Jumat, 23 Maret 2018

Pengertian Tentang Kanker Payudara

Kanker Payudara - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Pengertian Kanker Payudara, Penyebab dan Gejalanya, Kanker payudara - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kanker Payudara - Payudara terbentuk dari lemak, jaringan ikat serta ribuan lobulus atau kelenjar kecil penghasil air. Ketika seorang wanita melahirkan, ASI atau air susu ibu akan dikirim ke puting melalui saluran kecil pada saat menyusui.

Sel-sel didalam tubuh kita biasanya tumbuh dan berkembangbiak secara teratur. Sel-sel yang baru hanya terbentuk pada saat dibutuhkan saja. Namun proses dalam tubuh pengidap kanker akan berbeda.

Proses tersebut itu akan berjalan secara tidak wajar, sehingga pertumbuhan serta perkembangbiakan sel-sel akan menjadi tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut itu juga bisa menyebar kebagian-bagian tubuh lainnya melalui aliran darah dalam tubuh. Inilah yang disebut dengan kanker yang mengalami metastasis.

Jika terdeteksi pada stadium awal (pertama), kanker bisa diobati sebelum menyebar luas kebagian lain di tubuh. Gejala awal kanker payudara ialah benjolan atau penebalan pada jaringan kulit payudara. Namun sebagian besar benjolan tersebut belum tentu menandakan kanker.

Penderita Kanker Payudara di Indonesia

Kejadian tentang kanker payudara di negera Indonesia sudah mencapai sekitar 40 kasus setiap 100.000 penduduk ditahun 2012, menurut data dari organisasi kesehatan dunia (WHO). Dibandingkan dengan negara Malaysia (negara tetangga), kanker payudara di negara Indonesia lebih banyak diderita oleh kaum wanita yang usianya masih muda dan pada tahap yang lebih lanjut. Kanker payudara sendiri tidak hanya menyerang kaum wanita saja, tetapi juga bisa menyerang pada kaum pria meskipun sangat jarang sekali.

Apa Saja Jenis Kanker Payudara?

Dua diantara tiga wanita yang mengidap penyakit kanker payudara berusia diatas 50 tahun. Ketika anda menyadari adanya tanda atau gejala kanker payudara, maka anda dianjurkan untuk segera konsultasi ke dokter. Setelah pemeriksaan, dokter biasanya akan merujuk anda ke rumah sakit guna pemeriksaan lebih lanjut lagi untuk memastikan diagnosis. Kanker payudara sendiri umumnya terbagi menjadi dua kategori yaitu non-invasif dan invasif. Penjelasan lebih detailnya sebagai berikut:

1. Kanker payudara invasif
Bentuk paling umum dari jenis kanker payudara invasif ialah kanker payudara duktal invasif yang berkembang pada sel-sel pembentuk saluran payudara. Kata invasif sendiri berarti kanker ini bisa menyebar diluar payudara. Sekitar 80% dari semua kasus kanker payudara invasif merupakan jenis semacam ini.

Jenis kanker payudara invasif lainnya meliputi:

  • Kanker payudara lobular invasif. Jenis penyakit ini berkembang pada kelenjar penghasil susu yang mana disebut dengan lobulus.
  • Kanker payudara terinflamasi.
  • Kanker Paget pada payudara.


Jenis-jenis kanker seperti ini juga dikenal dengan kanker payudara sekunder atau metastasis. Jenis kanker ini bisa menyebar kebagian lain di tubuh. Penyebarannya biasanya melalui kelenjar getah bening atau aliran darah.

2. Kanker payudara non-invasif
Bentuk kanker payudara non-invasif biasanya ditemukan melalui mamografi, sebab jarang sekali menimbulkan benjolan. Jenis kanker payudara ini juga sering disebut dengan pra kanker. Tipe yang paling umum dari kanker payudara ini ialah duktal karsinoma in situ. Jenis kanker payudara yang satu ini bersifat jinak dan ditemukan dalam saluran (duktus) payudara, serta belum menyebar.

Pemeriksaan Payudara dan Genetika

Penyebab kanker payudara yang utama masih belum diketahui. Sebab itulah pencegahan sepenuhnya untuk kanker payudara juga sangat sulit ditentukan. Banyak sekali faktor-faktor yang bisa meningkatkan resiko terkena kanker, misalnya saja usia dan riwayat kesehatan keluarga.

Pemeriksaan payudara dan juga genetika dianjurkan untuk kaum wanita dengan kemungkinan terkena kanker payudara yang melebihi rata-rata. Resiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia, maka wanita yang berusia 50-70 tahun dianjurkan untuk memeriksakan diri setiap tiga tahun sekali. Wanita yang berusia 70 tahun keatas juga dianjurkan untuk memeriksakan diri dan juga berkonsultasi dengan dokter terpercaya.

Langkah-langkah Pengobatan Kanker Payudara

Satu dari sembilan wanita akan terkena penyakit kanker payudara selama masa hidup mereka. Kanker yang terdeteksi pada tahap awal mempunyai peluang besar untuk sembuh dengan melalui langkah-langkah pengobatan. Sebab itu, sangat penting sekali bagi seorang wanita untuk melakukan pemeriksaan payudaranya secara rutin.

Kanker payudara bisa diobati dengan kombinasi operasi, kemoterapi dan juga radioterapi. Beberapa kasus dari kanker payudara juga bisa ditangani dengan melalui terapi biologis atau hormon. Selama masa pengobatan dan juga pemulihan, dukungan dari orang lain yang terutama dari keluarga bagi penderita kanker payudara sangatlah penting sekali.

Itulah pembahasan detil tentang Kanker Payudara tersebut. Apabila anda sudah menyimak ulasan diatas dengan baik dan benar, maka silahkan anda simak informasi terkait lainnya disini. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Kamis, 22 Maret 2018

Pengertian Tentang Kanker Rahim

Kanker Rahim - Gejala, penyebab dan mengobati, Kanker Serviks - Gejala, penyebab dan mengobati, Kista Ovarium - Gejala, penyebab dan mengobati

Kanker Rahim - Kanker rahim adalah jenis penyakit kanker yang menyerang rahim atau juga sistem reproduksi wanita. Kanker jenis ini juga seringkali disebut dengan nama kanker endometrium, sebab umumnya kanker ini muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau juga istilah medisnya yaitu endometrium. Selain itu juga, kanker ini bisa menyerang otot-otot disekitar rahim, sehingga membentuk sarkoma uteri, tetapi sangat jarang terjadi.

