanpa harus mengkonsumsi obat.

Mengukur Tekanan Darah

Kekuatan darah dalam menekan dinding arteri pada saat dipompa oleh jantung keseluruh tubuh menentukan ukuran tekanan darah. Tekanan yang terlalu tinggi tersebut akan membebani arteri dari jantung anda, sehingga si pengidap hipertensi akan berpotensi mengalami serangan jantung, stroke atau juga penyakit ginjal.

Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan, yakni tekanan sistolik dan juga diastolik. Tekanan sistolik ialah tekanan darah saat jantung berdetak mempompa darah keluar. Sedangkan untuk tekanan diastolik merupakan tekanan darah ketika jantung tidak berkontraksi (fase relaksasi). Saat ini darah yang baru saja dipompa keluar jantung, berada di pembuluh arteri dan tekanan diastolik juga menunjukkan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah.

Tekanan darah anda 130 per 90 atau 130/90 mmHG, berarti anda mempunyai tekanan sistolik 130 mmHG dan tekanan diastolik 90 mmHG. Untuk angka normal terkanan darah ialah berada dibawah 120/80 mmHG.

Anda akan dianggap mengidap hipertensi (tekanan darah tinggi) jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan, tekanan darah anda masih tetap mencapai 140/90 mmHG atau bahkan lebih tinggi.

Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi

Jika tekanan darah anda cukup tinggi, maka pantaulah dengan ketat hingga angka tersebut turun dan bisa dikendalikan dengan baik. Dokter biasanya akan menyarankan perubahan pada gaya hidup yang termasuk dalam pengobatan untuk hipertensi dan sekaligus sebagai pencegahannya. Langkah-langkah tersebut bisa anda terapkan melalui:

  • Mengkonsumsi makanan sehat.
  • Berhenti merokok.
  • Mengurangi konsumsi garam dan kafein.
  • Menurunkan berat badan, jika diperlukan.
  • Olahraga secara teratur.
  • Mengurangi konsumsi minuman beralkohol.


Mencegah hipertensi jauh lebih mudah dan murah jika dibandingkan dengan pengobatan hipertensi. Sebab itulah, pencegahan sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Apabila didiamkan saja terlalu lama, maka hipertensi akan bisa memicu terjadinya komplikasi yang bahkan bisa mengancam jiwa bagi pengidapnya.

Semoga pembahasan tentang Hipertensi ini dapat memberikan pengetahuan serta kewaspadaan dengan adanya gejala atau tanda dan pencegahan itu lebih baik dari pada mengobati. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com