Gejala kanker rahim yang umumnya dialami si penderita yaitu pendarahan pada vagina. Meski tidak semuanya pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, namun anda tetap untuk waspada dan sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika anda:



Penderita Kanker Rahim di Indonesia


Kanker rahim telah menduduki peringkat keenam dunia dalam daftar jenis kanker yang paling seringkali terjadi pada kaum wanita. Penyakit jenis ini diperkirakan sudah menyerang sekitar 320 ribu wanita ditahun 2012.

Di negeri Indonesia sendiri, penyakit kanker rahim ini tidak termasuk kedalam sepuluh besar jenis kanker yang menyerang kaum wanita. Namun demikian, data dari GLOBOCAN telah menunjukkan bahwa negeri Indonesia adalah negeri dengan jumlah penderita kanker rahim terbanyak keempat di wilayah ASIA, dengan jumlah penderita mencapai 46.849 jiwa selama periode tahun 1997-2002.

Faktor Pemicu Kanker Rahim

Faktor penyebab kanker rahim sendiri belum diketahui dengan secara pasti. Namun faktor utama yang bisa meningkatkan resiko kanker rahim ialah ketidakseimbangan hormon tubuh, yang terutama hormon estrogen. Kadar hormon estrogen yang sangat tinggi bisa meningkatkan resiko seseorang untuk terkena kanker rahim.

Beberapa faktor lain yang bisa menimbulkan hormon yang tidak seimbang yaitu:

  • Menstruasi dini atau menopause yang terlambat.
  • Diabetes
  • Obesitas.
  • Terapi penggantian hormon.
  • Penggunaan tamoksifen jangka panjang.


Karena penyebabnya belum diketahui, langkah pencegahan yang pasti untuk penyakit kanker rahim juga tidak ada. Meskipun demikian, langkah-langkah untuk mengurangi resikonya tetap ada, misalnya seperti:

  • Menjaga berat badan tetap sehat.
  • Perbanyak konsumsi kedelai.
  • Penggunaan jangka panjang untuk jenis kontrasepsi tertentu, misalnya seperti pil KB kombinasi.


Pengobatan Untuk Kanker Rahim

Pengobatan kanker rahim yang umum dilakukan yaitu histerektomi atau operasi pengangkatan rahim. Histerektomi bisa dilakukan untuk menyembuhkan kanker rahim stadium awal, tetapi membuat pasien tidak bisa mengandung atau hamil.

Kemoterapi dan radioterapi ini juga terkadang digunakan dan bahkan dikombinasikan dengan tindakan pembedahan. Selain itu juga, terapi hormon bisa dilakukan untuk pasien yang belum menopause dan masih ingin mempunyai anak.

Nah, itulah info tentang Kanker Rahim ini. Semoga bermanfaat dan pengunjung paham akan pembahasan dalam artikel kali ini yang telah kami bahas khusus untuk pengunjung setia. Terima kasih banyak kunjungannya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang Kanker Ovarium

Kanker Ovarium - Gejala, penyebab dan menangani - Alodokter, Kista Ovarium - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Kanker ovarium - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penjelasan Tentang Kanker Ovarium - Kanker ovarium adalah sebuah kanker yang tumbuh pada indung telur (ovarium). Penyakit jenis ini menduduki posisi ke tujuh diantara jenis-jenis penyakit kanker yang paling umum menyerang kaum wanita. Setiap tahunnya, ada sekitar 250 ribu kasus kanker ovarium diseluruh dunia yang menyebabkan 140 ribu kematian per tahun.

Kanker ini bisa muncul pada segala kelompok usia, tetapi umumnya terjadi pada kaum wanita yang sudah memasuki massa menopause atau usia wanita yang sudah menginjak 50 tahun ke atas.

Jenis-jenis Kanker Ovarium

Kanker ovarium dikelompokan menjadi 3 jenis yang berdasarkan lokasi awal perkembangan kanker, seperti:

  • Tumor epitelial, sel kanker  yang muncul pada jaringan pembungkus ovarium. Hal ini merupakan jenis penyakit kanker ovarium yang paling banyak sekali terjadi.
  • Tumor stromal, jenis kanker yang muncul pada lapisan dimana terletak sel-sel penghasil hormon. Jenis kanker yang satu ini termasuk jarang sekali. Hanya sekitar 7 diantara 100 kasus kanker ovarium yang merupakan jenis ini.
  • Tumor sel germinal, jenis kanker yang berkembang pada sel-sel penghasil telur. Jenis penyakit kanker ovarium ini lebih cenderung terjadi pada kaum wanita yang berusia muda.


Gejala Kanker Ovarium

Kanker ovarium jarang sekali menimbulkan gejala atau tanda pada stadium awal. Kalaupun ada, tanda atau gejalanya menyerupai konstipasi atau gejala pada iritasi usus. Oleh karena itu, kanker ovarium biasanya baru terdeteksi saat kanker sudah menyebar luas didalam tubuh. Beberapa gejala yang umumnya dialami oleh si penderita kanker ovarium ialah:

  • Perut selalu merasa kembung.
  • Sakit perut.
  • Pembengkakan pada perut.
  • Mual.
  • Cepat kenyang.
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat.
  • Perubahan pada kebiasaan buang air besar, contohnya konstipasi (sulit buang air besar).
  • Sakit saat berhubungan intim.


Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Ovarium

Sama halnya seperti kanker-kanker pada umumnya, faktor penyebab kanker ovarium ini juga belum diketahui dengan secara pasti. Ada beberapa faktor-faktor yang diduga bisa meningkatkan resiko seorang wanita terkena kanker ovarium ini. Dan faktor-faktor tersebut ialah:

  • Usia. Kanker ovarium lebih cenderung terjadi pada seorang wanita yang berusia 50 tahun keatas.
  • Genetik. Resiko untuk terkena penyakit kanker ovarium akan meningkat apabila memiliki anggota keluarga yang telah/pernah mengidap kanker ovarium atau kanker payudara. Begitu juga pada wanita yang mempunyai gen BRCA1 dan BRCA2, yang mana merupakan mutasi genetic yang bisa diturunkan.
  • Terapi pengganti hormon estrogen atau Esterogen Hormone Replacement Therapy, yang terutama jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan dengan dosisi yang amat tinggi.
  • Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS).
  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Tidak pernah hamil.
  • Mengalami siklus menstruasi sebelum umu 12 tahun dan menopause setelah umur 50 tahun.
  • Merokok.
  • Menjalani terapi kesuburan.
  • Menggunakan alat kontrasepsi IUD.


Diagnosis Kanker Ovarium


  • Diagnosis awal dibuat berdasarkan gejala-gejala yang dialami, riwayat kesehatan keluarga serta hasil pemeriksaan fisik. Kemudian pemeriksaan penunjang dilakukan guna menegakkan diagnosa, meliputi USG, pemeriksaan darah atau juga biopsi.
  • Pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang dilakukan buat memeriksa perut dibagian bawah dan organ reproduksi. Pada pemeriksaan ini bisa diketahui bentuk, ukuran serta struktur ovarium.
  • Pemeriksaan darah yang dilakukan guna mendeteksi keberadaan protein CA 125 dalam darah. Kadar CA 125 yang cukup tinggi bisa mengindikasikan kanker ovarium. Namun tes ini tak bisa dijadikan sebagai patokan tunggal, sebab CA 125 ini bukanlah tes yang spesifik, kadarnya bisa meningkat pada kondisi lain yang bukan kanker, serta tidak semuanya penderita kanker ovarium mengalami peningkatan kadar CA 125 dalam darah.


Stadium Kanker Ovarium

Jika hasil pemeriksaan telah menunjukkan seseorang positif menderita kanker ovarium, maka langkah berikutnya yang harus dilakukan ialah menentukan tingkat penyebaran kanker. Dalam menentukan tingkat penyebaran dari kanker ovarium, pemeriksaan bisa dilakukan dengan MRI Scan atau CT, rontgen dada, atau pemeriksaan sampel cairan rongga perut dan juga jaringan ovarium.

Mengetahui tingkat penyebaran kanker yang diderita akan membantu sang dokter untuk menentukan langkah pengobatan yang terbaik bagi penderita. Secara umumnya, tingkat penyebaran kanker ovarium ini terbagi kedalam empat stadium, yakni:

  • Stadium 1. Kanker hanya menyerang salah satu atau kedua ovarium, tetapi belum menyebar ke organ lain.
  • Stadium 2. Kanker sudah menyebar dari ovarium hingga ke jaringan disekitar panggul atau rahim.
  • Stadium 3. Kanker sudah menyebar ke selaput perut, permukaan usus dan juga kelenjar getah bening di panggul atau perut.
  • Stadium 4. Kanker sudah menyebar sampai kebagian lain tubuh, misalnya saka ginjal, hati dan juga paru-paru.


Pengobatan Kanker Ovarium

Penanganan kanker ovarium ini bisa berbeda-beda pada setiap kasusnya, ditentukan dengan berdasarkan stadium kanker, kondisi kesehatan serta keinginan si penderita untuk memiliki keturunan. Penanganan utama kanker ovarium ialah melalui operasi dan juga kemoterapi atau radioterapi.

Operasi
Prosedur operasi itu biasanya meliputi pengangkatan kedua ovarium, rahim, tuba falopi serta omentum (jaringan lemak dalam perut). Operasi ini bisa juga melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening pada panggul dan juga rongga perut untuk mencegah serta mencari tahu jika ada penyebaran kanker. Dengan pengangkatan kedua ovarium dan rahim ini, penderita tidak lagi bisa memiliki keturunan.

Tetapi lain halnya dengan kanker ovarium yang telah terdeteksi pada stadium dini. Penderitanya mungkin hanya akan menjalani operasi pengangkatan salah satu ovarium dan tuba falopi, sehingga kemungkiinan besar untuk memiliki keturunan masih ada.

Kemoterapi
Kemoterapi bisa dijadwalkan setelah operasi. Hal ini dilakukan guna membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa. Selama menjalani kemoterapi, dokter akan memantau perkembangan si penderita secara rutin untuk memastikan keefektifan obat dan juga respons tubuh terhadap obat.

Kemoterapi juga bisa diberikan sebelum operasi pada si penderita kanker ovarium stadium lanjut, dengan tujuan untuk mengecilkan tumor sehingga akan memudahkan prosedur pengangkatan. Tiap pengobatan beresiko menimbulkan efek samping, begitu juga dengan kemoterapi. Beberapa efek samping yang akan mungkin terjadi setelah melakukan proses kemoterapi diantaranya ialah muntah, tidak nafsu makan, lemas, rambut rontok dan meningkatnya resiko infeksi.

Radioterapi
Di samping operasi dan juga kemoterapi, radioterapi juga merupakan tindakan lain yang bisa menjadi jalan alternatif. Dalam radioterapi, sel-sel kanker dibunuh dengan menggunakan radiasi dari sinar X. Sama seperti kemoterapi, radioterapi bisa diberikan, baik itu setelah maupun sebelum operasi. Efek sampingnya pun juga serupa dengan kemoterapi, terutama terjadinya kerontokan rambut.

Pencegahan Kanker Ovarium

Karena penyebabnya belum diketahui, pencegahan kanker ovarium ini tidak bisa dilakukan dengan secara pasti. Tetapi ada beberapa hal yang masih bisa menurunkan resiko seseorang untuk terkena kanker ini. Langkah-langkah tersebut itu meliputi:

  • Memakai kontrasepsi dalam bentuk pil selama lebih 10 tahun. Langkah seperti ini terbukti bisa mengurangi resiko kanker ovarium sampai separuhnya.
  • Menjalani kehamilan dan menyusui.
  • Menerapkan pola hidup sehat supaya terhindar dari obesitas, contohnya yaitu berolahraga secara teratur dan meningkatkan konsumsi serat, seperti sayur dan buah-buahan.


Pada seorang wanita yang mempunyai resiko tinggi terkena kanker ovarium, operasi pengangkatan ovarium dan tuba falopi sebelum terkena kanker juga bisa dilakukan untuk meminimalisasi resiko. Prosedur seperti ini biasanya dianjurkan untuk usia 35 sampai 40 tahun, bagi mereka yang sudah memutuskan untuk tidak mempunyai keturunan lagi.

Nah, itulah Penjelasan Tentang Kanker Ovarium tersebut ini. Semoga anda bisa memahami isi dari artikel yang sudah kami buatkan khusus untuk para pengunjung setia. Terima kasih banyak dan jangaan lupa untuk baca artikel lainnya ya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Rabu, 21 Maret 2018

Pengertian Tentang Pembuluh Darah, Dan Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah

Pembuluh darah - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Pengertian, Fungsi dan Macam - Macam Pembuluh Darah, Pengertian, Fungsi dan Jenis Pembuluh Darah - Ilmu Dasar

Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah - Pembuluh darah merupakan salah satu bagian dari sistem sirkulasi didalam tubuh manusia. Pembuluh darah ini ibarat selang yang didalamnya mengalir darah dari jantung hingga keseluruh tubuh dan seluruh tubuh ke jantung. Darah menghantarkan oksigen serta nutrisi keseluruh tubuh, dan sekaligus mengangkut produk sisa. Semua sel-sel didalam tubuh membutuhkan oksigen dan juga nutrisi penting yang terdapat didalam darah. Tanpa oksigen dan nutrisi, sel bisa mati.

Selain berperan penting untuk transportasi darah, pembuluh darah ini juga berkontribusi pada pengendalian tekanan darah. Tetapi, pengendalian tekanan darah tak hanya dilakukan oleh pembuluh darah saja. Tubuh manusia itu secara keseluruhan didukung oleh sistem kerja yang mencakup signal (sinyal) dari otak, saraf, hormon dan juga respons alami pembuluh darah.

Senyawa kimia tertentu didalam tubuh bisa menyebabkan respon terhadap pembuluh darah. Kondisi seperti ini bisa berupa kontraksi atau penyempitan maupun pelebaran atau relaksasi. Kontraksi akan menyebabkan tekanan darah jadi meningkat, sedangkan relaksasi sendiri akan menyebabkan tekanan darah menurun. Lebih jauh lagi, pembuluh darah terdiri dari 5 jenis utama. Berikut ini adalah jenis-jenis pembuluh darah dan fungsi normalnya:

  • Pembuluh vena. Adalah pembuluh balik yang membawa darah ke jantung. Pembuluh vena mempunyai katup yang berfungsi untuk menghentikan darah supaya tidak mengalir menjauhi jantung.
  • Pembuluh venula. Jenis pembuluh ini merupakan kumpulan pembuluh kapiler yang bersatu. Pembuluh venula mengumpulkan darah-darah dari pembuluh kapiler, kemudian mengalirkannya ke pembuluh vena.
  • Pembuluh kapiler. Adalah pembuluh kecil dengan dinding yang sangat tipis dan menghubungkan arteriol dengan venula. Kapiler disebut juga pembuluh pertukaran. Karena pembuluh jenis ini bisa dilewati darah bersih yang membawa oksigen serta nutrisi keseluruh jaringan tubuh dan juga bisa menerima zat sisa dari jaringan tubuh.
  • Arteriol. Adalah jenis pembuluh arteri dengan ukuran yang paling terkecil. Tugas pembuluh ini mengirimkan darah ke pembuluh kapiler. Selain itu juga, arteriol ini mampu berkontraksi dan juga berelaksasi untuk mengendalikan jumlah darah yang masuk ke pembuluh kapiler.
  • Arteri. Bertugas dalam membawa darah dari jantung menuju ke organ-organ lain. Arteri ini merespons sinyal dari sistem saraf untuk kontraksi atau juga relaksasi. Ukuran arteri bervariasi. Arteri dengan ukuran yang terbesar mempunyai serat elastis pada dindingnya untuk membantu kinerja organ jantung.


Akibat gangguan kesehatan, pembuluh darah akan bisa pecah dan bahkan menimbulkan pendarahan. Berikut ini beberapa kondisi pembuluh darah pecah yang biasanya terjadi:

A. Pembuluh Darah Pecah didalam Kulit

Pada saat pembuluh darah pecah, darah akan keluar dari pembuluh dan kemudian masuk ke tubuh. Kemungkinan anda bisa melihat darah dibawah lapisan kulit saat kondisi semacam ini terjadi. Ketika anda menekan kulit di bagian tersebut, warnanya akan tetap merah. Padahal normalnya ketika kulit seseorang ditekan akan meninggalkan warna putih dan kemudian berangsur merah kembali.

Penyebab kondisi seperti ini biasanya ialah kejadian kecil seperti memar. Pendarahan didalam kulit bisa juga disebabkan oleh reaksi alergi, cedera, infeksi darah, melahirkan, efek samping obat (kemoterapi maupun radiasi), gangguan autoimun atau proses penuaan normal. Tetapi kondisi seperti ini juga bisa disebabkan oleh infeksi dan penyakit yang cukup serius seperti kanker darah atau leukimia, meningitis atau juga radang selaput otak maupun sepsis atau peradangan pada seluruh tubuh akibat infeksi bakteri.

Segeralah cari bantuan medis jika terdapat pendarahan didalam kulit yang disertai dengan pembengkakan pada kaki dan juga tangan area yang berdarah terasa nyeri serta warnanya menjadi lebih gelap, dan pendarahan terjadi diseluruh kulit.

B. Pembuluh Darah Pecah di Mata

Salah satu pendarahan di mata ialah pendarahan subkonjungtiva, terjadi pada saat pembuluh darah dibawah lapisan transparan mata pecah. Saat mengalami kondisi seperti ini, anda mungkin tak menyadarinya sebelum anda bisa pastikan  dengan bercermin dikarenakan biasanya tidak terasa sakit. Biasanya hanya terasa seperti tergores serta tidak mengubah daya penglihatan. Bagian putih mata akan berwarna merah terang. Konjungtiva ini tidak bisa menyerap darah dengan cepat sehingga darah pun terjebak dibawah lapisan ini.

Pendarahan subkonjungtiva sendiri bisa disebabkan oleh batuk atau terlalu keras bersin, muntah, mengangkat barang yang berat, atau cedera mata akibat infeksi berat, mengucek mata yang terlalu kasar dan lain sebagainya. Kondisi medis seperti gangguan pembekuan darah, tekanan darah tinggi, diabetes dan konsumsi obat-obatan pengencer darah bisa juga menjadi faktor penyebab resiko terjadinya pendarahan subkonjungtiva.

Kondisi seperti ini biasanya tidak begitu berbahaya dan bisa pulih hanya dalam 1-2 minggu. Anda mungkin akan memerlukan tetes mata seperti air mata buatan guna menyejukkan mata. Jika pendarahan konjungtiva yang anda alami tetap berulang, maka dianjurkan anda untuk menjalani pemeriksaan medis lebih detail.

C. Pembuluh Darah Pecah di Otak

Pendarahan di otak adalah salah satu faktor penyebab stroke. Hal ini disebabkan karena arteri pada otak pecah, sehingga terjadilah pendarahan lokal disekitar jaringan. Pendarahan ini akan membunuh sel-sel otak. Ketika darah yang keluar dari pembuluh yang telah pecah mencapai jaringan pada otak, maka otak akan membengkak karena dipenuhi oleh darah. Kondisi semacam ini bisa meningkatkan tekanan disekitar jaringan otak, dan mengurangi aliran darah ke otak, sehingga sel-sel otak bisa mati.

Pemulihan dari kondisi ini tergantung pada seberapa luas pendarahan yang terjadi serta ukuran pembengkakan. Pasien mungkin bisa mengalami masalah komplikasi seperti kehilangan fungsi otak hingga berujung pada kematian. Meskipun demikian, pada sebagian kasus pasien bisa pulih sepenuhnya.

Penyebab kondisi seperti ini antara lain ialah tekanan darah tinggi, ketidaknormalan pembuluh darah, trauma kepala, tumor otak, aneurisma dan penyakit hati. Segeralah cari bantuan medis jika anda mengalami gejala pendarahan otak atau mengetahui orang lain mengalaminya.

Gejala-gejala tersebut antara lain ialah kejang, muntah atau mual, mengunyah, kesulitan untuk berbicara, menulis atau memahami pembicaraan, perubahan daya penglihatan dan kehilangan keseimbangan, koordinasi atau juga kesadaran.

Keberlangsungan hidup manusia itu ditopang oleh sistem peredaran darah yang sehat dan juga lancar. Oleh karena itu, kesehatan sistem peredaran darah (kardiovaskular) dan jantung perlu dijaga. Terapkan pola hidup sehat dengan cara tidak merokok, rutin olahraga dan menjalani pola makan sehat. Selain itu, jika berkendara harus memperhatikan keamanan serta keselamatan untuk menghindari cedera yang dapat memicu pendarahan akibat kecelakaan.

Nah, itu saja info tentang Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah tersebut. Semoga pengunjung senang menyimak ulasan kesehatan kali ini. Terima kasih banyak dan jangan lupa untuk terus mampir dan baca artikel selanjutnya...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang Osteoporosis

Osteoporosis - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Osteoporosis - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Pengertian Penyakit Osteoporosis Gejala, Penyebab dan

Penjelasan Tentang Osteoporosis - Osteoporosis adalah sebuah kondisi saat kualitas kepadatan tulang yang menurun. Kondisi ini membuat tulang jadi keropos dan bahkan rentan retak.

Osteoporosis umumnya baru diketahui penderitanya setelah ditemukan retak pada tulang, setelah penderita mengalami jatuh ringan. Retak pada pergelangan tangan, tulang belakang dan tulang panggul adalah kasus yang paling banyak sekali ditemui pada penderita osteoporosis.

Penderita Osteoporosis di Indonesia

Di Indonesia sendiri sebanyak 23% wanita berusia 50-80 tahun dan 53% wanita yang berusia 70-80 tahun mengidap osteoporosis, berdasarkan dari hasil penelitian pada tahun 2006. Resiko seorang wanita mengidap osteoporosis empat kali lebih besar ketimbang dengan resiko pada seorang pria.

Meskipun umumnya osteoporosis ini dialami oleh kaum wanita yang telah memasuki massa menopause, osteoporosis ini juga bisa terjadi kepada kaum pria, wanita yang usianya lebih muda, dan bahkan anak-anak. Kekurangan zat kalsium diperkirakan menjadi faktor penyebab kasus osteoporosis di Indonesia.

Apa saja gejala osteoporosis?
Umumnya osteoporosis tak ada tanda atau gejala apapun di awal massa menurunnya kepadatan tulang. Tetapi beberapa kondisi berikut ini bisa menjadi tanda atau gejala terjadinya osteoporosis, antara lain postur tubuh bungkuk, sakit punggung, menurunnya tinggi badan, sering mengalami cedera atau keretakan tulang.

Berkurangnya kepadatan tulang bisa membuat tulang rentan akan keretakan. Keretakan biasanya terjadi pada lengan, tulang belakang, tulang pangkal paha atau pergelangan tangan.

Faktor Resiko Berkembangnya Osteoporosis


Tulang manusia terus bergenerasi dari waktu ke waktu. Hal ini berarti bahwa tulang yang sudah rapuh akan terganti dengan tulang yang baru. Ketika masih anak-anak, tulang kita tumbuh dan bahkan mampu memperbaharui diri dengan sangat cepat.

Pada rentan usia 16-18 tahun, tulang akan perlahan-lahan berhenti tumbuh, sementara masa tulang akan terus bertambah sampai usia akhir 20-an. Tetapi proses ini melambat seiring dengan bertambahnya usia manusia. Secara perlahan-lahan, kepadatan tulang akan semakin berkurang dan proses tersebut ini dimulai sekitar usia 35 tahun.

Di Indonesia sendiri, kurangnya mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung kalsium menjadi salah satu faktor penyebab utama meningkatnya jumlah pengidap osteoporosis di negara Indonesia.

Selain itu tua, berikut dibawah ini adalah beberapa faktor-faktor lain yang bisa meningkatkan resiko berkembangnya osteoporosis:

  • Adanya riwayat penyakit dilingkungan keluarga yang mengidap osteoporosis.
  • Sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok.
  • Penyakit yang menyerang kelenjar penghasil hormon, misalnya seperti kelenjar tiroid yang terlalu aktif (Hypertiroidisme).
  • Ketidakmampuan usus dalam menyerap nutrisi dari makanan (Malabsorpsi).
  • Penggunaan obat-obatan dalam jangka yang panjang bisa mempengaruhi kekuatan tulang atau juga kadar hormon, seperti mengkonsumsi prednisolon berkepanjangan.
  • Kondisi yang diakibatkan oleh peradangan pada organ tubuh, misalnya seperti penyakit paru obstruktif kronis/COPD (chronic obstructive pulmonary disease), rheumatoid arthritis, dan penyakit Crohn.


Memeriksa Kepadatan Tulang dengan Menggunakan DEXA Scan
Untuk mendiagnosis terjadinya osteoporosis sendiri, anda perlu menjalani sebuah tes untuk memeriksakan kepadatan tulang. Dual energy X-ray absorptiometry/DEXA scan ialah sebuah pemeriksaan yang paling umum untuk memperkirakan resiko keretakkan tulang. Prosedur seperti ini tidak membutuhkan banyak waktu serta tidak menyebabkan rasa sakit. Selain itu juga ada FRAX, algoritma untuk memperkirakan resiko patah tulang dalam jangka waktu 10 tahun ke depan.

Mengurangi Resiko Terkena Osteoporosis
Semua orang bisa menjaga tulang mereka untuk tetap sehat dan mengurangi resiko mengidap osteoporosis. Kita bisa mulai dengan cara menerapkan pola makan sehat dan disertai dengan melakukan sebuah olahraga secara rutin. Perbanyak pilihan makanan-makanan yang kaya akan kandungan kalsium dan vitamin D. Mulailah kurangi merokok sampai benar-benar bisa menghindari sepenuhnya serta kurangi mengkonsumsi minuman yang beralkohol.

Mencegah Keretakan Tulang
Pengidap osteoporosis umumnya disarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan tertentu demi mencegah keretakan pada tulang. Pilihan jenis pengobatan yang diberikan pun tergantung pada tingkat resiko keretakan tulangnya. Hal ini berdasarkan pada sejumlah data hasil pemeriksaan dari DEXA dan usia seseorang.

Bagi anda yang telah di diagnosis mengidap penyakit osteoporosis, penting untuk menjaga diri supaya tidak mengalami cedera atau juga mengalami keretakan tulang. Pengidap yang sudah lanjut usia, disarankan untuk rutin menjalani pemeriksaan penglihatan serta pendengarannya. Ciptakan rumah dan juga lingkungan yang aman dengan cara memindahkan perabotan yang membuat anda beresiko untuk jatuh, terbentur atau terantuk.

Jika anda telah mengalami masalah keretakan tulang, terdapat beberapa cara-cara yang bisa membantu anda untuk pulih kembali. Misalnya saja perawatan dengan mandi air hangat atau juga menyiapkan kantong kompres dingin. Relaksasi pun juga bisa membantu proses pemulihan tulang yang retak.

Nah, demikianlah info seputar Penjelasan Tentang Osteoporosis tersebut. Semoga bermanfaat dan silahkan anda simak kembali ulasannya agar bisa memahami isi dari artikel yang dibahas diatas tersebut. Terima kasih banyak...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Selasa, 20 Maret 2018

Pengertian Tentang Menorrhagia

Menorrhagia - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter, Menorrhagia - Gejala, penyebab dan mengobati - AsmaraKu, Penyebab Menorrhagia - News Medical

Penjelasan Tentang Menorrhagia - Menorrhagia atau haid berlebihan ialah keluarnya darah menstruasi yang secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlampau banyak sekali. Selama massa siklus menstruasi, jumlah rata-rata darah yang akan dikeluarkan sekitar 30-40 ml. Seorang wanita yang dianggap mengalami haid berlebihan apabila kuantitas darah yang dikeluarkannya kisaran antara 60-80 ml.

Tetapi sebenarnya jumlah darah tersebut tak bisa dijadikan sebagai patokan pasti, sebab jumlah darah menstruasi pada tiap wanita itu berbeda-beda. Tapi, untuk memudahkan anda sebagai seorang wanita mengenali kondisi seperti ini, maka perhatikan indikasi-indikasi tertentu, misalnya seperti banyaknya jumlah pembalut yang anda habiskan atau juga seringnya darah menstruasi yang menembus pakaian anda karena tidak tertampung oleh pembalut.

Dari indikasi tersebut itu anda bisa membandingkannya dengan siklus menstruasi yang sebelumnya biasa anda lalui. Jika anda khawatir akan mengalami haid yang secara berlebihan, maka sebaiknya anda segera temui dokter.

Gejala menorrhagia
Selain terlalu banyaknya darah yang telah dikeluarkan, haid yang berlebihan juga bisa disertai dengan gejala-gejala lainnya seperti rasa nyeri. Umumnya dikenal dengan istilah rasa nyeri atau kram menstruasi, yang mana dalam bahasa medisnya dikenal dengan sebutan nama dismenore. Dismenore ini umumnya terjadi saat dinding rahim berkontraksi dan juga menekan pembuluh darah disekitarnya. Sehingga akibatnya pasokan oksigen pun terhenti dan menyebabkan munculnya rasa nyeri tersebut.

Meskipun tak selalu menjadi pertanda suatu kondisi yang cukup serius, haid yang berlebihan bisa mengganggu kehidupan sehari-hari seorang wanita yang mengalaminya, baik itu secara emosi, psikis atau juga sosial.

Penyebab menorrhagia
Ada sejumlah kondisi yang cukup berpotensi menyebabkan seorang wanita mengalami haid berlebihan, dan diantaranya yaitu fibrosid rahim, polip endometrium, endometriosis dan juga penggunaan KB spiral atau IUD (Intrauterine Contraceptive Devices).

Selain keempat kondisi diatas, beberapa lainnya yang juga mungkin bisa menyebabkan haid yang berlebihan ialah:

  • Sindrom ovarium polikistik
  • Penyakit radang panggul
  • Adenomiosis
  • Gangguan pembekuan darah
  • Hipotiroidisme


Sedangkan untuk penyebab kasus haid yang berlebihan yang sangat jarang sekali ditemui yaitu kanker rahim.

Diagnosis menorrhagia
Dioagnosis menorrhagia ini biasanya bisa dilakukan dokter dari gejala-gejala yang ada. Untuk dapat memperoleh keterangan seputar gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien, dokter pun akan menanyakan seberapa banyakkah darah yang dikeluarkan si pasien dan berapa lama massa menstruasi yang biasa dialami si pasien. Selain itu juga, dokter akan bertanya kepada pasien tentang seberapakah sering mereka mengganti pembalutnya dan apakah si pasien merasakan gejala-gejala lain seperti nyeri panggul, nyeri setelah berhubungan seksual atau ada tidaknya pendarahan diantara jadwal haid bulanan mereka.

Pemeriksaan lebih lanjut pun biasanya dilakukan tergantung hasil pemeriksaan awal dan riwayat kesehatan si pasien itu sendiri. Apabila dokter mencurigai ada kondisi lain yang menyebabkan si pasien mengalami haid berlebihan, maka pemeriksaan lanjutan pun perlu dilakukan seperti diantaranya:

  • Pemeriksaan darah
  • Pemeriksaan area panggul dibagian dalam
  • Biopsi
  • USG


Pengobatan menorrhagia
Selain menurunkan atau juga menghentikan volume pendarahan yang cukup banyak dan mencegah terjadinya anemia defisiensi besi, maka pengobatan menorrhagia juga bertujuan guna meningkatkan kualitas hidup si penderitanya.

Tetapi jika dokter tidak mencurigai adanya masalah yang serius menyebabkan menorrhagia, maka pengobatan pun tidak diperlukan.

Ada dua cara pengobatan menorrhagia, yakni melalui obat-obatan dan juga operasi. Obat-obatan sering dijadikan pilihan utama yang terutama jika pemeriksaan masih berjalan dan belum juga menunjukkan hasil yang pasti mengenai faktor penyebab menorrhagia. Dokter bisa memberikan obat apabila pasien tidak merasakan gejala-gejala apa pun yang mengarah pada kondisi yang serius.

Nah, sepertinya itu saja dulu informasi terkait dengan Penjelasan Tentang Menorrhagia tersebut. Mungkin selanjutnya kami akan membahas artikel yang masih tetap berkaitan dengan siklus menstruasi wanita. Terima kasih banyak dan semoga bermanfaat...

Sumber : www.obatherballadyfem.com

Pengertian Tentang Menopause

Menopause - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Pengertian Tentang Estrogen Penjelasan Tentang Estrogen, Pengertian dan Gejala Menopause Serta Menopause Dini

Penjelasan Tentang Menopause - Menopause adalah massa berakhirnya siklus menstruasi pada wanita. Seiring dengan proses penuaan usia, semua kaum wanita akan mengalami proses tersebut.

Fase alami tersebut itu disebabkan oleh perubahan pada kadar hormon tubuh seorang wanita. Menjelang akhir di usia 30 tahun, kinerja ovarium akan menurun dan sehingga pada akhirnya berhenti memproduksi hormon reproduksi dikisaran usia antara 50 tahunan.

Usia dan Penyebab Menopause

Sebenarnya usia terjadinya massa menopause pada seorang wanita berbeda-beda, tetapi umumnya terjadi sekitar usia 50 tahun. Meskipun demikian, ada pula sebagian wanita yang mengalaminya sebelum usianya 40 tahun. Inilah yang disebut dengan menopause dini atau prematur.

Menopause prematur itu terjadi akibat ovarium berhenti untuk menghasilkan hormon-hormon reproduksi dalam jumlah yang normal. Penyebab masalah seperti ini belum diketahui dengan secara pasti, tetapi kelainan genetika atau penyakit autoimun diduga berpotensi menjadi pemicunya.

Di samping fase alami, massa menopause juga bisa dipicu oleh sejumlah faktor, diantaranya ialah:

  • Prosedur medis, misalnya saja operasi pengangkatan rahim atau ovarium.
  • Metode pengobatan kanker, seperti radioterapi dan kemoterapi. Kedua metode tersebut bisa memicu menopause dini. Tetapi siklus menstruasi terkadang bisa kembali terjadi setelah proses radioterapi dan kemoterapi berakhir.
  • Kondisi kesehatan tertentu, contohnya seperti sindrom down atau penyakit Addison.


Gejala menopause tak semuanya wanita mempunyai proses massa menopause yang sama. Proses ini umumnya ditandai dengan adanya menstruasi yang berakhir secara bertahap. Frekuensi serta interval menstruasi yang akan semakin jarang sebelum akhirnya berhenti sama sekali.

Tapi, tak menutup kemungkinan bahwa ada sebagian kaum wanita yang mengalami menopause dengan menstruasi yang berakhir secara tiba-tiba. Jika hal ini terjadi pada anda, gejala-gejala yang akan anda alami biasanya alan lebih parah.

Menjelang massa menopause, terdapat beberapa indikasi emosional dan juga fisik yang bisa dirasakan oleh seorang wanita. Gejala-gejala tersebut itu biasanya meliputi:

  • Perubahan pada siklus menstruasi, seperti halnya frekuensi menstruasi yang tidak teratur, atau volume pendarahan yang sedikit atau berlebih.
  • Sensasi rasa panas, jantung berdebar (hot flushes) dan berkeringat.
  • Kekeringan pada vagina yang bisa menyebabkan rasa gatak ataupun sakit saat berhubungan intim.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Penurunan gairah seksual.
  • Sulit untuk konsentrasi.
  • Gangguan tidur, seperti seringkali terbangun secara tiba-tiba dan insomnia.
  • Kenaikan berat badan, dan metabolisme yang lambat.
  • Emosi yang tidak stabil, contohnya uring-uringan, depresi atau sedih.
  • Sakit kepala.
  • Rambut yang menipis, dan kulit kering.
  • Lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih.


Hubungi dokter segera jika anda mengalami gejala-gejala menopause yang parah, misalnya saja terjadi infeksi atau juga munculnya rasa nyeri akibat vagina yang kering, atau juga jika terjadi pendarahan setelah melewati massa menopause. Pemeriksaan secara rutin untuk mencegah penyakit-penyakit yang tertentu juga sebaiknya dilakukan, contohnya dengan kolonoskopi, mammografi serta pemeriksaan kondisi payudara dan juga panggul.

Langkah Penanganan Sederhana untuk Menopause
Menopause sendiri umumnya tidak membutuhkan sebuah penanganan yang khusus. Gejala-gejalanya pun juga tidak bersifat permanen serta akan berkurang seiring berjalannya waktu.

Sebagian besar kaum wanita bisa melakukan perubahan dalam gaya hidup mereka guna mengurangi gejala-gejala tersebut. Beberapa langkah-langkah sederhana berikut ini mungkin bisa membantu anda:

  • Mengatasi sensasi rasa panas, berkeringat dan jantung berdebar. Gejala ini bisa ditangani dengan mengenakan pakaian yang tipis berbahan katun, dan menghindari faktor-faktor pemicu yang berupa kafein, makanan pedas, minuman panas, minuman keras dan stres. Langkah-langkah ini juga sangat berguna untuk menangani gejala-gejala seperti berkeringat pada saat malam hari.
  • Menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur. Selain mencegah kenaikan pada berat badan yang cenderung mengiringi massa menopause, langkah yang satu ini sangat berguna untuk menguatkan tulang supaya tidak mudah keropos.
  • Cukup beristirahat. Pastikan anda untuk tidur yang cukup.
  • Rutin melakukan senam kegel. Senam ini berguna untuk menguatkan otot-otot dasar panggul, sehingga bisa mengurangi inkontinensia urine atau juga sulit menahan urine.
  • Menerapkan teknik relaksasi. Misalnya saja meditasi, yoga, mengatur pernapasan dan taichi. Teknik seperti ini bisa membantu untuk mengurangi tingkat stres maupun depresi pada seseorang.
  • Jangan merokok. Selain meningkatkan resiko dari berbagai jenis penyakit, merokok itu juga bisa mempengaruhi gejala menopause serta memicu menopause dini.


Langkah Penanganan Medis untuk Menopause
Tak semuanya wanita berhasil mengatasi gejala menopause dengan langkah-langkah yang sederhana ini. Jika mengalami gejala-gejala menopause yang cukup parah hiangg mengganggu rutinitas anda, dokter biasanya akan menganjurkan pemakaian obat-obatan guna menguranginya. Jenis penanganan medis-nya sendiri akan ditentukan berdasarkan dengan gejala-gejala yang dialami penderita atau pasien dan riwayat kesehatannya.

Terapi pergantian hormon merupakan sebuah langkah penanganan menopause yang paling seringkali digunakan, sebab tingkat keefektifannya yang cukup tinggi. Obat-obatan dalam terapi ini tersedia dalam bentuk krim, tablet, koyo, gel dan juga implan. Di samping mengurangi gejalanya, terapi ini yang digunakan dalam jangka panjang juga bisa mengurangi resiko osteoporosis.

Sesuai dengan namanya, kinerja terapi ini yaitu menggantikan hormon-hormon reproduksi alami yang menurun seiring dengan proses menopause. Terapi pergantian hormon ini terbagi dalam dua kategori yakni terapi pergantian hormon estrogen dan kombinasi.

Terapi pergantian hormon estrogen ini hanya dianjurkan khusus untuk wanita yang telah menjalani operasi pengangkatan ovarium dan juga rahim, karena estrogen bisa meningkatkan resiko kanker rahim. Sedangkan untuk terapi kombinasinya diberikan pada wanita yang masih mempunyai rahim.

Pemakaian obat-obatan dalam terapi ini bisa dihentikan secara bertahap setelah gejala menopause berakhir. Umumnya durasi gejala-gejala menopause yang dialami oleh kaum wanita yaitu sekitar 4 tahun setelah siklus menstruasi berakhir.

Disamping terapi pergantian hormon, ada juga metode penanganan lain yang bisa digunakan untuk mengatasi gejala menopause tersebut, diantaranya:

  • Clonidine (obat antihipertensi) atau obat antidepresan tertentu. Berguna untuk mengurangi gejala jantung berdebar, sensasi rasa panas, berkeringat.
  • Pelumas vagina. Berguna untuk mengatasi kekeringan dibagian vagina dan rasa sakit ketika berhubungan intim.


Setiap metode pengobatan itu pasti mempunyai efek samping. Sebab itulah, para wanita dianjurkan untuk terlebih dahulu memeriksakan diri ke dokter setelah 3 bulan pertama menjalani proses penanganan tersebut, kemudian melakukan pemeriksaan rutin setahun sekali.

Seperti itulah informasi terkait Penjelasan Tentang Menopause tersebut. Semoga ulasan yang dibuat kali ini bermanfaat dan berguna untuk banyak orang yang berkunjung di website kami ini. Terima kasih banyak kunjungannya…

Sumber : www.obatherballadyfem.com